Arisan Backlinks: Adya Pramudita sang Novelis dan Cerpenis yang Berbakat

Sudah hampir sebulan saya tidak update blog ini *tiup-tiup debu*, saya juga masih punya hutang yang harus dituntaskan yaitu menulis review salah seorang teman blogger (Punten Mba Adya, baru bisa publish tulisan ini sekarang, jangan dijitak yaa…).

Mengintip beberapa ulasan tentang Adya Pramudita, sekilas yang saya tahu adalah dia seorang novelis dan cerpenis. Di dunia blogging, Mba Adya mengakui kalau blognya yang dibuat sejak tahun 2013 itu lebih sering kosong daripada terisi (sama banget Mbaaa…). Bahkan pernah setahun blognya ndak diisi paska dia melahirkan (saya malah dua tahun vakum loh Mba). Awalnya, Mba Adya membuat blog untuk menyimpan hasil karyanya, dia tidak tahu kalau ternyata blog bisa di monetize (iih sama lagi, saya juga awal ngeblog cuma buat menuangkan isi pikiran dan curhat).

Apa sih karya-karya Mba Adya yang ingin di’rekam’ dalam blognya? Banyak! Passion terbesar Mba Adya adalah menulis fiksi, novel, dan cerpen. Saya takjub ketika melirik prestasi Mba Adya: Sudah ada 3 buah novel  (2 solo + 1 kolaborasi) yang diterbitkan dan beberapa cerpen pernah dimuat di majalah dan koran. Novel solonya berjudul “Menjeda” dan “Namaku Loui(sa)”, sedangkan judul-judul cerpennya antara lain “Sang Datuk” (cerpen ini memenangkan Green Pen Literary Award sebagai pemenang ke 2 pada tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Perhutani) dan “Pramanik” (cerpen ini membawa Mba Adya menjadi salah satu dari 9 orang penerima beasiswa Anitesa-Mizan di tahun 2013). Melalui beberapa cerpen, dia juga pernah ikut lokakarya cerpen Kompas tahun 2015 lalu.

Saat saya membaca beberapa paragraf tulisan fiksinya, saya jadi ikut terhanyut dengan alur sembari membayangkan setting ceritanya. Kesan puitis, romantis, dan membuat hati gerimis (tsaaah….), Mba Adya lihai dalam menuangkan diksi dalam kalimat-kalimatnya. Saya yang dulunya menyukai kalimat-kalimat romantis ala pujangga, serasa bernostalgia membaca kalimat dan bait puisi Mba Adya. Tapi cita rasa puitis saya harus diasah lagi karena memang sudah lama sekali saya meninggalkan dunia tulis-menulis dan perbloggingan.

Read also:   Sibling Rivalry: Kejutan Bagi si Nomor Satu

Di dalam blognya, ibu beranak tiga ini membagikan tips menulis yang sangat informatif (yang segera saya bookmark karena ada beberapa tips menarik tentang menulis novel, thanks Mba Adya). Di sela-sela kesibukannya saat ini, Mba Adya ingin bisa aktif nge-blog lagi tahun ini dan mulai melakukan pembenahan meskipun kendala gaptek membuat pembenahannya menjadi lama (sama lagi dengan saya nih mba, karena gaptek jadi blognya nggak rapi-rapi deh punya saya).

Lebih lanjut untuk mengenal karya Mba Adya, bisa langsung kunjungi blognya di www.adyapramudita.com. Untuk bersapa dengan Mba Adya bisa melalui FB: Adya Tuti Pramudita dan Twitter: @adyastory

Semoga Mba Adya sukses selalu dan cita-cita ingin punya grup membaca di kota Bogor bisa terlaksana ya Mba. Kalau butuh review-review novelnya, silakan lemparin novelnya ke saya, nanti saya coba review, hehehe.

Please follow and like me:

Comments

  1. yaa ampun saya kemana aja yaa kok yg mba eska baru kebaca hehe … maaf ya baru berkunjung. makasih review manisnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *