Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu

Saya bekerja di salah satu pusat riset di kampus. Usai cuti melahirkan dan saya harus kembali ke rutinitas pekerjaan, hari pertama masuk kerja Halwa dititipkan di daycare. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu ninggalin dia di sana ya, campur aduk dan baper banget!

Saat saya masuk kantor dan berjumpa dengan Bapak-Ibu Profesor dan teman-teman, mereka menanyakan di mana anak saya. Saya jawab  “daycare”. Tahu apa respon mereka? Mereka kompak menasehati saya agar jangan titip Halwa di daycare, kalau memang saya belum punya asisten, bawa saja Halwa ke kantor. WOW! Saya bener-bener terharu diizinkan membawa bayi saya ke kantor. Ah rasanya bahagia dan bersyukur banget bekerja di lingkungan seperti ini, tempat yang sangat ramah dan bernuansa kekeluargaan.

Sejak saat itu, dimulailah hari-hari saya membawa Halwa ke kantor setiap hari hingga dia berusia 10 bulan. Saya cukup bahagia karena di saat working mom di Indonesia pada umumnya hanya punya waktu intens bersama anak selama 3 bulan saat cuti, saya punya waktu yang lebih panjang lagi. Tapi jangan salah ya, beban pikiran saya juga semakin bertambah. Continue reading “Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu”

Please follow and like me:

Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa

Akhir November kemarin saya mendapati satu email dari nama yang nggak asing buat saya, Ms. Willems. Saat saya baca emailnya, ternyata beliau “mengundang” saya untuk datang ke Program Short Course di Negeri Kincir Angin. Memang sudah menjadi impian saya untuk bisa menjejakkan kaki di Benua Eropa, khususnya untuk bersekolah di sana. Bahkan hal itu sudah menjadi resolusi saya dari tahun 2016 hingga sekarang. Namun, impian untuk mengambil studi master harus tertunda sementara waktu karena dalam perjalanan menuju impian saya itu, saya mendapat rejeki lain yaitu suami dan anak. Karena saat ini waktunya belum memungkinkan untuk saya studi overseas dua tahun, saya putuskan untuk mendaftar short course yang waktunya lebih singkat.

Bagi siapapun yang mengaku sebagai Scholarship Hunter, pasti ngerti banget hal-hal apa saja yang harus diperjuangkan untuk bisa bersekolah di luar negeri dan mendapat beasiswa. Tentunya ada dua hal penting yang jadi kunci utama: LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan dan beasiswa. Untuk mendapat satu dari kedua hal itu juga bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan baik dari segi waktu, biaya, energi, dan pikiran. Sebelum ke arah sana pun kita harus mengumpulkan banyak informasi tentang cara pendaftaran, deadline, persyaratan, pilihan program studi, funding, dll. Mungkin lain kali akan saya bahas mengenai hal ini ya. Continue reading “Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa”

Please follow and like me:

Film Chrisye: Mengupas Kisah Cinta, Cita, dan Religi

Hari ini H-1 penayangan perdana Film Chrisye di bioskop. Mungkin ada di antara kalian yang masih menimbang-nimbang, mau nonton nggak ya? Atau mungkin ada yang sudah apatis duluan dengan film Indonesia (duuh, jangan donk). Saya bukan fans Chrisye, yang saya tahu hanyalah Chrisye sang musisi legendaris dengan suaranya yang khas, lagu-lagunya yang tak lekang oleh zaman, dan gaya panggungnya yang kaku. Kalau saya pribadi, saat tahu film Chrisye akan ditayangkan, terbersit pertanyaan: “Kira-kira kisah apa yang mau diangkat di film ini ya? Apa kira-kira menarik atau justru membosankan? Jadi, perlu nggak saya nonton?”.

Yaah kalau hanya memprediksi saja sih nggak bakal nemu jawaban, tonton dulu donk baru bisa komentar. Beruntungnya saya berkesempatan untuk menghadiri undangan exclusive Gala Premier Film Chrisye di Epicentrum XXI Jakarta pada hari Jumat, 1 Desember 2017 lalu yang digelar oleh MNC Pictures bersama Vito Global Visi. Gala Premier yang dilanjutkan dengan Press Conference ini menghadirkan sang sutradara Rizal Mantovani, Ibu Damayanti Noor (istri almarhum Chrisye), jajaran aktor dan aktris pemeran: Vino G. Bastian, Velove Vexia, Ray Sahetapy, Andi Arsyil, Dwi Sasono, dan pemain pendukung lainnya. Tak hanya itu, di acara Gala Premiere ini turut hadir juga sejumlah pejabat, film maker, dan deretan musisi Indonesia.

Saya mau membagikan sinopsis yang saya dapat setelah menonton Gala Premiere, tenang saja, no spoiler kok.

Sinopsis Continue reading “Film Chrisye: Mengupas Kisah Cinta, Cita, dan Religi”

Please follow and like me:

Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan

Memasuki bulan Desember kali ini, saya excited menjelang liburan panjang di akhir tahun. Tiket kereta sudah ada di tangan. Kami sekeluarga berencana pulang kampung ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Kebumen. Sudah hampir setengah tahun saya tidak pulang ke kota kelahiran. Rencananya kami –saya, suami, dan baby Halwa– akan berlibur dari sebelum Natal hingga selesai Tahun Baru.

Jumat pagi, saya dan suami (Mas Ry) berjalan-jalan pagi bersama Halwa. Sudah menjadi kebiasaan kami saat libur untuk menyempatkan jalan-jalan di sekitar rumah. Apalagi, suasana pagi di kawasan Kampus UI Depok sangat cocok untuk berolahraga atau hanya sekadar menikmati udara segarnya. Pagi itu, saya bercerita kepada Mas Ry soal mimpi saya semalam tentang meninggalnya simbah kakung (kakek). Konon katanya, mimpi buruk pantang diceritakan. Mimpi buruk juga tidak boleh ditafsirkan karena tidak semua mimpi itu benar dan mimpi mungkin hanya bawaan perasaan atau bisikan hati. Namun, kali itu saya merasa perlu menceritakan perihal mimpi saya pada suami dengan tujuan untuk antisipasi seandainya hal itu sungguh terjadi.

Halwa (saat usia 1 bulan) bersama simbah buyut

Sejak sebulan terakhir ini simbah kakung memang kerap sakit-sakitan: mulai dari terjatuh di dekat sumur hingga kepalanya sakit, katarak yang hendak dioperasi, hingga kabar terakhir mengatakan simbah stroke karena terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga beliau harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari terakhir. Siang hari itu, terlepas dari firasat mimpi buruk saya semalam, saya mendapat kabar bahwa kondisi simbah kritis dan harus dirawat di ICU. Pikiran saya tidak tenang, doa selalu saya lantunkan memohon yang terbaik untuk simbah.

Continue reading “Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan”

Please follow and like me:

Rekreasi ke Waterbom PIK dengan Kupon Diskon BambiDeal

Menjelang weekend minggu lalu, saya ingin mengajak Halwa berenang. Biasanya kami berenang di waterpark dekat rumah yang HTM-nya 35.000 saat weekend. Kali itu saya ingin sekalian ajak Halwa jalan-jalan yang agak jauhan tapi tetap dengan harga murah. Hehe. Passss banget buka BambiDeal, ada diskon tiket masuk ke Waterbom Pondok Indah Kapuk (PIK) dari harga Rp 270.000 menjadi Rp 85.000. Wow banget kan? Kapan lagi dapat diskonan 69%. Setelah diskusi dengan Mas Ry, akhirnya kami putuskan untuk rekreasi ke Waterbom PIK. Continue reading “Rekreasi ke Waterbom PIK dengan Kupon Diskon BambiDeal”

Please follow and like me:

Yuk Konsumsi Telur, si Protein Hewani Padat Gizi

Setiap Ibu pasti pasti pernah menghadapi anaknya yang susah makan (GTM = Gerakan Tutup Mulut), tidak terkecuali saya, hehe. Badai GTM Halwa itu hilang timbul. Kadang dia lahap makan, tapi kadang ya gitu deh bisa masuk 5 suap aja alhamdulillah. Grafik pertumbuhan berat badannya selalu saya pantau, asalkan masih masuk range berat badan sesuai tahapan usianya sih saya tenang saja meskipun garisnya ada di batas bawah. Melihat fenomena nggak doyan makan seperti itu, saya jadi berpikir untuk memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang padat gizi. Susu? Ah dia nggak doyan susu formula atau UHT. Baru saya berikan akhir-akhir ini sih tapi reaksinya nggak terlalu happy.

Mencari bahan MPASI yang padat gizi, murah, dan gampang dijumpai sehari-hari sebenarnya tidak sulit, misalnya saja telur ayam. Beruntungnya di dekat rumah saya ada warungnya si Bang Udin yang superrr lengkap menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari. Warung yang hanya berjarak 10 langkah dari rumah saya ini menjual telur dengan kisaran harga 20-22 ribu per kilo. Nah di depan warung Bang Udin, ada yang jual ayam potong. Pokoknya bersyukur deh saya bisa mendapat bahan protein hewani dengan mudah untuk konsumsi keluarga.

Continue reading “Yuk Konsumsi Telur, si Protein Hewani Padat Gizi”

Please follow and like me:

Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi

Nggak terasa usia baby Halwa menjelang satu tahun. Dikaruniai anak yang sehat, pintar, lincah, pertumbuhan dan perkembangan sesuai tahap usia adalah hal yang patut disyukuri.

Flashback setahun lalu saat saya dan mas Ry hanya berduaan saja (tanpa keluarga) menghadapi persalinan, saat menegangkan di ruang bersalin, hingga masa setelah Halwa lahir. Namanya juga perantau, kudu mandiri donk Mak! Pengasuhan Halwa pun mostly ditangani saya dan Mas Ry.

Jauh-jauh hari sebelum Halwa lahir, saya melakukan beberapa persiapan “ilmu” untuk menghadapi situasi tidak-ada-yang-membantu-merawat Halwa, antara lain dengan membaca buku-buku pengasuhan dan perawatan bayi. Mengikuti Whatsapp grup support ASI Eksklusif, mengikuti seminar pre-natal, dll. Untuk apa? Biar nggak panik-panik amat pas punya bayi nantinya, Mak.

Seminggu setelah Halwa lahir, semua berjalan baik-baik saja tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah ya. Nah, saat Halwa berusia 2-3 minggu, mulailah kepanikan terjadi. Saat itu saya mendengar napas halwa bunyi “grok grok” kasar seperti ada yang menyumbat jalan napasnya. Meskipun tadi saya bilang sudah “persiapan ilmu” sebelum punya bayi, tapi tetap saja menghadapi realita itu lumayan bikin emak panik, he he he. Apalagi waktu itu Mas Ry sudah pergi ke kantor, saya hanya berdua saja dengan baby Halwa dan napas grok-grok-nya. Maju mundur mau periksa ke dokter anak sambil mikir: “Ini wajar nggak ya? Perlu ke dokter nggak ya?” (Ngaku deh, sebagian ibu yang baru punya satu anak pasti pernah begitu juga kan, panikan, bertanya-tanya anak saya begini wajar nggak, anak saya nggak poop berhari-hari wajar nggak, anak saya nggak mau nyusu maunya bobo mulu wajar nggak? Hehehe, begitulah ya emak baru).

Akhirnya saya cari tahu tentang napas grok-grok pada bayi. Saya tanya ke teman yang berprofesi dokter dan dia sudah lebih berpengalaman mengasuh 3 orang anak. Menurutnya, napas yang berbunyi tersebut disebabkan karena terdapat lendir di saluran napasnya dan ini umum terjadi pada newbon. Dia sarankan olesi transpulmin yang bisa dibeli di apotek dan sering-sering jemur Halwa pagi hari. Hari itu juga saya minta Mas Ry mampir apotek sepulang dari kantor. Beli si transpulmin yang dimaksud. Oh ya ternyata transpulmin ada dua macam, untuk anak di bawah 2 tahun dan di atas 2 tahun. Jadi, untuk Halwa saya beli Transpulmin BB (Balsam Bayi).

Untuk selanjutnya, Transpulmin BB ini selalu saya gunakan jika Halwa terindikasi batuk pilek (selesma / commom cold).

Continue reading “Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi”

Please follow and like me:

Tips Menulis Konten Reportase ala Blogger

Pernah nggak kamu merasa galau karena tulisan yang sudah kamu buat dengan sepenuh hati tapi nggak ada yang mampir mengunjungi blog kamu? Apalagi kalau tulisannya tentang reportase acara, boro-boro ye pada ninggalin komentar, dilirik pun enggak. Huhu. Miris.

Atau kamu termasuk mom blogger yang risau karena nggak pernah bisa dateng ke event kaya blogger-blogger kekinian lainnya? Merasa kurang mingled dengan sesama blogger ? Tossss. Sama tuh sama yang selalu merasa riweuh sama urusan anak sehingga nggak sempet posting update blogpost.

Nah kalau kamu punya ciri-ciri seperti yang saya bilang di atas, simak di sini ya saya mau bagiin ilmu dari acara yang saya ikuti kemarin. Saya merasa beruntung banget nih dapet kesempatan ikutan acara The Power of Content yang diadakan oleh IFB. Di sini saya nemu jawaban dari kegalauan saya menghadapi kendala dalam blogging.

“The Power of Content” Event

Acara The Power of Content yang diselenggarakan oleh Indonesian Female Blogger (IFB) bekerja sama dengan Indonesian Social Blogpeneur (ISB). Worth it banget buat saya ikutan acara yang diselenggarakan di Kanawa Coffee & Munch di kawasan Senopati pada Sabtu, 13 Mei 2017. Mungkin setelah lahiran 7 bulan lalu, ini adalah event blogger pertama yang saya datangi, tentunya saya datang dengan para “pengikut” (Mas Ry dan Baby Halwa).

Di event ini saya ketemu lagi dengan blogger kondang yang jadi host acaranya yaitu Mayo (Yonna Kairupan) pakar MUA yang kenalannya para selebritis itu loh, yang suka ngedandanin orang jadi kaya zombie, yang youtubers ngehits, yang juga adalah foundernya IFB. Udah pada tahu donk ya sama emak cakep satu ini. Saya ketemu pertama kali sama Mayo di acara Fun Blogging di Jakarta.

Selain Mayo, saya juga ketemu lagi sama dokter sekaligus beauty blogger kece yang kononnya punya pageviews lebih dari 6000 per hari. Amazing kaaann…. Dia adalah Mba Amanda Anandita, temen arisan backlinks saya. Pertama kali ketemu dia pas acara ID BlogHolic di Dilo Bogor.  Di sini Mba Amanda sharing bagaimana dia meniti karir pencapaian PV setinggi itu. Rahasianya adalah blog yang dia tulis fokus hanya di niche seputar kecantikan sehingga orang-orang yang googling tentang tips seputar make up, kosmetik, kecantikan bisa menemukan banyak ulasan dan info di blognya.

Nah, selain kedua blogger yang sudah saya kenal itu, saya kenalan juga sama blogger lucu yang lebih familiar disebut Nyonya Malas (hello kemana aja masa baru kenal sama newly mom satu ini siiih), dia adalah Emanuella Christianti (Ella). Mba Ella yang baru melahirkan bayi Gayatri 4 bulan lalu bercerita tentang rahasia ngeblogging dan memenangkan lomba blognya. Mau tau apa? Jawabannya: rajin-rajinlah kepo. Kekepoannya itu membuat dia jadi ingin tahu segala hal, mencari referensi dari berbagai sumber sehingga akhirnya membuahkan tulisan yang lengkap. Inspiratif kan mak?

Ini nih narasumber yang ditunggu-tunggu, blogger famous yang humble banget, nggak pelit bagi ilmu, yang sudah melanglangbuana kemana-mana, yang pokoknya mah kebangetan kalau nggak kenal sama teh Ani Berta. Ini kali kedua saya ketemu teh Ani, pertemuan pertama pas di Fun Blogging dia jadi pengisi acara juga. Kiprah teh Ani di dunia blogging diawali dari menjadi volunter content writer di Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Pada akhirnya dari keikhlasan dan keuletannya, teh Ani bisa ngehits dan mendapat banyak berkah dari hobi ngeblognya. Yuk langsung simak ya siraman ilmu dari mastahnya di infografis di bawah ini.

 

Nah, dalam sesi tanya jawab, saya menanyakan kendala yang saya temui dalam membuat blogpost. Klasik sih kendalanya, hehe, yaitu soal waktu, teknis menulis, dan konsistensi menulis. Si NyonyaMalas menginspirasi saya dengan memberikan kuncinya yaitu membuat draft kapan saja, pun saat lagi nyusuin bayinya. Oleh karena itu dia yang abis lahiran sudah bisa aktif lagi nih update isi blognya. Kalau dia bisa, saya juga bisa donk ya harusnyaaa….

Mayo juga memberi ide nih kalau kita ingin break the limits atau selangkah lebih maju, kita harus punya niat kuat untuk berubah. Caranya?

  1. Lakukan hal yang impossible, yang menurut orang lain nggak mungkin ya kita kerjakan aja.
  2. Berikan timeline lalu lakukan evaluasi

Mayo ngasih contoh ketika dia bikin challenges #90daysMakeupChallenges. Ternyata si NyonyaMalas juga kemarin bikin challenges tentang 30 mitos pada bayi. Naah dari sini saya jadi terinspirasi mereka untuk bikin hastag sendiri yang tujuannya buat semangatin diri sendiri nih.

Kalau kalian sendiri, kira-kira kendala dalam blogging apa sih dan solusinya gimana? Boleh donk dishare yaaa…

Please follow and like me:

Heart of Spora: Menjadi “Spora” Kebaikan

Desa Grenggeng telah menjadi pemasok terbesar produk anyaman pandan setengah jadi (complong) di Indonesia sejak ratusan tahun silam. Data menunjukkan bahwa 60% dari 2.046 Kepala Keluarga di Desa Grenggeng bermatapencaharian petani dan penganyam pandan. Namun, potensi tersebut belum mampu menuntaskan kemiskinan di Desa Grenggeng. Hal ini disebabkan karena pengepul oportunis yang berperan menyalurkan hasil complong ke pembeli besar telah melakukan praktik perdagangan yang tidak adil. Pengepul memberikan sejumlah pinjaman kepada pada pengrajin anyaman pandan dan pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam bentuk complong dengan harga di bawah harga pasar. Sistem perdagangan ini sangat merugikan para pengrajin di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Melalui “Heart of Spora” (HoS), putra daerah pun akhirnya tergerak untuk membantu membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat di Desa Grenggeng. Mereka percaya bahwa setiap desa di Indonesia memiliki potensi untuk membuat masyarakatnya mandiri secara finansial hanya dengan sedikit uluran tangan. HoS hadir sebagai social enterprise yang bergerak di bidang kerajinan lokal. Founder dan sekaligus CEO pertama Heart of Spora, Tiara Deysa Rianti, adalah sosok energik yang memiliki passion dalam bidang social enterprise. Beruntung sekali saya bisa mengenal dan melakukan sedikit wawancara dengan Tiara untuk dijadikan bahan reportase.

 

 

Berkenalan dengan Heart of Spora (HoS)

HoS didirikan pada 21 Juli 2015 oleh sekumpulan putra daerah yang peduli terhadap nasib para pengrajin lokal. Nama “Heart of Spora” sendiri terinspirasi dari filosofi spora tanaman yang dapat memberikan harapan baru bagi lingkungan yang tandus. Harapan ini berasal dari ketulusan hati yang dapat menebarkan manfaat bagi para pemuda dan pengrajin lokal agar lebih berdaya.

Umum diketahui, pengrajin lokal yang hidup di bawah garis kemiskinan dan lapangan pekerjaan yang terbatas di desa menjadi sebab terjadinya arus urbanisasi. Banyak pemuda pergi meninggalkan kampung halamannya demi mendapat pekerjaan yang menjanjikan. Hal inilah yang menjadi cikal bakal visi dan misi dibentuknya HoS.

Source: Fan Page Heart of Spora

Visi yang diusung oleh HoS adalah Qualified product for better quality of life, sedangkan misi yang hendak dijalankan antara lain (1) Menggerakkan pemuda, terutama para pemuda daerah untuk turut mengembangkan daerahnya dengan memaksimalkan kearifan lokalnya, (2) Membuat masyarakat mandiri secara finansial serta mudahnya akses pendidikan dan kesehatan, dan (3) Mengkampanyekan 4 people power untuk berkontribusi bagi siapapun, yaitu: Donation, Volunteering, Sharing, dan Shop with us. Misi HoS tersebut nantinya akan dituangkan melalui koperasi dan yayasan.

 

Desa Grenggeng, Salah Satu Mitra Binaan HoS

Seperti sudah disinggung di awal tadi bahwa potensi besar yang dimiliki oleh Desa Grenggeng dengan produksi anyaman pandannya belum mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi warga Desa Grenggeng.

Melalui banyak kunjungan dan studi lapangan dari tim kami, ternyata masalah yang timbul disebabkan oleh ketidakadilan perdagangan oleh para tengkulak dan terbatasnya akses pasar dan permodalan,” kata Tiara, Founder HoS.

Harapan yang ingin dicapai oleh HoS di Desa Grenggeng adalah terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Desa Grenggeng. Langkah yang dilakukan yaitu melalui sistem perdagangan yang adil antara produsen dan konsumen dan menyediakan lapangan pekerjaan/ usaha baru bagi masyarakat.

Produk-produk Anyaman Pandan Desa Grenggeng (Source: Fan Page Heart of Spora)

 

HoS mengawali kegiatannya berkolaborasi karya dengan KUP Margo Rahayu Grenggeng pada Bulan April 2015, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim internal dan sosialisasi program pemberdayaan HoS di Desa Grenggeng. HoS juga berkolaborasi dengan komunitas di Kabupaten Kebumen. Selain itu, pelatihan desain produk juga diberikan oleh tim HoS kepada warga Desa Grenggeng.

Tidak berhenti pada pemberdayaan masyarakat saja, berbagai kegiatan semacam expo baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional diikuti oleh HoS sepanjang tahun 2015-2016, seperti Bootcamp SE DBS Foundation & UKM Center UI;  Pesta Kriya 2015 Kebumen Expo; Pameran INACRAFT JCC; dan Pameran Gramedia. Pada Bulan Juli 2016, HoS terpilih sebagai 15 Social Enterprise Terbaik UnLtd Indonesia dan selanjutnya mendapatkan pendampingan dan mentoring bersama UnLtd Indonesia, uji pasar, dan kontrol kualitas.

 

Sosialisasi Kegiatan HoS

Target penerima manfaat dari pembinaan oleh HoS yaitu sebanyak 15.000 pengrajin anyaman pandan di Kabupaten Kebumen dan kaum muda lokal pencari kerja. Target sasaran lainnya yaitu masyarakat Kebumen, Pemda Kebumen, pemerhati sosial budaya, kaum muda yang tertarik dengan kegiatan sosial, budaya, industri kreatif, dan kearifan lokal.

Sosialisasi yang dilakukan kepada kelompok-kelompok binaan dilakukan secara langsung melalui tatap muka. Sementara itu, sosialisasi ke masyarakat umum dikenalkan melalui media online maupun offline, pameran-pameran, kompetisi, dan forum komunitas. Sosialisasi ke pemerintah dilakukan melalui advokasi Pemda dan SKPD terkait.

 

Peran Penting Media Digital dan Internet

Di era modern seperti sekarang ini, internet memiliki peranan penting dalam berbagai aspek. Hampir setiap harinya kebutuhan penggunaan internet tak pernah luput dari kehidupan kita. Begitu pun dengan HoS, untuk mendukung kegiatan-kegiatannya, internet berperan dalam membantu  menyebarluaskan campaign dan mengkomunikasikan ide dan program Hos pada masyarakat luas.

“(Peran media digital) cukup penting untuk membangun branding dan mengkomunikasikan program-program HoS kepada publik, terutama program-program campaign,” tutur Tiara.

Saat ini, dengan kecanggihan teknologi internet 4G LTE, berselancar di dunia maya semakin cepat sehingga lebih memudahkan dan mendukung pekerjaan yang butuh media internet. Melalui teknologi tersebut, kerajinan anyaman pandan Desa Grenggeng dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya kerajinan anyaman pandan bisa mendunia. Tentu saja ini tak lepas dari peran tim kreatif HoS yang tidak pernah kehabisan ide untuk share segala kegiatan, produk, dan program campaign melalui berbagai media sosial.

Cita-cita HoS

Masih banyak cita-cita yang ingin dicapai oleh HoS. Belum lama ini, HoS membentuk koperasi untuk bahan baku. Ke depannya, HoS ingin memasuki produksi produk jadi yang lebih inovatif dan menyiapkan sistem dan SDM untuk  wisata edukasi anyaman pandan. Namun, yang paling utama, HoS ingin meningkatkan kesejahteraan pemuda dan pengrajin. Langkah yang akan ditempuh yakni melalui yayasan dan koperasi dengan 3 tahapan: 1) Melatih keterampilan dan etika kerja, 2) Membuka akses dan jaringan untuk pemasaran dan distribusi. 3) Memberi akses permodalan untuk menumbuhkan lapangan usaha baru.

 

Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta. Indonesia baru akan bercahaya karena lilin-lilin di desa. –Mohammad Hatta

Belum genap dua tahun usia HoS tetapi kebermanfaatannya sudah dapat dirasakan oleh para mitra binaan pada khususnya. Salut untuk tim Heart of Spora yang selalu bersemangat menebar kebermanfaatan kepada masyarakat luas. Tidak banyak loh, pemuda-pemudi berprestasi dari almamater ternama yang mau “Mbalik Deso, Mbangun Deso” (Pulang Kampung, Membangun Kampung). Tidak banyak, tetapi pasti ada, dan Heart of Spora adalah buktinya.

Bagi yang ingin mengetahui tentang HoS lebih lanjut, bisa langsung kunjungi akun medosnya ya:

Fan Page FB: Heart of SPORA

Website: www.heartofspora.co.id

IG: @heartofspora

Source: Fan Page Heart of Spora

 

Please follow and like me:

Kiat Cantik dan Sehat selama Berpuasa

Bulan ramadan sudah berjalan dua-per-tiga waktunya, semoga para bunda masih tetap semangat menjalani bulan penuh hikmah ini hingga akhir nanti ya. Lemes saat berpuasa? Sudah pasti! Apalagi untuk para bunda yang aktivitasnya luar biasa padat. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Kiat Cantik dan Sehat selama Berpuasa.

Materi ini saya dapatkan saat saya menghadiri talkshow acara ABC (Andalan Bunda Cerdas) pada Sabtu, 25 Juni 2016 di Gedung Dakwah MUI, Depok. Di acara ini, hadir dua narasumber keren yaitu dr. Nanny Djaja Sp.GK dan Artika Sari Devi (mantan Puteri Indonesia). Yuk disimak kiat-kiatnya.

 

Asupan Makanan dan Cairan

Ketika berpuasa, pola makan kita berubah. Dari yang biasanya makan tiga kali sehari: pagi-siang-sore. Kini, kita makan dua kali saja: buka dan sahur (itu pun kalau sahurnya nggak telat bangun ya? Hehehe). Untuk itu, asupan makan selama buka dan sahur harus benar-benar diperhatikan dengan tujuan agar selama berpuasa kita bisa menekan rasa lapar, meningkatkan cairan tubuh yang berkurang selama puasa, termasuk juga untuk mencegah kulit kering.

Menurut dr. Nanny Djaja Sp.GK, untuk pilihan karbohidrat kita bisa mengganti beras putih dengan beras merah karena beras merah mengandung serat yang tinggi sehingga bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Bagi yang tidak terbiasa makan beras merah atau mungkin nggak doyan, bisa disiasati dengan mengkombinasikan beras merah dan beras putih. Tips memasak beras merah: beras merah direndam terlebih dahulu sekitar 10 menit, lalu dimasukkan ke dalam rice cooker agar rasanya lebih enak dan empuk.

Nah, untuk pilihan protein, kita bisa memilih tahu dan tempe tapi mengolahnya sebaiknya jangan digoreng ya. Tahu dan tempe bisa dibikin sup, pepes, semur, dll. Selama berpuasa sebaiknya kita memang menghindari terlalu banyak makanan gorengan. Kenapa? Untuk bisa mencerna gorengan menjadi energi, tubuh kita memerlukan lebih banyak oksigen. Jadi, misalnya kita berbuka atau sahur dengan gorengan, setelahnya kita bisa cepat mengantuk karena tubuh kekurangan oksigen.

Pilihan menu saat berbuka puasa dianjurkan makanan yang manis agar bisa cepat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh kita. Makanan manis yang dianjurkan misalnya kurma, madu, dll.

Tips untuk Ibu Hamil

Bagi ibu hamil diperbolehkan menjalani puasa selama kondisi ibu dan janin memungkinkan. Untuk ibu hamil yang berpuasa, dianjurkan untuk memilih buah-buahan yang banyak mengandung air. Pepaya sangat baik untuk bisa menetralisir asam lambung yang meningkat.  Selain itu, konsumsi juga sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Untuk menu lauk-pauk, bisa dipilih tahu, tempe, ikan, dll.

Mengonsumsi kacang hijau juga sangat disarankan, asalkan jangan terlalu banyak santannya ya. Dr Nanny memberikan tips cara memasak kacang hijau agar zat gizinya tidak hilang. Caranya, saat air mendidih, masukkan kacang hijau hingga bergolak kurang lebih beberapa menit. Ketika air rebusan sudah berwarna hijau, matikan kompor dan ambil air tersebut. Air rebusan kacang hijau itulah yang banyak mengandung vitamin B dan baik untuk dikonsumsi.

Kesehatan Kulit

Pemilihan asupan makanan juga bertujuan untuk meningkatkan cairan tubuh yang berkurang selama puasa, termasuk juga untuk mencegah kulit kering. Khusus untuk kulit rambut, penggunaan shampo saja tidaklah cukup. Diperlukan perawatan lainnya dengan conditioner untuk mengurangi kerontokan dan menjaga kelembapan kulit.

Untuk kesehatan kulit wajah, khususnya untuk mengatasi masalah kulit kering, gunakan moisturizer dan krim malam agar kulit wajah tetap lembab. Jika timbul jerawat di badan, kita perlu menggunakan sabun khusus dan sebaiknya mandi menggunakan air dingin.

Kebutuhan Jam Tidur

Lebih lanjut, dr. Nanny menjelaskan bahwa dalam ilmu kedokteran, tidur merupakan suatu hal yang penting untuk proses regenerasi sel tubuh. Sesibuk apapun kita, kebutuhan tidur harus tercukupi minimal 6-7 jam sehari. Tentunya durasi tidur berbeda-beda sesuai usia ya. Untuk anak dibutuhkan  8-9 jam, dewasa sekitar 7 jam, dan lansia pola tidurnya semakin singkat yaitu sekitar 5-6 jam.

Jika memang kita punya waktu untuk tidur siang, sebaiknya manfaatkan dengan baik kesempatan itu. Cukup 1 jam saja tidur berkualitas di siang hari bisa menggantikan kebutuhan 3 jam tidur di malam harinya.

Agar tetap Cantik

Selain tips yang sudah dipaparkan di atas, Mba Artika Sari Devi menambahkan tips agar tetap tampil cantik selama berpuasa. Kuncinya adalah sebagai wanita yang mempunya multi-peran (sebagai ibu, istri, diri sendiri), jangan lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Selain itu, kita juga perlu kurangi mengeluh, dan banyak bersyukur agar kita tetap bahagia.

Artika Sari Devi berselfie bareng pasukan merah

 Semoga dengan kiat-kiat di atas, bunda bisa bertambah wawasan dan semakin cerdas ya. Saya sangat beruntung mendapat undangan dari Kumpulan Emak2 Blogger dan bisa menghadiri langsung acara seru ABC. Selain talkshow dan sesi diskusi tanya-jawab yang menggugah antusiasme para peserta, acara tersebut juga bertabur banyak hadiah yang pastinya dinanti-nantikan oleh para peserta (yang kebanyakan adalah emak-emak). Keseruan acara ditambah dengan adanya photo contest dan lomba kreasi hijab, serta banyaknya doorprize yang dibagikan dari awal hingga akhir acara. Peserta yang menggunakan dress-code merah terlihat sangat kompak dan antusias mengikuti keseluruhan acara ABC.

Artika Sari Devi bersama pemenang lomba kreasi hijab
Kumpulan Emak2 Blogger in action

Andalan Bunda Cerdas

Acara yang bertajuk Kiat Cantik dan Sehat selama Berpuasa ini diselenggarakan oleh Andalan Bunda Cerdas (ABC). ABC adalah sebuah program kerja sama antara Alfamart dan P&G yang khusus diciptakan untuk membantu Bunda agar semakin cerdas di dalam mengurus rumah tangga sehingga menjadi bunda, istri, dan bunda rumah tangga yang sempurna bagi keluarga.

ABC didesain untuk menjadi sahabat dan partner andalan bunda yang akan selalu menyediakan

  • Informasi, tips, dan artikel penting dan bermanfaat seputar kecantikan wanita, kesehatan, keluarga, dan dunia si kecil.
  • Produk-produk berkualitas yang menjadi andalan bagi seluruh keluarga
  • Promosi-promosi menarik dan hadiah seru

Bagi para bunda yang ingin mengikuti program ABC, bisa langsung klik website Alfamartku di http://www.alfamartku.com/andalan-bunda-cerdas/. Isikan nama dan nomor hp bunda, pilih produk yang ingin dibeli. Tunggu sebentar, lalu bunda akan mendapatkan SMS A-voucher berupa potongan harga produk P&G.

Untuk menghubungi call center ABC, bisa di line (021) 1500.959 kemudian tunggu pilihan dan tekan angka 4. Call center ini bisa dihubungi dari telpon rumah atau ponsel.

 

Please follow and like me: