Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi

Nggak terasa usia baby Halwa menjelang satu tahun. Dikaruniai anak yang sehat, pintar, lincah, pertumbuhan dan perkembangan sesuai tahap usia adalah hal yang patut disyukuri.

Flashback setahun lalu saat saya dan mas Ry hanya berduaan saja (tanpa keluarga) menghadapi persalinan, saat menegangkan di ruang bersalin, hingga masa setelah Halwa lahir. Namanya juga perantau, kudu mandiri donk Mak! Pengasuhan Halwa pun mostly ditangani saya dan Mas Ry.

Jauh-jauh hari sebelum Halwa lahir, saya melakukan beberapa persiapan “ilmu” untuk menghadapi situasi tidak-ada-yang-membantu-merawat Halwa, antara lain dengan membaca buku-buku pengasuhan dan perawatan bayi. Mengikuti Whatsapp grup support ASI Eksklusif, mengikuti seminar pre-natal, dll. Untuk apa? Biar nggak panik-panik amat pas punya bayi nantinya, Mak.

Seminggu setelah Halwa lahir, semua berjalan baik-baik saja tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah ya. Nah, saat Halwa berusia 2-3 minggu, mulailah kepanikan terjadi. Saat itu saya mendengar napas halwa bunyi “grok grok” kasar seperti ada yang menyumbat jalan napasnya. Meskipun tadi saya bilang sudah “persiapan ilmu” sebelum punya bayi, tapi tetap saja menghadapi realita itu lumayan bikin emak panik, he he he. Apalagi waktu itu Mas Ry sudah pergi ke kantor, saya hanya berdua saja dengan baby Halwa dan napas grok-grok-nya. Maju mundur mau periksa ke dokter anak sambil mikir: “Ini wajar nggak ya? Perlu ke dokter nggak ya?” (Ngaku deh, sebagian ibu yang baru punya satu anak pasti pernah begitu juga kan, panikan, bertanya-tanya anak saya begini wajar nggak, anak saya nggak poop berhari-hari wajar nggak, anak saya nggak mau nyusu maunya bobo mulu wajar nggak? Hehehe, begitulah ya emak baru).

Akhirnya saya cari tahu tentang napas grok-grok pada bayi. Saya tanya ke teman yang berprofesi dokter dan dia sudah lebih berpengalaman mengasuh 3 orang anak. Menurutnya, napas yang berbunyi tersebut disebabkan karena terdapat lendir di saluran napasnya dan ini umum terjadi pada newbon. Dia sarankan olesi transpulmin yang bisa dibeli di apotek dan sering-sering jemur Halwa pagi hari. Hari itu juga saya minta Mas Ry mampir apotek sepulang dari kantor. Beli si transpulmin yang dimaksud. Oh ya ternyata transpulmin ada dua macam, untuk anak di bawah 2 tahun dan di atas 2 tahun. Jadi, untuk Halwa saya beli Transpulmin BB (Balsam Bayi).

Untuk selanjutnya, Transpulmin BB ini selalu saya gunakan jika Halwa terindikasi batuk pilek (selesma / commom cold).

Bunyi Napas Grok-Grok, Berbahayakah?

Dalam keadaan normal, dinding saluran napas kita menghasilkan cairan lendir yang salah satu fungsinya untuk memerangkap zat asing yang terbawa oleh udara yang kita hirup dan berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas. Lendir ini akan dibawa keluar oleh “petugas kebersihan” yang disebut bersihan mukosilier (mucociliary clearance).

Bunyi napas grok-grok pada bayi atau anak adalah keluhan yang umum dilontarkan para orang tua. Pada bayi baru lahir (0-3 bulan), bersihan mukosilier (mucociliary clearance) belum begitu terampil dalam melaksanakan tugasnya sehingga tersisa lendir dalam saluran napasnya. Suara udara napas yang melewati cairan lendir itulah yang menimbulkan suara grok-grok. Pada anak yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga (ibu, ayah, atau anggota keluarga lain) kondisi ini akan lebih jelas terlihat.

Read also:   Tips Menulis Konten Reportase ala Blogger

Kalau anak punya kecenderungan alergi di saluran napas, produksi lendirnya akan semakin banyak sehingga bersihan mukosiliernya akan semakin kewalahan melakukan tugasnya. Alhasil, makin keraslah suara grok-groknya. Keadaan ini akan diperparah bila ada hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak lagi, misalnya asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah di dalamnya. Debu dan tungau umum dijumpai pada karet bulu, boneka bulu, dan korden yang lama tidak dicuci.

Jadi, napas grok-grok pada bayi sebenarnya tidak berbahaya. Kondisi ini tidak perlu pertolongan khusus. Seiring dengan pertambahan usia, hidung dan saluran napas bayi akan membesar dan dapat mengimbangi jumlah cairan yang secara normal dihasilkan oleh saluran napas. Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan adalah mencari apakah ada hal-hal lainnya yang dapat memperparah keluhan tersebut dan menghindarinya.

Hidung Tersumbat Karena Batuk Pilek (Common Cold)

Selesma atau yang lebih dikenal dengan istilah “flu” adalah penyakit langganan anak-anak. Flu akan sering terjadi hingga anak berusia 2 tahun karena daya tahan tubuh anak belum terlalu kuat. Dalam setahun, anak-anak bisa loh mengalami flu 8-10 kali. Betul nggak, ibu-ibu?

Selesma/ flu umumnya disebabkan oleh virus. Ada lebih dari 100 jenis virus penyebab selesma sehingga seringkali ada anak yang menderita batuk pilek berulang, padahal baru saja sembuh. Hal tersebut karena si anak terinfeksi virus selesma yang berbeda jenisnya.

Nah, untungnya, hampir semua flu bisa hilang sendiri tanpa perlu pengobatan. Biasanya, selesma ditandai dengan demam, bersin, batuk, dan pilek. Ada yang berlangsung singkat sekitar satu minggu, kalau disertai batuk biasanya agak lebih lama sembuhnya yaitu sekitar 2-3 minggu. Oleh sebab itu, banyak orangtua yang khawatir karena anaknya nggak kunjung sembuh. Termasuk saya sendiri loh, kasihan rasanya kalau saya lihat Halwa demam, batuk, pilek hampir sebulanan. Huhuhu.

There is No Cure for Common Cold

Sejauh ini, belum ada pengobatan untuk memerangi virus selesma. Prinsipnya, selesma/ flu itu bisa sembuh sendiri, jadi tidak perlu obat untuk menyembuhkan. Secara alamiah, flu berlangsung sekitar 1-2 minggu, paling lama 3 minggu.

Memberikan obat batuk pilek pada bayi tidak disarankan. Obat batuk pilek adalah salah 1 dari 20 penyebab tersering kematian balita di negara maju. Oleh karena itu, AAP (American Academy of Pediatric), WHO, FDA (Food and Drug Administrator) dan sebagian besar negara maju melarang penggunaan obat batuk pilek pada anak di bawah usia 2 tahun.

Read also:   "Story on A Plate": sajian yang sedap dipandang dan menarik konsumen

Kapan Bayi Flu Perlu Dibawa ke Dokter?

Untuk bayi < 3 bulan, gejala flu yang timbul seringkali tidak jelas dan mungkin sama dengan gejala infeksi saluran napas yang berat. Jadi, untuk bayi di bawah 3 bulan sebaiknya dibawa ke dokter kalau ada gejala flu (demam, pilek, batuk).

Nah, untuk bayi > 3 bulan, kalau ada gejala flu tidak perlu dibawa ke dokter, KECUALI:

  • Anak sangat rewel dan tidak dapat ditenangkan sama sekali.
  • Anak terlihat mengantuk terus/ banyak tidur.
  • Ada tanda infeksi telinga: nyeri telinga hebat atau keluar cairan dari telinga.
  • Ada tanda sesak napas: napas cepat ( usia 0 – 2 bulan > 60x/menit; usia 2-12 bulan > 50x/menit; usia di atas 12 bulan > 40x/menit), sela iga cekung/tarikan dinding dada ke dalam saat bernapa, hidung kembang kempis, anak tidak mau makan/ minum.
  • Ada tanda tersumbatnya saluran napas: napas berbunyi keras saat anak menarik napas dan terdengar bunyi “ngik-ngik” saat anak mengeluarkan napas.
  • Batuk kronik/ berulang, yaitu batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu atau batuk yang terjadi 3 kali atau lebih dalam 3 bulan berturut-turut.
  • Pilek kronik/ berulang, yaitu pilek yang berlangsung lebih dari 4 minggu.

Home Treatment / Penanganan Flu di Rumah

Hal yang bisa dilakukan adalah membuat anak merasa nyaman, dengan cara berikut:

  1. Anak cukup istirahat
  2. Anak diberi banyak minum. Bayi di bawah 6 bulan dianjurkan menyusu lebih sering.
  3. Anak yang demam bisa dikompres dan diberi obat demam (parasetamol) jika suhu badannya > 38oC (usia < 6 bulan), > 38,3oC ( usia 6 bulan – 1 tahun), dan > 38,5 oC (usia > 1 tahun) atau bila anak kesakitan/ tidak nyaman/ sangat rewel.
  4. Untuk hidung tersumbat, bersihkan hidung anak dengan mengisap lendirnya melalui pipet hidung. Kalau lendirnya terlalu kental bisa diencerkan dulu dengan meneteskan ASI atau cairan garam steril ke dalam rongga hidung sebanyak 1- 2 tetes di setiap rongga, 15 – 20 menit sebelum makan/minum.
  5. Tidak disarankan memberikan obat batuk pilek pada bayi. Batuk pada flu berfungsi untuk membersihkan saluran napas bayi secara alami dan menjaga paru-paru bayi.
  6. Hindari penggunaan obat yang dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pernapasan, gangguan irama jantung, peningkatan tekanan darah, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Selain hal-hal di atas, biasanya yang saya lakukan saat Halwa flu atau napasnya berbunyi grok-grok adalah mengolesi balsam bayi Transpulmin dan menjemurnya pagi hari sebelum jam 09.00. Memang sih belum ada panduan medis tentang manfaat paparan sinar matahari untuk treatment flu, setidaknya dengan menjemur bayi bisa memperoleh vitamin D yang baik untuk tulang dan juga bisa menghangatkan badan bayi. Setelah dijemur, biasanya lendir pun keluar dari hidungnya.

Read also:   Pengalaman Melahirkan dengan "Gentle"

Transpulmin BB

Transpulmin Baby Balsam adalah produk yang sudah dipercaya sejak sekitar 30 tahun lalu dan direkomendasikan para dokter spesialis anak loh, Mak. Makanya saya nggak ragu lagi untuk memberikannya ke Halwa. Balsam ini diformulasikan khusus untuk si kecil berusia di bawah 2 tahun dan bermanfaat untuk melegakan pernapasan, meredakan nyeri punggung, sakit kepala dan sakit perut, serta menghangatkan badan bayi.

Transpulmin ini mengandung Eucalyptus Oil dan Ekstrak Chamomile yang indikasinya melegakan pernapasan, menghangatkan badan, relaksasi, dan aromanya menenangkan. Selain itu, karena tidak mengandung Champor & Menthol, Transpulmin ini sangat sesuai dengan kulit bayi dan tidak menyebabkan alergi. Eits, tapi perlu diperhatikan juga ya Mak reaksi kulit anak setelah diolesi Transpulmin ini karena setiap anak bisa berbeda reaksinya. Pengalaman saya waktu saya mengoleskan balsamnya kebanyakan, kulit Halwa efeknya kemerahan. Jadi, waktu itu (pas Halwa masih baru lahir) saya oles-olesnya di baju Halwa agar uapnya tetap bisa terhirup. Keunggulan transpulmin lainnya adalah bentuknya cream sehingga lebih nyaman digunakan di kulit bayi, mudah terserap kulit, tidak lengket, dan tidak berminyak.

Cara Pemakaian Transpulmin

Cara penggunaan balsam ini yaitu dengan mengoleskan tipis-tipis Transpulmin BB ke dada, punggung, dan leher bayi kemudian diamkan beberapa menit. Balsam ini bisa digunakan 2 – 4 kali sehari. Kalau saya biasanya mengoleskan setelah mandi pagi dan sore, sebelum tidur siang dan malam. Di pagi hari, setelah mengoleskan balsam, saya menjemur Halwa sambil menepuk-nepuk punggungnya. Hasilnya, lendir keluar dari hidung. Dibutuhkan waktu beberapa hari untuk benar-benar menghilangkan lendir.

Oleh karena tidak ada obat batuk pilek yang disarankan untuk anak usia di bawah 2 tahun, sedangkan bayi itu rentan terkena virus selesma/ flu beberapa kali dalam setahun, jadi saya benar-benar mengandalkan Balsam Bayi Transpulmin untuk Halwa. Si balsam ini pun selalu saya bawa ketika traveling, di samping membawa minyak telon dan lotion antinyamuk.

Walau bagaimanapun ya Mak, meskipun dikata hanya flu biasa yang nanti juga sembuh sendiri, tetap saja momen kebersamaan dengan si anak akan terganggu kalau si anak lagi flu. Anak perlu kehangatan pelukan dan kasih sayang ayah dan ibunya, terlebih saat dia sedang sakit. Sebagai ibu, tentunya saya akan selalu memberikan sentuhan kehangatan terbaik bagi baby Halwa. Sehat selalu ya Naaak…

Referensi:

Buku A-Z Perawatan Bayi oleh dr. Fransisca Handy, SpA

Buku A-Z Penyakit Langganan Anak oleh dr. Fransisca Handy, SpA

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/napas-grok-grok-pada-bayi-dan-anak-berbahayakah

Please follow and like me:

Comments

  1. Hastira says:

    suka sedih kalau anak kita sakit ya apalagi masih bayi, rasanya sedih

    1. eskaningrum says:

      Iya bund. Pengennya liat anak ceria terus

  2. Farida says:

    Wah, berguna sekali infonya. Terimakasih sudah berbagi 🙂

    1. eskaningrum says:

      sama-sama, terima kasih sudah sempatin mampir 🙂

  3. monda says:

    nggak terasa dede udah setahun ya,

    dulu juga pakai Transpulmin saat anak2 masih kecil,
    aromanya pun bisa ikut melegakan nafas emaknya, walau yg dioleskan hanya pada anak

    1. eskaningrum says:

      alhamdulillah mba, dulu ketemu terakhir pas aku masih hamil yah. Kayanya transpulmin emang balsam andalan keluarga Indonesia ya mba karena jadi teman setia anak-anak kalau pas batpil.

  4. Maria Soraya says:

    kayaknya aku udah lama banget gak ke sini, tampilan blog udah berubah dan anakmu uwess besar ya mak .. aku pake transpulmin juga buat diriku sendiri klo lagi masuk angin ato buat mada

  5. eskaningrum says:

    wuidih ibu aya kemana ajaaa… eh aku ding yang kemana aja yak jarang nongol sok sibuk akunya. hihihi. Iya anakku hampir setahun nih bulan depan. Manjur juga ya transpulmin buat orang dewasa? Nanti kapan-kapan kucoba yang kuning ah.

  6. Oline says:

    Waaaah lengkap bangeeet tipsnyaa..
    Jadi inget dulu wkt anakku napasnya bunyi. Biasanya aku uapkan palai minyak telon atau kayu putih. Biar lendirnya keluar alami..

    1. eskaningrum says:

      Wah iya itu emang ngefek banget aku pun pernah coba pas aku pilek. Nah kalau buat anak aku belum berani coba karena takut uapnya terlalu strong.

  7. D I J A says:

    hihihi… sama kayak aku waktu kecil
    suka pake transpulmin
    aku suka aromanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *