Heart of Spora: Menjadi “Spora” Kebaikan

Desa Grenggeng telah menjadi pemasok terbesar produk anyaman pandan setengah jadi (complong) di Indonesia sejak ratusan tahun silam. Data menunjukkan bahwa 60% dari 2.046 Kepala Keluarga di Desa Grenggeng bermatapencaharian petani dan penganyam pandan. Namun, potensi tersebut belum mampu menuntaskan kemiskinan di Desa Grenggeng. Hal ini disebabkan karena pengepul oportunis yang berperan menyalurkan hasil complong ke pembeli besar telah melakukan praktik perdagangan yang tidak adil. Pengepul memberikan sejumlah pinjaman kepada pada pengrajin anyaman pandan dan pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam bentuk complong dengan harga di bawah harga pasar. Sistem perdagangan ini sangat merugikan para pengrajin di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Melalui “Heart of Spora” (HoS), putra daerah pun akhirnya tergerak untuk membantu membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat di Desa Grenggeng. Mereka percaya bahwa setiap desa di Indonesia memiliki potensi untuk membuat masyarakatnya mandiri secara finansial hanya dengan sedikit uluran tangan. HoS hadir sebagai social enterprise yang bergerak di bidang kerajinan lokal. Founder dan sekaligus CEO pertama Heart of Spora, Tiara Deysa Rianti, adalah sosok energik yang memiliki passion dalam bidang social enterprise. Beruntung sekali saya bisa mengenal dan melakukan sedikit wawancara dengan Tiara untuk dijadikan bahan reportase.

 

 

Berkenalan dengan Heart of Spora (HoS)

HoS didirikan pada 21 Juli 2015 oleh sekumpulan putra daerah yang peduli terhadap nasib para pengrajin lokal. Nama “Heart of Spora” sendiri terinspirasi dari filosofi spora tanaman yang dapat memberikan harapan baru bagi lingkungan yang tandus. Harapan ini berasal dari ketulusan hati yang dapat menebarkan manfaat bagi para pemuda dan pengrajin lokal agar lebih berdaya.

Umum diketahui, pengrajin lokal yang hidup di bawah garis kemiskinan dan lapangan pekerjaan yang terbatas di desa menjadi sebab terjadinya arus urbanisasi. Banyak pemuda pergi meninggalkan kampung halamannya demi mendapat pekerjaan yang menjanjikan. Hal inilah yang menjadi cikal bakal visi dan misi dibentuknya HoS.

Read also:   Wajah Pelayanan Kesehatan di Indonesia Gara-Gara Ada BPJS Kesehatan
Source: Fan Page Heart of Spora

Visi yang diusung oleh HoS adalah Qualified product for better quality of life, sedangkan misi yang hendak dijalankan antara lain (1) Menggerakkan pemuda, terutama para pemuda daerah untuk turut mengembangkan daerahnya dengan memaksimalkan kearifan lokalnya, (2) Membuat masyarakat mandiri secara finansial serta mudahnya akses pendidikan dan kesehatan, dan (3) Mengkampanyekan 4 people power untuk berkontribusi bagi siapapun, yaitu: Donation, Volunteering, Sharing, dan Shop with us. Misi HoS tersebut nantinya akan dituangkan melalui koperasi dan yayasan.

 

Desa Grenggeng, Salah Satu Mitra Binaan HoS

Seperti sudah disinggung di awal tadi bahwa potensi besar yang dimiliki oleh Desa Grenggeng dengan produksi anyaman pandannya belum mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi warga Desa Grenggeng.

Melalui banyak kunjungan dan studi lapangan dari tim kami, ternyata masalah yang timbul disebabkan oleh ketidakadilan perdagangan oleh para tengkulak dan terbatasnya akses pasar dan permodalan,” kata Tiara, Founder HoS.

Harapan yang ingin dicapai oleh HoS di Desa Grenggeng adalah terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Desa Grenggeng. Langkah yang dilakukan yaitu melalui sistem perdagangan yang adil antara produsen dan konsumen dan menyediakan lapangan pekerjaan/ usaha baru bagi masyarakat.

Produk-produk Anyaman Pandan Desa Grenggeng (Source: Fan Page Heart of Spora)

 

HoS mengawali kegiatannya berkolaborasi karya dengan KUP Margo Rahayu Grenggeng pada Bulan April 2015, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim internal dan sosialisasi program pemberdayaan HoS di Desa Grenggeng. HoS juga berkolaborasi dengan komunitas di Kabupaten Kebumen. Selain itu, pelatihan desain produk juga diberikan oleh tim HoS kepada warga Desa Grenggeng.

Tidak berhenti pada pemberdayaan masyarakat saja, berbagai kegiatan semacam expo baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional diikuti oleh HoS sepanjang tahun 2015-2016, seperti Bootcamp SE DBS Foundation & UKM Center UI;  Pesta Kriya 2015 Kebumen Expo; Pameran INACRAFT JCC; dan Pameran Gramedia. Pada Bulan Juli 2016, HoS terpilih sebagai 15 Social Enterprise Terbaik UnLtd Indonesia dan selanjutnya mendapatkan pendampingan dan mentoring bersama UnLtd Indonesia, uji pasar, dan kontrol kualitas.

Read also:   5 Kiat Berdamai dengan Tanggal Tua

 

Sosialisasi Kegiatan HoS

Target penerima manfaat dari pembinaan oleh HoS yaitu sebanyak 15.000 pengrajin anyaman pandan di Kabupaten Kebumen dan kaum muda lokal pencari kerja. Target sasaran lainnya yaitu masyarakat Kebumen, Pemda Kebumen, pemerhati sosial budaya, kaum muda yang tertarik dengan kegiatan sosial, budaya, industri kreatif, dan kearifan lokal.

Sosialisasi yang dilakukan kepada kelompok-kelompok binaan dilakukan secara langsung melalui tatap muka. Sementara itu, sosialisasi ke masyarakat umum dikenalkan melalui media online maupun offline, pameran-pameran, kompetisi, dan forum komunitas. Sosialisasi ke pemerintah dilakukan melalui advokasi Pemda dan SKPD terkait.

 

Peran Penting Media Digital dan Internet

Di era modern seperti sekarang ini, internet memiliki peranan penting dalam berbagai aspek. Hampir setiap harinya kebutuhan penggunaan internet tak pernah luput dari kehidupan kita. Begitu pun dengan HoS, untuk mendukung kegiatan-kegiatannya, internet berperan dalam membantu  menyebarluaskan campaign dan mengkomunikasikan ide dan program Hos pada masyarakat luas.

“(Peran media digital) cukup penting untuk membangun branding dan mengkomunikasikan program-program HoS kepada publik, terutama program-program campaign,” tutur Tiara.

Saat ini, dengan kecanggihan teknologi internet 4G LTE, berselancar di dunia maya semakin cepat sehingga lebih memudahkan dan mendukung pekerjaan yang butuh media internet. Melalui teknologi tersebut, kerajinan anyaman pandan Desa Grenggeng dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya kerajinan anyaman pandan bisa mendunia. Tentu saja ini tak lepas dari peran tim kreatif HoS yang tidak pernah kehabisan ide untuk share segala kegiatan, produk, dan program campaign melalui berbagai media sosial.

Cita-cita HoS

Masih banyak cita-cita yang ingin dicapai oleh HoS. Belum lama ini, HoS membentuk koperasi untuk bahan baku. Ke depannya, HoS ingin memasuki produksi produk jadi yang lebih inovatif dan menyiapkan sistem dan SDM untuk  wisata edukasi anyaman pandan. Namun, yang paling utama, HoS ingin meningkatkan kesejahteraan pemuda dan pengrajin. Langkah yang akan ditempuh yakni melalui yayasan dan koperasi dengan 3 tahapan: 1) Melatih keterampilan dan etika kerja, 2) Membuka akses dan jaringan untuk pemasaran dan distribusi. 3) Memberi akses permodalan untuk menumbuhkan lapangan usaha baru.

Read also:   Apakah #BahagiadiRumah adalah Sebuah Pilihan?

 

Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta. Indonesia baru akan bercahaya karena lilin-lilin di desa. –Mohammad Hatta

Belum genap dua tahun usia HoS tetapi kebermanfaatannya sudah dapat dirasakan oleh para mitra binaan pada khususnya. Salut untuk tim Heart of Spora yang selalu bersemangat menebar kebermanfaatan kepada masyarakat luas. Tidak banyak loh, pemuda-pemudi berprestasi dari almamater ternama yang mau “Mbalik Deso, Mbangun Deso” (Pulang Kampung, Membangun Kampung). Tidak banyak, tetapi pasti ada, dan Heart of Spora adalah buktinya.

Bagi yang ingin mengetahui tentang HoS lebih lanjut, bisa langsung kunjungi akun medosnya ya:

Fan Page FB: Heart of SPORA

Website: www.heartofspora.co.id

IG: @heartofspora

Source: Fan Page Heart of Spora

 

Please follow and like me:

Comments

  1. April Hamsa says:

    Program yang bagus banget mbak, semoga makin banyak desa yg terjangkau ya 🙂
    TFS

  2. Pritahw says:

    HoS bisa jadi referensi bagus nih, I’m passionate in social entreprise too 🙂 Sukak banget quote M.Hatta, semua sumber daya terbaik ada di desa^^

  3. nunu says:

    Keren tuh anyamannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *