Arisan Backlinks: Uchy Sudhanto, Story of an Animal Lovers

Something that doesn’t kill you will make you stronger.

Sebuah kalimat yang spontan saya lontarkan setelah membaca kisah hidup Uchy Sudhanto. Nama lengkapnya Qudsiyah Ahmad, sedangkan nama kerennya dari tahun 2010 adalah Uchy (nama panggilan saat kecil) Sudhanto (nama ayah). Nama beken ini sudah dipakai sejak Uchy terjun ke dunia radio announcer and producer. Iya, si neng geulis ini dulunya berprofesi sebagai penyiar radio dan MC walaupun sekarang Uchy tidak terlalu aktif lagi nge—MC.

Berkebalikan 180 derajat dari saya, Uchy is an animal lovers! Terutama untuk spesies anjing dan kucing. Uchy berfokus pada kesejahteraan hewan-hewan domestik, terbukti di rumahnya sekarang ada 20 ekor kucing dan 7 ekor anjing yang dia rawat bersama suaminya. Kucing-kucing dan anjing-anjing itu mereka pungut dari jalanan dan shelter. Beda banget deh sama saya. Kalau saya mah didekati kucing aja udah kabur duluan. Hihihi. Salut pokoknya dengan ketelatenan dan sifat penyayang binatang dari seorang Uchy. Terlebih lagi, saat saya tahu kalau ternyata kegiatan itu dia biayai dari kantong sendiri tanpa membuka donasi. Hal inilah yang membuat Uchy terus berpikir bagaimana caranya mendapatkan dana untuk biaya makan, obat-obatan, dan steril untuk semua kucing dan anjing peliharaannya. Akhirnya, tercetus ide untuk membuat project baru dengan nama Theta’s Projects.

Uchy saat akan live shooting di acara Curahan Hati Perempuan, TransTV

Theta’s Projects adalah sebuah blog yang mengutamakan edukasi dan sharing pengalaman Uchy dan suaminya dalam merawat kucing dan anjingnya sehari-hari. Saat ini, Theta’s Projects juga menjual merchandise yang dibuat desainnya oleh Uchy sendiri dengan bekal keahliannya di dunia otak-atik apikasi Photoshop. Oh ya, si penyayang binatang ini ternyata juga punya background IT loh jadi pantas saja kalau dunia komputer, pemrograman, dan web design sudah jadi makanan sehari-harinya.

Read also:   Pengalaman Melahirkan dengan "Gentle"

Kembali ke awal pembuka kalimat. Mengulik kisah hidup seorang Uchy, ternyata dia pernah menemui masa kelamnya sejak kepergian ibundanya saat Uchy berumur 6th. Singkat cerita, problematika kehidupannya sempat menyeret Uchy ke titik terendahnya hingga Uchy pernah melakukan self harm. Namun, perlahan kini Uchy bisa melalui itu semua, menjadi sosok yang lebih dewasa, bermetamorfosis menjadi seorang wanita tangguh dengan segudang kepiawaiannya. Uchy membagikan tips untuk para self harmers tentang bagaimana cara mengatasi perilaku menyimpang tersebut, yaitu salah satunya dengan memulai blogging. Ya, saya setuju sekali! Menulis memang bisa menjadi media katarsis untuk pelampiasan suasana hati. Dengan menulis, kita bisa menyalurkan emosi yang terpendam di dalam diri jadi semacam self healing atau mind therapy begitu lah.

Di awal tahun 2016 ini, Uchy mulai terpikir untuk serius membuat blog meskipun hobi menulisnya itu sudah dilakoninya sejak SMP. Bagi yang ingin bertandang dan mengenal lebih dekat dengan Uchy, silakan mampir ke www.uchysudhanto.com (pssttt, blog ini baru go public Mei 2016 lalu, masih fresh from the oven deh).

Get in touch with Uchy Sudhanto:
Facebook: http://facebook.com/itsuchysudhanto
Twitter: http://twitter.com/uchysudhanto
Instagram: http://instagram.com/uchysudhanto

 

Please follow and like me:

Comments

  1. Tya Napitupulu says:

    Keren ulasan Mbak Uchy! Salut dengan ketegaran Mbak Uchy hingga jadi seperti sekarang.

    http://www.tyanapit.com

  2. setuju banget mbak kalau menulis itu self healing atau mind therapy.. bahasa gaulnya curcol di blog.. hihihi terima kasih mbak eska atas profilenya.. ciamik deh! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *