5 Kiat Berdamai dengan Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

“Bokek, tanggal tua nih!”

“Tanggal tua, kantong kempes. Tunggu gajian awal bulan depan ya…!”

Seruan di atas sepertinya sering banget kita dengar atau ucapkan ya kalau ada teman atau tetangga yang ngajakin hang out untuk makan di luar, nonton, jalan-jalan, atau sekedar window shopping pas waktunya nggak tepat alias di tanggal tua. Atau mungkin, banyak di antara kita yang suka curhat terselubung dengan pasang DP BBM atau share meme-meme “butuh gajian cepet” di sepertiga-akhir-bulan?? Hehehe. Rasanya masing-masing kita punya cerita sendiri tentang kisah tanggal tua.

bokek tanggal tua

bokek tanggal tua

sumber: http://www.kochiefrog.com/

Tidak bisa dipungkiri, tua-muda, mahasiswa-karyawan, ibu rumah tangga-pekerja kantoran, pasti pernah menghadapi masa kritis saat kantong kempes di akhir-akhir bulan. Saya sendiri, nggak ada bedanya saat menjadi anak kosan maupun saat sudah berumah tangga, dilema itu pasti pernah singgah dalam hidup saya (halah!). By the way, yuk disimak dulu kisah si Budi berikut ini.

Saya pernah menjadi seorang Budi saat masih jadi mahasiswa di perantauan. Saya nggak punya banyak pilihan dalam menghadapi situasi krisis tersebut sehingga saya #JadilahSepertiBudi: tunggu kiriman ortu, rajin cari penghasilan tambahan, hemat sehemat-hematnya, rajin cari gratisan, atau ngutang temen. Hehehe. Nah saat saya sudah bekerja dan single, rasanya hidup saya lumayan berjaya tuh. Bisa sering belanja, nongkrong di resto, nyalon, atau sekedar ngopi-ngopi cantik di coffee shop.

Berbeda lagi saat sudah berumah tangga. Awal-awal menikah, saya masih keteteran banget me-manage keuangan karena kebutuhan di awal pernikahan itu sering datang tak terduga. Sampai saat ini, di bulan ke-8 pernikahan pun, saya masih harus beradaptasi dengan situasi finansial untuk  memenuhi kebutuhan rumah tangga. Padahal sih kalau dipikir, sumber penghasilan bertambah (dari suami juga dapat), tapiii entahlah kebutuhan hidup semakin meningkat juga ya booo’, belum lagi nanti kalau punya baby. *sigh* (curhatan emak-emak, dari hati terdalam).

Read also:   Heart of Spora: Menjadi “Spora” Kebaikan

Nah, what should I do to deal with that situation?? Ada beberapa kiat saya nih yang mungkin bisa dipraktikkan untuk mengantisipasi datangnya tanggal kritis finansial kita di akhir bulan:

kiat menghadapi tanggal tua

  1. Catat kebutuhan yang perlu dibeli di bulan itu.

Biasanya kebutuhan ini adalah kebutuhan bulanan rutin seperti sembako, bumbu dapur, bensin, transportasi, pulsa, listrik, air, arisan, dll. Kalaupun kita malas mencatat, setidaknya kita tahu berapa budget yang akan dialokasikan untuk membeli barang-barang tersebut. Karena sudah merupakan pengeluaran rutin, jadi kita bisa trace saja dari pengalaman bulan-bulan sebelumnya.

  1. Sisihkan uang di awal bulan/ saat gajian.

Kalau kita sudah tau kebutuhan rutin kita, kita juga sudah bisa memprediksi saving money yang bisa kita alokasikan di bulan tersebut. Misalnya pendapatan kita 5 juta dan kebutuhan rutin bulanan kita 3 juta, sisa yang 2 juta langsung kita sisihkan (benar-benar dipisahkan ya, kalau bisa taruh di rekening bank lainnya ya agar tidak tercampur dengan budget rutin bulanan).

  1. Rajin-rajinlah cek diskon dan promo.

Nah, ini hal yang sekarang betul-betul saya perhitungkan sebagai emak-emak. Cara mengeceknya, bisa dengan berkeliling beberapa toko retail terdekat dan ambil katalog promonya lalu kita bandingkan deh harga-harganya. Di era serba-digital seperti saat ini, sebenarnya kita sudah sangat dimudahkan dengan fasilitas katalog online yang tersedia di website toko-toko retail loh. Jadi kita nggak perlu lagi capek-capek berkeliling toko buat ambil katalog karena “mall online” sudah ada dalam genggaman kita, misalnya bisa lihat promo diskon di matahari mall ini. Selain itu, bagi yang malas untuk berkunjung ke mall karena macetnya jalanan di kala weekend, kalian bisa langsung belanja online, bayar, dan duduk manis menunggu delivery belanjaan. Asyik kan?

  1. Belanja cermat dan hemat di momen spesial (sesuai kebutuhan).

Momen-momen spesial yang saya maksud di sini adalah masa-masa gajian (antara menjelang akhir bulan sampai dengan awal-awal bulan berikutnya), weekend, dan di hari-hari libur alias tanggal merah. Kenapa di momen tersebut? Karena di hari-hari itu biasanya banyak sekali diskon dan promo yang ditawarkan. Jadi, kita perlu aware dengan hari-hari spesial di sepanjang tahun karena di sana banyak peluang diskon besar-besaran. Hehehe… Jika sedang ada promo diskon, belilah lebih dari satu barang untuk persediaan bulan-bulan berikutnya (misalnya minyak goreng, susu, gula, dll). Lumayan kan bisa berhemat beberapa rupiah.

Jika tanggal tua datang menghampiri

Tidak perlu takut lagi ya karena di awal kita sudah saving money (2 juta) yang bisa dipakai saat ada keperluan mendadak seperti undangan-kondangan-bertubi-tubi, periksa kesehatan, atau mungkin ada barang habis pakai yang belum terbeli. Memang sih, kita jadi tidak bisa saving money di bulan tersebut, tapi mau bagaimana lagi, just in that case…

Bagaimana jika uang simpanan kita tidak cukup untuk memenuhi keperluan mendadak tersebut? Nah berikut ini kiat terakhir dari saya:

  1. Miliki Credit Card dan Berinvestasi pada Logam Mulia.

Jika kebutuhan kita masih bisa tercover dengan uang non-tunai, manfaatkan fasilitas kartu kredit yang kita miliki. Prinsip belanja hemat dan cermat harus tetap diterapkan dalam hal ini. Biasanya ada merchant-merchant tertentu yang bekerja sama dengan kartu kredit sehingga kita bisa mendapat potongan harga (tetep ya cari diskonan).

Read also:   Wajah Pelayanan Kesehatan di Indonesia Gara-Gara Ada BPJS Kesehatan

Jika kebutuhan kita mengharuskan ketersediaan uang cash, pergilah ke pegadaian untuk menggadaikan satu atau dua keping logam mulia yang kita miliki (disesuaikan nominal yang kita perlukan)

Point nomor 5 adalah kiat pamungkas a.k.a jalan terakhir yang akan saya tempuh kalau sudah dalam keadaan kepepet agar prinsip ‘tidak mudah berhutang pada orang’ tetap bisa saya pegang. Walau bagaimanapun, saya tetap harus bertanggung jawab atas konsekuensi dari pilihan saya.

Semoga kiat yang saya berikan bisa bermanfaat ya, setidaknya jangan ada kata lagi “Gajian cuma numpang lewat”. Aduuuh kasian 😛

 

 

Please follow and like me:

21 thoughts on “5 Kiat Berdamai dengan Tanggal Tua