Arisan Backlinks: Shine Fikri si Mamah Muda Inspiratif

Dalam hidup, saya belum pernah terpikir sekalipun untuk menjadi ibu rumah tangga. Saya tetap ingin aktif dan produktif menggeluti bidang pekerjaan saya saat ini yaitu dunia riset. Itu pemikiran beberapa tahun lalu saat saya masih single dan sedang senang-senangnya bekerja, lebih tepatnya ketika saya belum menikah dan hamil. Kalau sudah punya anak nanti apakah saya akan tetap punya pemikiran sama? Entahlah, saya sedang mencari inspirasi dan referensi. Seliweran ulasan, curhatan, ‘pembelaan status’ antara working mom vs stay-at-home mom mulai terlintas kembali. Saya mencoba menimang baik-buruknya. Ah, akhirnya ya, terjebak juga dalam situasi galau itu. Hehehe.

Kali ini saya mendapat inspirasi dari seorang ibu rumah tangga muda dengan dua buah hati. Namanya Nur’aeni, tapi dia lebih dikenal dengan nama Shine Fikri. Saat bertemu dengan Shine di suatu acara blogger, dalam hati saya membatin “hadeuh, ribet amat bawa-bawa anak ya…”. Itulah komentar saya, komentar seorang calon-ibu-baru yang belum merasakan bagaimana rasanya ingin tetap produktif walaupun sudah memiliki ‘buntut-buntut’.

*elus-elus perut dulu ah*…

Beberapa bulan lagi saya pun akan ber-’buntut’, insyaAllah. Jalan mana yang akan saya tempuh nantinya? (Halah…). Apakah tetap menjadi seorang workaholic ataukah berubah pikiran untuk menjadi stay-at-home mom? Ah mari kita lupakan sejenak kegalauan itu, kita kenalan dulu lebih dekat dengan si Mba Shine ini, salah satu mahmud (mamah muda) yang bisa dijadikan percontohan mamah-muda-aktif.

Shine Fikri, si mahmud dengan background IT ini tertarik dengan dunia penulisan sejak duduk di bangku SMP dan berlanjut hingga SMA. Saat mewakili SMA-nya dalam lomba menulis surat untuk Bupati Subang, Shine mendapat juara. Pengalamannya ini menuntun dia berkenalan dengan Forum Lingkar Pena (FLP). Kekuatan networking-nya di FLP ‘menjerumuskannya’ berkenalan dengan penulis-penulis keren.

Read also:   Loyalitas di Balik Pintu Gerbang

FLP nampaknya telah membukakan jalan Shine untuk melaju lebih kencang lagi di dunia penulisan. Akhirnya Shine menjadi anggota aktif FLP Bekasi dan pernah aktif di kepengurusan dan menjadikannya sebagai sekretaris dan kepala sekolah pra-muda dan muda. Shine terus melesat di FLP dengan 10 buku antologi (kolaborasi) dan 1 buku solo yang telah berhasil ia terbitkan. Berbagai kejuaraan dalam dunia penulisan pun dia raih.

Keadaan kemudian berubah ketika itu… Dunia pernikahan, kehamilan, dan segara urusan rumah tangga seperti memberi jarak bagi seorang Shine dengan dunia penulisannya. Bisa dipahami, sebagai ibu rumah tangga muda memang harus banyak belajar me-manage waktu dan meningkatkan kekuatan multitasking-nya. Inilah fase yang sepertinya juga terjadi dengan diri saya. Iya betul, saya mulai memasuki fase ini dan kini saya sedang mencari jalan agar nanti saya tidak shock seperti yang Shine alami dulu: tidak ada aktivitas berarti, tidak ada karya, dan baby blues syndrome.

Akhirnya Shine mempunyai jalan keluarnya. Dengan bergelut kembali di dunia penulisan, dalam hal ini menjadi seorang blogger aktif, Shine merasa menemukan dirinya lagi yang sempat menghilang. Motivasi kuatnya saat itu adalah dengan melihat fenomena banyaknya ibu rumah tangga yang tetap aktif dan produktif menghasilkan karya di tengah kerepotan mengurus rumah tangga.

Bagi saya sendiri, bertemu dan berkenalan dengan kisah Shine seperti saya menemukan oase di tengah padang pasir tandus. Cerita Shine yang inspiratif ini membuat saya merasa ‘terobati’ di tengah kegalauan yang saat ini sedang melanda. Baik nantinya menjadi seorang wanita karir maupun ibu rumah tangga, dunia menulis tetaplah indah untuk tetap digeluti. Dengan tetap menulis dan berkarya, kita tetap bisa produktif sekalipun kita ‘hanya’ menjadi seorang stay-at-home mom.

Read also:   Pengalaman Melahirkan dengan "Gentle"

Berkunjunglah ke blog Shine Fikri. Blog dengan tagline a Dream Shine, Think Shine, Experience Shine ini bagi Shine sendiri seperti sebuah mantera yang jika dirapal terus menerus bisa menjadi sebuah kenyataan. Tulislah beribu mimpi di banyak lembaran kertas maka keajaiban akan datang.

Terima kasih mba Shine :). Jika teman-teman ingin berkenalan lebih jauh, silakan kunjungi alamat Shine berikut ini.

 

website : www.shinefikri.com
FB : Shine Fikri
Twitter : @shine_fikri
Instagram : shinefikri.fisabilillah

 

Please follow and like me:

Comments

  1. Wooww. . aku salah fokus malah terpesona sama kegalauan Mbak Eska :””D :p Jeng jeng jeng…. kita nantikan keputusan akhirnya~

    Btw akhirnya aku notice Mbak Shinecyang mana….
    Sama Mbak Eska, akupun sempat komen dalam hati. “Duhilee ribet nener yah bawa2 bocahe yg masih kecil bgt. Blm bisa anteng sendiri…”

    peace love n gaul yah Mbak Shine. Hehehhehe maafkeuuun

    1. eskaningrum says:

      Haha semoga nanti ada jalan terbaik.. *kemudian nerusin galaunya*. Iya ribet banget euy klo udah berbuntut ya. Apalagi klo krucils ga bisa diem, I can’t imagine lah

  2. teyosss says:

    hehe bumiiill.. ini juga jadi dilema aku 4tahun lalu pas Zara lahir.. let it flow aja.. kenali diri sendiri lebih nyaman dan akan lebih optimal gimana.. stay at home or working mom :))

    jangan lupa diskusikan juga dengan pasangan 🙂

    semaangat bumil smoga smua lancar yah 🙂

    1. eskaningrum says:

      Makasih momi ros untuk sharingnya. Ah selalu ya dilema itu ada. Semoga dan semoga nanti bisa ketemu jalan keluar terbaik. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *