Go Mukena Bersih: berawal dari ide sederhana

Apabila datang Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu (Al-Imam Bukhari ramimahullahu).

Bulan ramadhan menjadi suatu kerinduan tersendiri bagi insan beriman. Kehadiran bulan penuh berkah ini disambut dengan segenap suka cita karena banyaknya keutamaan yang dijanjikan. Umat muslim berlomba meraih pahala di bulan penuh kebaikan ini, baik melalui kesibukan berpuasa, bercengkerama dengan Al-Qur’an, maupun ibadah-ibadan lainnya. Semua dilakukan untuk meningkatkan derajat ketakwaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Masih dalam rangka meraih keutamaan-keutamaan di bulan suci ini, Rina Nur Oktaviana, tidak mau ketinggalan untuk menebar kebaikan. Nae, sapaan akrab Rina, memiliki ide sederhana: menyumbangkan mukena-mukena bersih dan layak pakai ke mushola di sekitar tempat tinggal. Nae mengajak teman-temannya agar rajin menyisihkan uang Rp 5.000 per minggu untuk membeli mukena. Jika uang sudah terkumpul, mereka belikan mukena kemudian mereka berikan ke beberapa mushola yang masih kekurangan mukena bersih.

Siapa yang menyangka, berawal dari ide sederhana seorang Nae dan diiringi komitmen 9 orang teman-teman Nae, mereka membuat Gerakan Go Mukena Bersih yang kini mulai dikenal khalayak ramai. Gerakan ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi-donasi, baik dalam bentuk mukena maupun dana, yang nantinya akan dibelanjakan mukena-mukena dan disumbangkan ke berbagai mushola dan masjid yang membutuhkan.

Eksistensi Gerakan Go Mukena Bersih menginjak tahun keduanya di bulan penuh berkah tahun ini. Kegiatan yang pada ramadhan tahun lalu hanya ditargetkan di Kampung Pemulung Cipayung, Depok kini sasarannya meluas hingga ke wilayah Jabodetabek lainnya, termasuk juga mushola di stasiun-stasiun kereta, terminal, mall, dan tempat-tempat yang menjadi titik keramaian massa. Sumbangan mukena yang datang pun seperti tiada hentinya. Jika menengok laporan donasi Gerakan Go Mukena Bersih, per 11 Juli 2014 terkumpul sebanyak 145 buah mukena dan total sumbangan dana sebesar Rp 10.490.119. Wow! Angka yang sangat di luar dugaan.

Read also:   Kekonyolan di TOL

“Awalnya, kami bersepuluh menyisihkan uang Rp 5000 setiap minggunya, lalu kami belikan mukena kalau uang sudah terkumpul. Kemudian kami berpikiran untuk mengajak teman-teman lainnya. Kami sebarkan info lewat grup BB dan Whatsapp. Alhamdulillah, kami nggak nyangka respon orang-orang begitu positif dengan kegiatan kami. Banyak yang menyumbang mukena-mukena baru, ada juga yang menyumbang mukena bekas layak pakai, dan beberapa donatur juga menyumbang dalam bentuk uang” tutur Nae dalam obrolan hangat kemarin sore.

 

Mukena-mukena yang dikumpulkan dari donatur kemudian dijahitkan logo “Go Mukena Bersih” sebelum disebarkan ke mushola-mushola.

20140717_170545
Logo Go Mukena Bersih yang dijahitkan pada mukena sebelum disumbangkan ke mushola

 

Beberapa waktu lalu, salah satu stasiun TV nasional juga menyiarkan liputan kegiatan ini

Kemarin sore, 17 Juli 2014, saya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Nae di rumahnya –yang penuh dengan mukena sumbangan pastinya- 😀

20140717_170645
saya (kiri) dan Nae (kanan)
20140717_170554
mukena-mukena baru yang disumbangkan oleh para donatur
20140717_170609
mukena bekas layak pakai
20140717_170813
kondisi ruang tengah rumah Nae yang dipenuhi sumbangan-sumbangan mukena

 

Nae benar-benar menginspirasi ramadhan saya kali ini. Keuletan dan kegigihannya bersama teman-temannya untuk berdakwah dan menebar kebaikan patut dicontoh. Bermula dari ide sederhana yang kemudian dia ajak orang lain untuk turut berpartisipasi dalam kebaikan. Ah iya, bukankah benar bahwa segala hal besar selalu diawali dari langkah kecil?

Semangat dan kebaikan itu menular dan bergulir bak bola salju, sedikit demi sedikit jika dilakukan terus menerus akan membuahkan kebermanfaatan. Jadi, jangan ragu untuk melakukan hal-hal kecil yang bernilai kebaikan. Jika sudah berniat melakukan suatu hal yang baik, kita harus segera melakukannya. Bisa jadi kebaikan tersebut hanya menjadi jatah kesempatan di masa lalu, sedangkan nanti ataupun esok mungkin hanyalah milik harapan dan ketidakpastian.

Bagi pembaca yang kebetulan berada di wilayah Jabodetabek dan kebetulan mengetahui di sekitar tempat tinggalnya masih ada mushola/langgar/masjid yang kekurangan mukena, bisa diinformasikan ke saya. Kebetulan Nae sedang memerlukan banyak volunteer untuk menyebarkan mukena-mukena hasil sumbangan donatur yang jumlahnya membludag dari hari ke hari (alhamdulillah….. :D). Atau barangkali ada yang tertarik untuk berpartisipasi menjadi donatur? Kami akan senang hati menerima bantuan dari pembaca sekalian yang ingin mendonasikan mukena baru, mukena bekas, atau berupa uang tunai (100% akan kami belikan mukena). Untuk keterangan lebih lanjut silakan buka tautan ini.

Read also:   Arisan Backlinks: Mengenal Sosok Penuh Gairah "Prita Hw", Aktivis Penggerak Literasi dan Pendidikan

Mumpung masih dalam suasana Ramadhan, yuk beramal baik 🙂

Bersama Kita Sebarkan Kebaikan dengan #SemangatBerbagi. Ikuti acara puncak Smarfren #SemangatBerbagi tanggal 19 Juli 2014 di Cilandak Town Square Jakarta.

 

Acknowledgement:

Saya baru menulis ini selepas sahur pagi tadi, deadline hari ini nih…hehehe. Kebetulan saya baru mengenal Nae dua hari lalu melalui teman saya. Malam itu saya bertemu teman saya selepas taraweh di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Depok. Teman saya mengajak saya untuk menjadi volunteer kegiatan Go Mukena Bersih ini. Kemudian saya berkunjung ke rumah Nae kemarin sore untuk mengambil mukena, saudara-saudara… iya jadi foto-foto itu baru saya dapatkan kemarin sore dan tulisan ini fresh from oven banget! Yuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

ALHAMDULILLAAAH….. TULISAN INI BERHASIL MENJADI JUARA 1 DALAM KONTES SEMANGAT BERBAGI BLOG EMAK GAOEL BERSAMA SMARTFREN 🙂 🙂 🙂

Please follow and like me:

Comments

  1. Masih muda tapi idenya brillian

    1. eskaningrum says:

      betul mak, semangatnya patut dicontoh: melakukan hal kecil untuk kebaikan.
      terimakasih sudah mampir Mak Ika 😀

  2. indahjuli says:

    Saya ngikutin nih gerakan Mukena Bersih ini, salut dengan orang-orang di belakang gerakan ini.
    sukses untuk lombanya ya 🙂

    1. eskaningrum says:

      Wah mak Ijul juga join dengan gerakan ini, salut mak. Kalau saya baru aja tau 2 hari lalu nih.

      Oke terimakasih banyak sudah mampir mak, semoga tulisan ini bisa menginspirasi. 🙂

  3. hildaikka says:

    Saya pernah baca liputannya di koran Jawa Pos. Sudah lama sekali kok. Berarti memang sudah lama ya komunitas ini. Tetap istiqomah ya. 🙂

    1. eskaningrum says:

      Kalau tidak salah, memang gerakan ini sudah ada pendahulunya. Namun, untuk yang di kalangan mahasiswa/alumni baru bergerak sejak tahun lalu Mba, usianya baru 2 tahun. 🙂

  4. Emak Gaoel says:

    Assalamu’alaikum…
    Terima kasih sudah berbagi cerita inspiratif ini, ya!
    Good luck! ^_^
    Emak Gaoel

  5. aksara says:

    assalamu’alaikum wr.wb mau tanya ka, kami dari mahasiswa UIN jakarta sedang melaksanakan KKN di daerah Tangerang. Dan kami membutuhkan mukena untuk disumbangkan ke musola atau masjid sekitar daerah kkn kami. Apa bisa kami bekerjasama dengan gerakan go mukena bersih ini?

    1. eskaningrum says:

      Waalaykumussalam mohon maaf baru balas. Kegiatannya dimulai kapan kalau boleh tahu?coba nanti saya komunikasikan ke teman saya ya apakah masih ada mukena2 yg bisa dibagikan

  6. Aku juga terkesan ama gerakan seperti ini, mba. Menebar kebaikan 🙂

    1. eskaningrum says:

      doakan semoga bisa terus kontinyu ya mba 🙂

  7. Lucu desain logonya.

    1. eskaningrum says:

      terimakasih mba dewi 🙂

  8. Hai Mbak, assalamuallaikum. Meninggalkan jejak yaa… Wah suka ada gerakan kyk gini, krn bbrp mushola umum mukenanya kurang terawat. Sukses ya 🙂

    1. eskaningrum says:

      waalaykumussalam mba April… iya betul saya juga agak gimana gitu kalau mau pake mukena di tempat-tempat umum. mending bawa sendiri. makasih sudah mampir mba 🙂

  9. Waaahh keren banget ide Go Mukena Bersih ini. Semoga bisa menginspirasi dan membantu banyak muslimah lainnya ya Eska 🙂

    1. eskaningrum says:

      terima kasih apresiasinya mba, semoga programnnya bisa berkelanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *