Program SMSbunda: Upaya Menurunkan AKI di Indonesia

ANGKA KEMATIAN IBU

Angka Kematian Ibu, atau biasa disebut dengan AKI, di Indonesia masih belum juga mencapai target yang diharapkan. Pemerintah dan segenap jajarannya sudah sangat mengusahakan agar AKI bisa turun meskipun hasil penelitian selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kalau AKI belum juga mencapai target dalam waktu yang diharapkan.

Kajian Human Development Report 2015 yang dirilis oleh  United Nation Development Program (UNDP), AKI di Indonesia berada pada posisi 190 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih sangat jauh dari target Millenium Development Goals (MDG’s) yang disepakati PBB, mestinya pada 2015 toleransi AKI adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup.  Menurut WHO dan UNICEF, tingkat kematian ibu dan bayi di Indonesia tertinggi  di kawasan Asia-Pasifik. Pada lima tahun terakhir, diperkirakan 9.600 perempuan meninggal setiap tahun akibat komplikasi selama kehamilan. (www.direktorijateng.com)

By the way, apakah kalian sudah familiar dengan istilah AKI? Menurut ICD 10, berikut ini definisi AKI (Angka Kematian Ibu):

Kematian Ibu adalah ”Kematian seorang wanita yang terjadi saat hamil atau dalam 42 hari setelah akhir kehamilannya (tanpa melihat usia dan letak kehamilannya) yang diakibatkan oleh sebab apapun yang terkait dengan atau diperburuk oleh kehamilan dan penanganannya. Namun, kematian ini tidak disebabkan oleh insiden dan kecelakaan.”

Kalau dijelaskan secara ringkas, kematian ibu menunjukkan lingkup yang sangat luas mencakup kematian ibu saat masa hamil, bersalin, dan nifas. Kematian ini bisa disebabkan oleh penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung di sini maksudnya adalah kematian yang disebabkan oleh penyebab langsung yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Contoh penyebab langsung (direct): perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, partus macet, dan abortus. Sebaliknya, penyebab tidak langsung (indirect) maksudnya adalah kematian yang disebabkan oleh penyakit dan yang tidak terkait dengan kehamilan dan persalinan (semoga penjelasannya cukup bisa dimengerti ya).

PENCEGAHAN TERJADINYA KEMATIAN IBU

Berikut ini saya kutipkan paragraf dari Rencana Percepatan Penurunan AKI Nasional (RAN PP AKI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2013:

Diperkirakan 15 % kehamilan dan persalinan akan mengalami komplikasi. Sebagian komplikasi ini dapat mengancam jiwa, tetapi sebagian besar komplikasi dapat dicegah dan ditangani bila:

1) ibu segera mencari pertolongan ke tenaga kesehatan

2) tenaga kesehatan melakukan prosedur penanganan yang sesuai

3) tenaga kesehatan mampu melakukan identifikasi dini komplikasi

4) apabila komplikasi terjadi, tenaga kesehatan dapat memberikan pertolongan pertama dan melakukan tindakan stabilisasi pasien sebelum melakukan rujukan;

5) proses rujukan efektif;

6) pelayanan di RS yang cepat dan tepat guna.

Dengan demikian, untuk komplikasi yang membutuhkan pelayanan di RS, diperlukan penanganan yang berkesinambungan (continuum of care), yaitu dari pelayanan di tingkat dasar sampai di RS. Jadi pada prinsipnya, jika ibu hamil atau bersalin yang mengalami komplikasi bisa mendapatkan pertolongan yang tepat waktu dan tepat guna, insyaAllah kematian ibu bisa dicegah. Namun, pada kenyataannya seringkali langkah-langkah pencegahan dan penanganan komplikasi tidak berjalan sesuai harapan karena keterlambatan di setiap langkah. Nah, apakah kalian pernah mendengar tentang “3 Terlambat”?

  • Terlambat mengambil keputusan: ini biasanya disebabkan oleh tradisi dan wewenang pengambilan keputusan di dalam keluarga. Selain itu, bisa juga disebabkan karena keluarga tidak mengetahui tanda bahaya yang mengancam keselamatan ibu hamil. Tenaga kesehatan mungkin juga berperan dalam keterlambatan ini misalnya dia terlambat mengidentifiasi komplikasi karena kompetensi yang kurang mumpuni.
  • Terlambat mencapai RS rujukan (rujukan tidak efektif): ini biasanya disebabkan masalah geografis dan ketidaktersediaan alat transportasi untuk merujuk pasien.
  • Terlambat mendapatkan pertolongan di RS rujukan: ini mungkin disebabkan karena ketidaktersediaan tenaga medis (SPOG, anestesi, anak, dll), obat-obatan, darah, dan fasilitas.

Well, kayaknya kompleks banget ya permasalahan AKI ini. Tapi percayalah, pemerintah dari tingkat lokal hingga nasional sangat bekerja keras untuk menangani masalah tingginya AKI di Indonesia. AKI ini bukan melulu urusan orang kesehatan lho ya, tetapi juga lintas sektor. Kita mesti bahu-membahu untuk bisa menyelesaikan PR besar ini.

Pemberdayaan masyarakat juga harus dijalankan, terutama bagi ibu hamil itu sendiri. Oleh karena itu, ibu hamil harus pandai dan sangat menjaga kehamilannya dengan cara menjaga asupan makanan bergizi, rajin berolahraga, mencari ilmu dan pengetahuan seputar kehamilan dan persalinan (terutama mengenal tanda bahaya yang mengancam keselamatan ibu dan bayi), tidak termakan mitos-mitos yang menyesatkan, rajin memeriksakan kehamilannya (ANC/ antenatal care). Semua ini demi keselamatan si ibu sendiri dan juga janin yang ada di dalam kandungan.

Nah, dalam rangka upaya menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencanangkan Program SMSBunda yang bertujuan untuk menurunkan hingga 25% angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

 

PROGRAM SMSBUNDA

Program SMSbunda merupakan satu di antara ikhtiar menyebarluaskan informasi kesehatan ibu hamil dengan basis pesan singkat atau SMS. Program ini digagas oleh Jhpiego dengan support pendanaan dari General Elektrik (GE) Foundation. Jhpiego adalah lembaga sosial dari John Hopkins University Amerika yang sudah 30 tahun membantu pemerintah Indonesia (Kementrian Kesehatan RI) dalam isu kesehatan masyarakat.

SMSBunda pertama kali diluncurkan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada April 2014. Hingga April 2016 tercatat sedikitnya 230.000 ibu hamil mengakses program ini yang tersebar sejumlah kabupaten/kota di Indonesia. Di Provinsi Jawa Tengah pada 2015 program ini secara resmi telah diluncurkan di 11 kabupaten/kota: Kota Semarang, Kudus, Grobogan, Kendal, Batang, Kab. Pekalongan, Kab. Tegal, Brebes, Banyumas, Cilacap dan Purbalingga. Program ini akan terus dioptimalkan dan akan direplikasi di seluruh kabupaten/kota.

Melalui program SMSbunda, ibu hamil yang terdaftar dapat menerima pesan kesehatan tentang kehamilan selama masa kehamilan, persalinan hingga bayi berusia dua tahun. Dengan bekal informasi ini diharapkan mampu mengurangi risiko saat melahirkan. Pesan SMSbunda bersumber dari buku panduan kesehatan yang diterbitkan oleh  Kementrian Kesehatan. Pesan yang diterima sesuai kebutuhan ibu hamil karena menyesuaikan usia kehamilan.

Manfaat SMSbunda adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilan, dapat mengidentifikasi tanda bahaya selama hamil dan nifas, serta dapat mencari pertolongan tepat waktu saat terjadi emergency.

Bagaimana Cara Mendaftar SMSbunda?

Cara mendapatkan layanan SMSBunda sangat mudah. Cukup mendaftar sekali melalui SMS ke nomor 0811-8469-468 dengan biaya Rp 200 (tergantung masing-masing operator) dengan menyebutkan hari perkiraan kelahiran. Ibu hamil akan menerima SMS gratis secara berkala tentang info kehamilan, persalinan, dan pascamelahirkan hingga bayi berusia dua tahun.

Berikut cara mendaftar SMSbunda:

  1. Daftar ke SMSbunda

Ketik REG <spasi> Perkiraan tanggal bersalin <spasi> Kota/ Kabupaten

Contoh: REG 05/07/2016 SEMARANG

Kirim ke nomor 0811-8469-468

  1. Ganti Tanggal Bersalin

Ketik LAHIR <spasi> Perubahan Tanggal Bersalin

Kirim ke nomor 0811-8469-468

  1. Daftarkan Teman ke SMSbunda

Ketik UNDANG <spasi> No. Hp Teman <spasi> Perkiran Tangal Bersalin <spasi> Kota/Kabupaten

Contoh: UNDANG 08123456789 05/07/2016 SEMARANG

Kirim ke nomor 0811-8469-468

PROGRAM SMSBUNDA DI JAWA TENGAH

Jawa Tengah merupakan satu dari 10 provinsi dengan AKI tertinggi. Pada tahun 2014, kasus ibu meninggal di Jawa Tengah mencapai 711 kasus dan bayi meninggal sebanyak 5.666 kasus. Itu artinya selama tahun 2014, setiap hari terdapat hampir dua orang ibu hamil meninggal dan hampir 16 bayi baru lahir meninggal tiap hari. Sedangkan pada 2015 terjadi sebanyak 619 kasus ibu meninggal dan 5.571 bayi meninggal dunia. AKI dan AKB di Jawa Tengah masih memprihatinkan. (www.direktorijateng.com)

Seperti kita ketahui bersama, Pulau Jawa adalah pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia dan Provinsi Jawa Tengah masuk ke dalam 5 provinsi terpadat di Indonesia menurut Data Sensus Penduduk 2010. Jadi, bisa disimpulkan ya kalau Provinsi Jawa Tengah juga merupakan 5 provinsi penyumbang AKI terbesar di Indonesia. Nah, upaya penurunan AKI di Jawa Tengah ini harus terus digalakkan agar nantinya jika AKI di Jawa Tengah bisa menurun, diperkirakan AKI nasional juga bisa ikut turun. Seperti disebutkan sebelumnya kalau Program SMSbunda  sudah diluncurkan di 11 kab/kota dan akan terus dioptimalkan dan direplikasi ke kab/kota lainnya. Semoga ikhtiar ini menjadi jalan untuk menekan AKI di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Aamiin…

Yuuuk para ibu hamil di seluruh Indonesia, kita daftar Program SMSbunda yuuuuk…… Kalau tidak dimulai dari pemberdayaan diri sendiri, siapa lagi yang akan peduli akan keselamatan jiwa ibu dan janin di dalam kandungan ibu? Kebetulan saya sendiri juga sedang hamil dan saya merasakan sendiri manfaat menjadi partisipan dalam Program SMSbunda ini, banyak sekali ilmu dan pengetahuan seputar kehamilan dan persalinan yang saya dapatkan melalui program ini 🙂

Referensi:

Dokumen RAN PP AKI 2013 – 2015, Kementerian Kesehatan RI

http://www.direktorijateng.com/2016/06/lomba-karya-jurnalistik-tentang-upaya.html

http://www.gandjelrel.com/2016/06/lomba-blog-sms-bunda.html

http://sp2010.bps.go.id/index.php

Arisan Backlinks: Mengenal Sosok Penuh Gairah “Prita Hw”, Aktivis Penggerak Literasi dan Pendidikan

 

Saat membaca tentang rendahnya minat baca anak Indonesia, saya langsung teringat dengan seseorang yang begitu energik dan penuh gairah dalam dunia literasi. Sosok itu adalah Prita Hendriana Wijayanti. Prita Hw, begitu sapaan akrabnya, adalah wanita asal Jember yang menamatkan pendidikannya di jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan, FISIP, Universitas Airlangga Surabaya. Saat ini Prita dan suaminya berdomisili di Bekasi, Jawa Barat.

Neng Prita Hw

Di dunia perkuliahan, Prita merasakan kegelisahan setiap ia mendengar ‘doktrin’ bahwa minat baca anak Indonesia rendah.  Dari situlah, Prita mendirikan INSAN BACA, jaringan pengelola taman baca dan perpustakaan independen pertama di Surabaya pada tahun 2007. Di tahun yang sama pula, Prita me-remake perpustakaan lingkungan hidup Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menjadi Kedai Baca WALHI Jatim yang sekaligus menjadi skripsinya saat itu yang berfokus pada strategi pemasaran pusat informasi.

Pada tahun 2008, Prita mendirikan Pondok Baca Bocah di Rumah Susun Penjaringan Sari Surabaya dan sempat menerima CSR dari XL dan Kompas, serta komunitas lain. Pada tahun 2012, karena harus berpindah domisili, koleksinya dihibahkan pada Taman Baca Balai RW Rusun Penjaringan Sari yang dikelola Perpustakaan Kota Surabaya.

Di tahun 2010, Prita berkenalan dengan mas Gol A Gong dan kawan-kawan, kemudian ia bergabung menjadi Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Pusat yang saat itu dinaungi Subdit Budaya Baca, Pendidikan Non Formal Informal, Kemdikbud, di staf Litbang. INSAN BACA bersama Yayasan Khadijah NU kemudian mendirikan TBM@Mall Surabaya Membaca sebagai representasi TBM ruang publik, di Kapas Krampung Plaza Surabaya atas dukungan Kemdikbud pada 2010-2011. Sampai pada 2012, di tahun ke-5 nya, Prita sebagai pendiri INSAN BACA menerima penghargaan sebagai Pembaharu Sosial dalam SOCIAL AWARD “Panggung Inspirasi Perubahan” oleh Forum Lintas Pembaharu dan Dinas Sosial Surabaya.

Akhirnya, sekarang Prita diamanahi untuk mengelola Rumah Baca HOS Tjokroaminoto di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang merupakan daya dukung untuk jaringan Sekolah Raya. Kebahagiaannya berlipat ganda. Baru-baru ini ia ‘dilamar’ untuk membantu Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Jawa Barat di Divisi Organisasi. Sistem Rumah Baca HOS Tjokroaminoto ini akan menciptakan sistem yang boleh direplikasi oleh seluruh jaringan Sekolah Raya yang memiliki perpustakaan independen.

Ketertarikan Prita di dunia literasi terinspirasi dari eyang putrinya sedari dulu sangat aktif di berbagai organisasi, gemar menularkan semangat berbahasa inggris, menggambar sederhana, membaca, juga kecintaan mencatat dan menulis. Menurut penuturan Prita, kecintaannya pada buku dimulai dengan kebiasaan yang ditanamkan eyang putri bahwa setiap informasi itu berharga. Hal ini ditunjukkan dengan kebiasaan eyang putri yang selalu membaca setiap bungkus koran atau selebaran bungkus belanjaan sayur mayur atau bumbu dapur dari warung belanja. Kemudian eyang putri akan mengeksekusi informasi yang didapat dalam bentuk tindakan. Dari situlah Prita merasa bahwa semua informasi memiliki kekuatan.

Concern Prita saat ini ada di tiga hal: menulis, public speaking, dan literasi. Aktivis penggerak literasi dan pendidikan ini memiliki passion yang kuat dalam minat baca, perpustakaan, perbukuan, kepenulisan, hingga fasilitasi. Portofolio yang bejibun dari seorang Prita –yang juga hobi traveling ini-bisa diintip di dalam blognya. Masyaa Allah, segudang prestasinya memang sangat menunjukkan kelekatan sosok Prita yang sangat passionate di bidang yang ia geluti.

Dalam dunia blogging, Prita sudah memulainya sejak sebelum tahun 2012 dengan platform multiply yang kemudian ia pindahkan ke blogspot. Kala itu blognya ia fungsikan sebagai “etalase” yang berisi tulisan curhatan atau kontemplasi tentang kondisi sekitarnya. Ada pula tulisan tentang pernyataan kritis Prita yang pernah dimuat di surat kabar. Namun, Prita mengakui kalau saat itu ia tak cukup serius di dunia penulisan karena kesibukan pekerjaannya. Kemudian Prita memutuskan resign pada November 2015 dari perusahaan advertising yang sudah digelutinya selama 5 tahun. Sejak saat itu, Prita mulai memikirkan nasib blognya, terlebih lagi setelah banyak support dan suntikan semangat dari kawan-kawannya sesama relawan di komunitas Sekolah Raya.

Prita tampak menikmati dunia seorang blogger setelah ia mulai mengikuti berbagai komunitas blogger di Facebook dan juga kopi darat dengan komunitas.

“Yang jelas, dengan semaraknya blogosphere saat ini, tujuan utama saya nge-blog benar-benar harus saya ingat, yaitu untuk menampung pikiran-pikiran kritis saya tentang situasi negeri yang ada di lingkungan terdekat, dan membagi ‘kemewahan’ yang saya punya dengan berkesempatan dikelilingi orang-orang luar biasa dan pengalaman berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Semuanya diharapkan dapat memberikan inspirasi baru. Sebagai personal dan lifestyle blog, saya mengambil tiga highlight untuk blog ini, yaitu inspirasi, aktivitas literasi, dan kisah perjalanan.”

Impian Prita selanjutnya adalah lebih serius di dunia blogging, serta menyiapkan ranah social entrepreneur yang sedang dimatangkan bersama suaminya. Oh ya, tanggal 2 Juli 2016 Prita memindahkan alamat blognya ke www.pritahw.com. Harapannya, semoga apa yang ia tuliskan semakin informatif dan membawa keberkahan bagi semua. Prita meyakini, kelak apa yang ia tulis akan dipertanggungjawabkan. Di blog barunya dengan title ‘Dunia Gairah’ ini Prita berkolaborasi dengan suaminya, Nana Warsita (www.na2warsita.blogspot.com). Suami bertugas sebagai fotografer andalan dan desainer grafis. Sementara Prita yang mengulik urusan ide, teks, juga otak atik pernak pernik si rumah maya. Khusus traveling, blog yang mereka kelola lainnya beralamatkan di www.travelingjemberyuk.blogspot.com.

Bagi yang mau berkenalan lebih dekat dengan Prita, atau berdiskusi seputar dunia literasi, silakan kontak via medsosnya yaaa….

FB : Prita Hw

FB Fanpage : Pritahw dot com

Twitter & IG : @pritahw

 

Resensi Novel: “Embun di Atas Daun Maple”  

Judul: Embun di Atas Daun Maple.

Penulis: Hadis Mevlana.

Penerbit: Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai, Solo

Tebal: 286

Cetakan Pertama: September 2014.

Novel “Embun di Atas Daun Maple” mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Sofyan dari Teluk Kuantan yang sedang menimba ilmu di University of Saskatchewan, Kanada. Pemuda muslim yang teguh pada keyakinannya dalam memeluk Islam selalu mencoba menyampaikan tentang dakwah dan kebenaran secara logis, sederhana, dan berdasarkan fakta. Penjelasannya dalam menjabarkan Islam mampu diterima dengan baik oleh teman-temannya yang non-muslim sekalipun, termasuk oleh Kiara, gadis orthodox berparas cantik keturuan Rusia-Aceh. Kiara gemar sekali mengajak Sofyan berdiskusi secara kritis dan terbuka. Dari setiap pertanyaan dan rasa penasaran Kiara yang selalu disambut apik oleh Sofyan, ternyata sepotong hatinya pun berujung pada sebuah rasa cinta pada Sofyan. Yang lebih menakjubkannya, di akhir cerita, dua kalimat syahadat pun terucap dengan pasti dari mulut gadis manis ini.

Pembaca akan terbawa ke suasana di Saskatoon dan teduhnya berada di tepi Sungai Saskatchewan dengan rerimbunan daun dari pohon maple. Di sanalah lokasi favorit Sofyan saat merenung untuk menemukan jawaban atau sekadar menumpahkan kerinduan akan kampung halamannya. Penulis mendeskripsikan setting lokasi dengan baik sehingga pembaca seolah-olah turut merasakan berada di Kanada.

Novel ini berbeda dengan novel-novel lainnya yang secara klise membahas tema percintaan. Bahkan pembaca mungkin tidak sadar jika penulis menyelipkan satu-dua fragmen yang mengupas tentang perasaan. Dengan membaca novel ini, pembaca akan terlarut dengan alur yang disusun sedemikian rapi dan memancing rasa penasaran di setiap segmen yang disajikan.

Di dalam novel ini diceritakan kehidupan Sofyan selama menempuh pendidikan di Saskatoon dengan dikelilingi teman-temannya yang hangat dan bersahabat. Toleransi dalam beragama dan kesantunan dalam mengutarakan pendapat bisa kita rasakan ketika membaca novel ini. Kita juga akan menemukan berbagai pengetahuan, terutama lintas agama, yang disajikan dalam bentuk diskusi dan obrolan santai. Penulis mengemas diskusi lintas agama yang berujung pada kedamaian, bukan perang dingin atau dendam di hati.

Kesan saya ketika membaca novel ini adalah keinginan untuk terus membacanya hingga akhir cerita. Saya ingin menemukan pengetahuan-pengetahuan baru ataupun lawas yang  selalu disajikan oleh penulis melalui bahasa yang mudah dicerna. Semakin membaca novel ini, semakin diri ini ingin mempelajari Islam lebih jauh lagi. Betapa masih sangat banyak yang belum saya tahu tentang Islam dan betapa bekal ilmu saya harus selalu di-upgrade setiap waktu, baik tentang sejarah peradaban Islam, isi kandungan Al-Quran, perbedaan sejarah yang tertuang dalam Al-Quran versus kitab suci agama lain, dan sebagainya.

Penulis terlihat sangat memahami tentang Islam, Kristen, dan Katolik. Hal ini tampak dari paparan-paparannya saat mengutip ayat Al-Quran atau pasal-pasal dalam Al-Kitab. Pun demikian saat penulis merincikan penjelasan-penjelasan tentang perbedaan yang ada di antara Islam dengan agama lainnya. Novel ini, meskipun tidak banyak konflik yang berujung klimaks di dalamnya dan ending yang menurut saya agak menggantung, tetap merupakan bacaan yang menyejukkan hati dan bermutu. Menemukan intisarinya bagaikan menelan suplemen dan dopping untuk selalu memperluas wawasan terkait Islam.

Arisan Backlinks: Inna Riana si Emak Riweuh yang Produktif dengan Segudang Aktivitas

Profil blogger yang akan saya bahas kali ini adalah Mba Inna Riana aka Riana Wulandari. Mba Inna, sapaan akrabnya, lebih dikenal sebagai “emak riweuh” yang akhirnya julukan tersebut menjadi nama personal branding blognya. Pertemuan saya dengan Mba Inna pertama kali di acara BlogHolicID di Dilo Bogor. Selanjutnya, Mba Inna menjadi salah satu koordinator di grup WhatsApp Arisan Backlinks yang sangat rajin mengingatkan membernya untuk segera setor arisan tiap dua minggu sekali.

Seorang ibu dari 3 orang anak ini, lahir 40 tahun lalu. Setelah menikah tahun 2002 lalu, Mba Inna mengikuti suaminya merantau di beberapa daerah di Indonesia: Semarang, Banjarmasin, Solo, Denpasar, Palangkaraya, dan Makassar. Kata Mba Inna, dalam 11 tahun ini beliau sudah pindah rumah sebanyak 10 kali. Waaah, saya cuma terbayang betapa rempongnya berpindah-pindah rumah seperti Mba Inna. Saya sendiri saja malas duluan jika membayangkan harus berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Apalagi sampai sepuluh kali ya.

Wanita berdarah campuran Sunda dan Jawa ini membuat nama “Emak Riweuh” untuk blog dan twitternya karena terinspirasi dari situasi rumah tangganya yang diakui riweuh alias repot karena Mba Inna mengasuh ketiga anaknya tanpa asisten rumah tangga. Meskipun riweuh, Mba Inna ini tetap menyempatkan waktunya  untuk menuliskan pengalamannya di rantau dan tempat-tempat wisata yang pernah ia kunjungi

Yang saya salutkan dari seorang Mba Inna adalah kemampuan manajemen waktunya dalam berkegiatan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, blogger, mengurus orang tua, dan merintis usaha kecil-kecilannya. Sudah kebayang memang pasti riweuh banget ya menjadi seorang Mba Inna. Mba Inna dan suaminya juga punya toko obat loh. Selain itu, sempat juga berjualan aksesori handmade secara online dan dititip ke toko busana muslim tetangganya tapi sementara ini usaha tersebut vakum karena Mba Inna kerepotan dalam membagi waktunya yang superrrr padat itu.

Di tengah kepadatan aktivitasnya, wanita berkacamata lulusan Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD Bandung ini ternyata mengelola tujuh blog! APA? Iya TUJUH BLOG! Meskipun menurutnya hanya tiga blog saja yang selalu up to date, tetap saja saya takjub dengan “ke-iseng-an”nya dalam beternak blog. He he he… Yuk silakan diintip nih alamat blognya Mba Inna:

  1. www.emakriweuh.com tentang parenting, jalan-jalan, dan blogging.
  2. www.innariana.com tentang cerita curhat, fashion, fiksi, dan lomba.
  3. www.dapurngebut.com tentang resep masakan, cerita memasak, dan seputar kuliner.
  4. www.inas-craft.blogspot.com tentang aksesoris handmade dan tutorial cara membuatnya. Rencananya, Mba Inna ingin membuat online store khusus dari blog ini. Semoga terwujud segera ya Mba…
  5. Blog Kompasiana : www.kompasiana.com/innariana. Tidak aktif.
  6. Blog Detik : http://innariana.blogdetik.com. Tidak aktif.
  7. Blog rahasia

“Sejak mengenal blog, saya seolah menemukan dunia baru. Mendapat banyak ilmu dan teman baru lewat komunitas blogger. Berkat blog, saya bisa menerbitkan buku antologi “Heart Ring. Ketika Hati Saling Memiliki” pada tahun 2014 bersama komunitas Warung Blogger. Pada tahun yang sama, saya terpilih menjadi Finalis 50 Besar Srikandi Blogger 2014. Berkat ajang ini, saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke Kantor Google Indonesia di Jakarta. Meskipun tidak menang, saya senang bisa kenalan dengan para finalis yang sekarang sudah menjadi blogger ternama.” (Inna Riana).

Waaaah ternyata sebelumnya, di tahun 2014, saya pernah ada di satu event dengan Mba Inna yaitu saat acara Srikandi Blogger. Saat itu, saya baru saja mengenal Komunitas Emak2 Blogger (KEB) dan saya diberi kesempatan mengisi sesi fashion show di acara tersebut. Ternyata oh ternyata, saat itu Mba Inna sudah melanglangbuana di dunia blog dan bahkan menjadi 50 besar finalis Srikandi Blogger! Saluuutt….

Oh ya, saat ramadhan kemarin, timeline FB dan instagram saya hampir tidak pernah telat dari postingan masakan dari Mba Inna yang hobi masak di “dapur ngebut”nya ini. Dalam sehari dia bisa memposting dua sampai tiga kali. Pertama makanan sahur, cemilan pengantar buka puasa, dan makanan buka puasa.

“Dapur ngebut memang selalu ngebut dalam memasak. Ketika matang, hasil masakan saya potret dengan terburu-buru. Saat sahur, saya cuma punya waktu 10 menit untuk memotret sebelum membangunkan pasukan riweuh untuk makan sahur. Untuk memotret masakan buka puasa atau cemilannya, saya ‘berkejaran’ dengan matahari yang mau tenggelam. Lalu buru-buru mandi jelang adzan maghrib. Keringetan bo!”

Di dunia blog, Mba Inna sesekali ikut meramaikan giveaway dari teman-teman blogger untuk menjalin silaturahim dan meramaikan ajang, terkadang jadi sponsor juga. Tetapi, Mba Inna jarang sekali ikutan lomba blog, katanya sih karena nggak kuat begadang untuk menemukan ide yang tokcer hehehehe. Ada pun prestasi dan hadiah lomba yang pernah diperoleh oleh Mba Inna antara lain smartphone Samsung Galaxy Note 3 sebagai Juara kedua dari Morinaga Chil-Go! Writing Competition pada Februari 2016.

Selain ngeblog, Mba Inna juga hobi memotret dengan smartphone. Terkadang dia ikutan kontes foto, berikut ini hadiah yang pernah dimenangkannya:

  • April 2015: Juara dua kontes foto Smartphonegraphy (via Twitter). Mendapat hadiah menginap gratis di Hotel Padjadjaran Suite and Resort, serta voucher diskon Jungle, Jungle Land, dan Jungle Fest
  • Maret 2016: salah satu dari tiga pemenang kontes foto dari Mariza Foods (via Instagram). Mendapat hadiah satu set alat masak merk Maxim dan produk Mariza foods.

Waah lumayan banget kan menjadi seorang blogger (yang sangat produktif seperti Mba Inna ini). Yuk teman-teman yang mau mengenal lebih dekat lagi dengan Emak Riweuh, silakan mampir ke medsosnua

Facebook: Inna Riana

Twitter: @EmakRiweuh

Instagram: @innariana

Email: helloinnariana@gmail.com

 

Arisan Backlinks: Uchy Sudhanto, Story of an Animal Lovers

Something that doesn’t kill you will make you stronger.

Sebuah kalimat yang spontan saya lontarkan setelah membaca kisah hidup Uchy Sudhanto. Nama lengkapnya Qudsiyah Ahmad, sedangkan nama kerennya dari tahun 2010 adalah Uchy (nama panggilan saat kecil) Sudhanto (nama ayah). Nama beken ini sudah dipakai sejak Uchy terjun ke dunia radio announcer and producer. Iya, si neng geulis ini dulunya berprofesi sebagai penyiar radio dan MC walaupun sekarang Uchy tidak terlalu aktif lagi nge—MC.

Berkebalikan 180 derajat dari saya, Uchy is an animal lovers! Terutama untuk spesies anjing dan kucing. Uchy berfokus pada kesejahteraan hewan-hewan domestik, terbukti di rumahnya sekarang ada 20 ekor kucing dan 7 ekor anjing yang dia rawat bersama suaminya. Kucing-kucing dan anjing-anjing itu mereka pungut dari jalanan dan shelter. Beda banget deh sama saya. Kalau saya mah didekati kucing aja udah kabur duluan. Hihihi. Salut pokoknya dengan ketelatenan dan sifat penyayang binatang dari seorang Uchy. Terlebih lagi, saat saya tahu kalau ternyata kegiatan itu dia biayai dari kantong sendiri tanpa membuka donasi. Hal inilah yang membuat Uchy terus berpikir bagaimana caranya mendapatkan dana untuk biaya makan, obat-obatan, dan steril untuk semua kucing dan anjing peliharaannya. Akhirnya, tercetus ide untuk membuat project baru dengan nama Theta’s Projects.

Uchy saat akan live shooting di acara Curahan Hati Perempuan, TransTV

Theta’s Projects adalah sebuah blog yang mengutamakan edukasi dan sharing pengalaman Uchy dan suaminya dalam merawat kucing dan anjingnya sehari-hari. Saat ini, Theta’s Projects juga menjual merchandise yang dibuat desainnya oleh Uchy sendiri dengan bekal keahliannya di dunia otak-atik apikasi Photoshop. Oh ya, si penyayang binatang ini ternyata juga punya background IT loh jadi pantas saja kalau dunia komputer, pemrograman, dan web design sudah jadi makanan sehari-harinya.

Kembali ke awal pembuka kalimat. Mengulik kisah hidup seorang Uchy, ternyata dia pernah menemui masa kelamnya sejak kepergian ibundanya saat Uchy berumur 6th. Singkat cerita, problematika kehidupannya sempat menyeret Uchy ke titik terendahnya hingga Uchy pernah melakukan self harm. Namun, perlahan kini Uchy bisa melalui itu semua, menjadi sosok yang lebih dewasa, bermetamorfosis menjadi seorang wanita tangguh dengan segudang kepiawaiannya. Uchy membagikan tips untuk para self harmers tentang bagaimana cara mengatasi perilaku menyimpang tersebut, yaitu salah satunya dengan memulai blogging. Ya, saya setuju sekali! Menulis memang bisa menjadi media katarsis untuk pelampiasan suasana hati. Dengan menulis, kita bisa menyalurkan emosi yang terpendam di dalam diri jadi semacam self healing atau mind therapy begitu lah.

Di awal tahun 2016 ini, Uchy mulai terpikir untuk serius membuat blog meskipun hobi menulisnya itu sudah dilakoninya sejak SMP. Bagi yang ingin bertandang dan mengenal lebih dekat dengan Uchy, silakan mampir ke www.uchysudhanto.com (pssttt, blog ini baru go public Mei 2016 lalu, masih fresh from the oven deh).

Get in touch with Uchy Sudhanto:
Facebook: http://facebook.com/itsuchysudhanto
Twitter: http://twitter.com/uchysudhanto
Instagram: http://instagram.com/uchysudhanto

 

Arisan Backlinks: Adya Pramudita sang Novelis dan Cerpenis yang Berbakat

Sudah hampir sebulan saya tidak update blog ini *tiup-tiup debu*, saya juga masih punya hutang yang harus dituntaskan yaitu menulis review salah seorang teman blogger (Punten Mba Adya, baru bisa publish tulisan ini sekarang, jangan dijitak yaa…).

Mengintip beberapa ulasan tentang Adya Pramudita, sekilas yang saya tahu adalah dia seorang novelis dan cerpenis. Di dunia blogging, Mba Adya mengakui kalau blognya yang dibuat sejak tahun 2013 itu lebih sering kosong daripada terisi (sama banget Mbaaa…). Bahkan pernah setahun blognya ndak diisi paska dia melahirkan (saya malah dua tahun vakum loh Mba). Awalnya, Mba Adya membuat blog untuk menyimpan hasil karyanya, dia tidak tahu kalau ternyata blog bisa di monetize (iih sama lagi, saya juga awal ngeblog cuma buat menuangkan isi pikiran dan curhat).

Apa sih karya-karya Mba Adya yang ingin di’rekam’ dalam blognya? Banyak! Passion terbesar Mba Adya adalah menulis fiksi, novel, dan cerpen. Saya takjub ketika melirik prestasi Mba Adya: Sudah ada 3 buah novel  (2 solo + 1 kolaborasi) yang diterbitkan dan beberapa cerpen pernah dimuat di majalah dan koran. Novel solonya berjudul “Menjeda” dan “Namaku Loui(sa)”, sedangkan judul-judul cerpennya antara lain “Sang Datuk” (cerpen ini memenangkan Green Pen Literary Award sebagai pemenang ke 2 pada tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Perhutani) dan “Pramanik” (cerpen ini membawa Mba Adya menjadi salah satu dari 9 orang penerima beasiswa Anitesa-Mizan di tahun 2013). Melalui beberapa cerpen, dia juga pernah ikut lokakarya cerpen Kompas tahun 2015 lalu.

Saat saya membaca beberapa paragraf tulisan fiksinya, saya jadi ikut terhanyut dengan alur sembari membayangkan setting ceritanya. Kesan puitis, romantis, dan membuat hati gerimis (tsaaah….), Mba Adya lihai dalam menuangkan diksi dalam kalimat-kalimatnya. Saya yang dulunya menyukai kalimat-kalimat romantis ala pujangga, serasa bernostalgia membaca kalimat dan bait puisi Mba Adya. Tapi cita rasa puitis saya harus diasah lagi karena memang sudah lama sekali saya meninggalkan dunia tulis-menulis dan perbloggingan.

Di dalam blognya, ibu beranak tiga ini membagikan tips menulis yang sangat informatif (yang segera saya bookmark karena ada beberapa tips menarik tentang menulis novel, thanks Mba Adya). Di sela-sela kesibukannya saat ini, Mba Adya ingin bisa aktif nge-blog lagi tahun ini dan mulai melakukan pembenahan meskipun kendala gaptek membuat pembenahannya menjadi lama (sama lagi dengan saya nih mba, karena gaptek jadi blognya nggak rapi-rapi deh punya saya).

Lebih lanjut untuk mengenal karya Mba Adya, bisa langsung kunjungi blognya di www.adyapramudita.com. Untuk bersapa dengan Mba Adya bisa melalui FB: Adya Tuti Pramudita dan Twitter: @adyastory

Semoga Mba Adya sukses selalu dan cita-cita ingin punya grup membaca di kota Bogor bisa terlaksana ya Mba. Kalau butuh review-review novelnya, silakan lemparin novelnya ke saya, nanti saya coba review, hehehe.

Kiat Cantik dan Sehat selama Berpuasa

Bulan ramadan sudah berjalan dua-per-tiga waktunya, semoga para bunda masih tetap semangat menjalani bulan penuh hikmah ini hingga akhir nanti ya. Lemes saat berpuasa? Sudah pasti! Apalagi untuk para bunda yang aktivitasnya luar biasa padat. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Kiat Cantik dan Sehat selama Berpuasa.

Materi ini saya dapatkan saat saya menghadiri talkshow acara ABC (Andalan Bunda Cerdas) pada Sabtu, 25 Juni 2016 di Gedung Dakwah MUI, Depok. Di acara ini, hadir dua narasumber keren yaitu dr. Nanny Djaja Sp.GK dan Artika Sari Devi (mantan Puteri Indonesia). Yuk disimak kiat-kiatnya.

 

Asupan Makanan dan Cairan

Ketika berpuasa, pola makan kita berubah. Dari yang biasanya makan tiga kali sehari: pagi-siang-sore. Kini, kita makan dua kali saja: buka dan sahur (itu pun kalau sahurnya nggak telat bangun ya? Hehehe). Untuk itu, asupan makan selama buka dan sahur harus benar-benar diperhatikan dengan tujuan agar selama berpuasa kita bisa menekan rasa lapar, meningkatkan cairan tubuh yang berkurang selama puasa, termasuk juga untuk mencegah kulit kering.

Menurut dr. Nanny Djaja Sp.GK, untuk pilihan karbohidrat kita bisa mengganti beras putih dengan beras merah karena beras merah mengandung serat yang tinggi sehingga bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Bagi yang tidak terbiasa makan beras merah atau mungkin nggak doyan, bisa disiasati dengan mengkombinasikan beras merah dan beras putih. Tips memasak beras merah: beras merah direndam terlebih dahulu sekitar 10 menit, lalu dimasukkan ke dalam rice cooker agar rasanya lebih enak dan empuk.

Nah, untuk pilihan protein, kita bisa memilih tahu dan tempe tapi mengolahnya sebaiknya jangan digoreng ya. Tahu dan tempe bisa dibikin sup, pepes, semur, dll. Selama berpuasa sebaiknya kita memang menghindari terlalu banyak makanan gorengan. Kenapa? Untuk bisa mencerna gorengan menjadi energi, tubuh kita memerlukan lebih banyak oksigen. Jadi, misalnya kita berbuka atau sahur dengan gorengan, setelahnya kita bisa cepat mengantuk karena tubuh kekurangan oksigen.

Pilihan menu saat berbuka puasa dianjurkan makanan yang manis agar bisa cepat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh kita. Makanan manis yang dianjurkan misalnya kurma, madu, dll.

Tips untuk Ibu Hamil

Bagi ibu hamil diperbolehkan menjalani puasa selama kondisi ibu dan janin memungkinkan. Untuk ibu hamil yang berpuasa, dianjurkan untuk memilih buah-buahan yang banyak mengandung air. Pepaya sangat baik untuk bisa menetralisir asam lambung yang meningkat.  Selain itu, konsumsi juga sayur-sayuran dan kacang-kacangan. Untuk menu lauk-pauk, bisa dipilih tahu, tempe, ikan, dll.

Mengonsumsi kacang hijau juga sangat disarankan, asalkan jangan terlalu banyak santannya ya. Dr Nanny memberikan tips cara memasak kacang hijau agar zat gizinya tidak hilang. Caranya, saat air mendidih, masukkan kacang hijau hingga bergolak kurang lebih beberapa menit. Ketika air rebusan sudah berwarna hijau, matikan kompor dan ambil air tersebut. Air rebusan kacang hijau itulah yang banyak mengandung vitamin B dan baik untuk dikonsumsi.

Kesehatan Kulit

Pemilihan asupan makanan juga bertujuan untuk meningkatkan cairan tubuh yang berkurang selama puasa, termasuk juga untuk mencegah kulit kering. Khusus untuk kulit rambut, penggunaan shampo saja tidaklah cukup. Diperlukan perawatan lainnya dengan conditioner untuk mengurangi kerontokan dan menjaga kelembapan kulit.

Untuk kesehatan kulit wajah, khususnya untuk mengatasi masalah kulit kering, gunakan moisturizer dan krim malam agar kulit wajah tetap lembab. Jika timbul jerawat di badan, kita perlu menggunakan sabun khusus dan sebaiknya mandi menggunakan air dingin.

Kebutuhan Jam Tidur

Lebih lanjut, dr. Nanny menjelaskan bahwa dalam ilmu kedokteran, tidur merupakan suatu hal yang penting untuk proses regenerasi sel tubuh. Sesibuk apapun kita, kebutuhan tidur harus tercukupi minimal 6-7 jam sehari. Tentunya durasi tidur berbeda-beda sesuai usia ya. Untuk anak dibutuhkan  8-9 jam, dewasa sekitar 7 jam, dan lansia pola tidurnya semakin singkat yaitu sekitar 5-6 jam.

Jika memang kita punya waktu untuk tidur siang, sebaiknya manfaatkan dengan baik kesempatan itu. Cukup 1 jam saja tidur berkualitas di siang hari bisa menggantikan kebutuhan 3 jam tidur di malam harinya.

Agar tetap Cantik

Selain tips yang sudah dipaparkan di atas, Mba Artika Sari Devi menambahkan tips agar tetap tampil cantik selama berpuasa. Kuncinya adalah sebagai wanita yang mempunya multi-peran (sebagai ibu, istri, diri sendiri), jangan lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Selain itu, kita juga perlu kurangi mengeluh, dan banyak bersyukur agar kita tetap bahagia.

Artika Sari Devi berselfie bareng pasukan merah

 Semoga dengan kiat-kiat di atas, bunda bisa bertambah wawasan dan semakin cerdas ya. Saya sangat beruntung mendapat undangan dari Kumpulan Emak2 Blogger dan bisa menghadiri langsung acara seru ABC. Selain talkshow dan sesi diskusi tanya-jawab yang menggugah antusiasme para peserta, acara tersebut juga bertabur banyak hadiah yang pastinya dinanti-nantikan oleh para peserta (yang kebanyakan adalah emak-emak). Keseruan acara ditambah dengan adanya photo contest dan lomba kreasi hijab, serta banyaknya doorprize yang dibagikan dari awal hingga akhir acara. Peserta yang menggunakan dress-code merah terlihat sangat kompak dan antusias mengikuti keseluruhan acara ABC.

Artika Sari Devi bersama pemenang lomba kreasi hijab
Kumpulan Emak2 Blogger in action

Andalan Bunda Cerdas

Acara yang bertajuk Kiat Cantik dan Sehat selama Berpuasa ini diselenggarakan oleh Andalan Bunda Cerdas (ABC). ABC adalah sebuah program kerja sama antara Alfamart dan P&G yang khusus diciptakan untuk membantu Bunda agar semakin cerdas di dalam mengurus rumah tangga sehingga menjadi bunda, istri, dan bunda rumah tangga yang sempurna bagi keluarga.

ABC didesain untuk menjadi sahabat dan partner andalan bunda yang akan selalu menyediakan

  • Informasi, tips, dan artikel penting dan bermanfaat seputar kecantikan wanita, kesehatan, keluarga, dan dunia si kecil.
  • Produk-produk berkualitas yang menjadi andalan bagi seluruh keluarga
  • Promosi-promosi menarik dan hadiah seru

Bagi para bunda yang ingin mengikuti program ABC, bisa langsung klik website Alfamartku di http://www.alfamartku.com/andalan-bunda-cerdas/. Isikan nama dan nomor hp bunda, pilih produk yang ingin dibeli. Tunggu sebentar, lalu bunda akan mendapatkan SMS A-voucher berupa potongan harga produk P&G.

Untuk menghubungi call center ABC, bisa di line (021) 1500.959 kemudian tunggu pilihan dan tekan angka 4. Call center ini bisa dihubungi dari telpon rumah atau ponsel.

 

Kelas Parenting bersama Tiga Generasi: “Mendisiplinkan Anak sejak Bayi, Bisa Nggak Ya?”

“Bunda tau nggak, bedanya Disiplin vs Hukuman?”
“Sejak kapan sih kita harus mendisiplinkan anak?”
Pertanyaan ini dilontarkan oleh Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjoyo, S.Psi selaku pembicara di kelas parenting siang itu.

***

Kelas Parenting Bersama Tiga Generasi

Senin, 20 Juni 2016 lalu saya berkesempatan menghadiri kelas parenting #OrtuJadiTau bersama Tiga Generasi bekerja sama dengan ‪Mums and Babes dan Blibli‬. Acara yang diselenggarakan di Hotel Veranda, Jl. Kyai Maja No.63, Kebayoran Baru ini sekaligus me-launching official store Mums and Babes di Blibli.com. Kelas parenting itu sendiri memiliki beberapa topik yang dibagi ke dalam kelas-kelas kecil, yaitu:

Kelas 1: “Mendisiplinkan Anak sejak Bayi, Bisa Nggak Ya?”
Kelas 2: “Tetap Tenang Hadapi Gerakan Tutup Mulut pada Anak”
Kelas 3: “Membuat MPASI jadi (MP) ASIK”

Peserta diwajibkan memilih kelas mana yang diminatinya kemudian semua peserta mengikuti kelas besar dengan topik “Mengasuh Bareng Kakek-Nenek, Siapa Takut?”. Andai saja diperbolehkan mengikuti semua kelasnya, saya sangat antusias untuk dapetin ilmu dari keseluruhan topik yang diberikan. Namun, karena ketiga kelas kecil diadakan di waktu bersamaan, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar di Kelas 1.

Di acara ini, diramaikan juga oleh banyak peserta dari kalangan artis loh.

saya berkesempatan foto bareng mba Widi AB-Tree

***

Mendisiplinkan Anak Sejak Bayi, Bisa Nggak Ya?

Kembali ke kelas parenting yang diisi oleh Psikolog Vera, Disiplin tidaklah sama dengan Hukuman. Apa bedanya?
Hukuman: yang diserang adalah konsep diri sehingga konsep diri anak menjadi negatif. Misalnya: kita melihat kamar berantakan lalu mengatai anak kita dengan ucapan “Dasar anak males”.
Disiplin: Konsep diri anak tetap aman sehingga anak tetap merasa disayangi. Misalnya kita mengatakan “Aduh mama sedih karena kamu nggak ngerapihin kamar”

Lalu sejak kapan kita perlu mendisiplinkan anak? Jawabannya adalah: sejak anak lahir. Anak akan tumbuh dari sebuah pembiasaan yang ditanamkan sejak dia lahir. Misalnya, saat mulai MP ASI anak tidak dikenalkan pada garam sehingga ketika suatu saat anak makan telor digaremin, dia akan merasa aneh.
Psikolog Vera memaparkan 2 metode yang terkait dengan mendisiplinkan anak: Metode EASY dan Metode SLOW. Sudah ada yang pernah mendengar kedua metode ini?

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjoyo, S.Psi

Metode EASY (Hogg, 2002): Eating, Activity, Sleep, You
Dalam metode ini, kita bisa tahu bahwa rutinitas bayi itu teratur seperti sebuah siklus yaitu rutin dan berulang: Eating (makan), Activity (beraktivitas), Sleep (tidur). Ketika bayi tidur, fokuslah pada diri Anda (You) untuk beristirahat dan melakukan kegiatan yang diinginkan. Setelah bayi bangun, rutinitasnya akan diulang lagi dari awal. Dengan demikian, ketika bayi kita menangis di jam-jam tertentu, kita bisa memahami sebab dia menangis dan apa yang dia hendak katakan. Awalnya memang sulit untuk mendisiplinkan bayi, EASY ini bisa efektif diterapkan ketika bayi menginjak usia 6 minggu. Hanya perlu waktu sekitar 3-5 hari untuk mengajarkan rutinitas tersebut, selanjutnya bayi akan mengikuti polanya.

Metode SLOW: Stop, Listen, Observe, What’s Up?
Ketika bayi di perut ibu selama 9 bulan, semua kebutuhannya tercukupi (gizi, kehangatan) sehingga dia terbiasa merasakan lingkungan yang aman dan nyaman. Saat bayi lahir ke dunia, dia akan menangis karena tubuhnya beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahun pertama kehidupan bayi adalah masa krusial karena bayi akan merasakan apakah lingkungan barunya mencintai dia atau tidak. Jika lingkungannya kurang mendukung, bayi akan merasakan misstrust, yaitu merasa tidak diinginkan.

Metode SLOW ini mengingatkan kita agar tidak panik dan terburu-buru, tapi setiap hurufnya justru dapat membantu kita untuk mengingat hal apa yang harus dilakukan. Misalkan ketika ibu mandi, bayi menangis dan saat itu tidak memungkinkan kondisinya untuk ibu keluar dari kamar mandi. Hal yang perlu dilakukan ibu yaitu:

Stop. Hentikan kegiatan kita sejenak. Kita tidak perlu panik untuk terburu-buru menggendong bayi yang sedang menangis.
Listen. Dengarkan tangisan dan ‘bahasa’ bayi yang hendak disampaikan, ini bukan berarti ibu melakukan pembiaran terhadap bayi yang menangis ya, tapi lebih kepada mendengarkan arti tangisan bayi. Dalam kasus di atas, ibu bisa mengatakan “sebentar Nak, ibu selesaikan dulu mandinya ya”
Observe. Amati apa arti bahasa tubuhnya ketika bayi menangis? Apa yang terjadi pada lingkungannya?
What’s Up?. Kita bisa memikirkan aktivitas selanjutnya yang perlu dilakukan agar bayi berhenti menangis.

Kenali Diri Sendiri dengan Tes Berikut ini

Psikolog Vera kemudian mengajak para orang tua untuk mengenali dirinya sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Bagi bunda-bunda yang mau mencoba, silakan dijawab pertanyaan ini ya. Setelah diberi nilai di setiap pertanyaan, jumlahkan totalnya lalu bagi dengan angka 12.

 

And the result is….


4-5 : Rules Freak!
Anda adalah tipe orang yang segalanya serba diatur. Idealis sih kalau saya bilang. Misalnya kalau pakai sikat gigi harus yang begini, begini, tidak boleh yang begitu, bla bla bla. Seseorang dengan tipe ini harus menyadari kalau terkadang segalanya tidak bisa sesuai kehendak dia. Jadi, bukan berarti orang dengan tipe ini sangat kaku, dia bisa fleksibel juga koq pada akhirnya.
3-4 : Flexible
Orang tipe ini bisa fleksibel dalam menghadapi segala situasi, nggak terlalu saklek begitu.
2-3 : Need Support
Nah tipe ini yang agak rawan karena terkadang orangnya teledor sehingga harus sering-sering mencatat.
1-2 : Freedom Rules!
Tipe orang ini membuat sedikit sekali peraturan, harus diwaspadai ya. Psikolog Vera mencontohkan pernah ada kasus seorang anak datang ke sekolah, begitu masuk kelas dia langsung tidur di bawah kolong meja sampai saatnya break-lunch. Anak itu juga suka pakai baju yang kemarin baru dipakai alias bau. Ketika dipanggil orang tuanya, ternyata ortunya memang tipe yang agak membiarkan / cuek dengan hal-hal seperti itu. Tidak banyak peraturan yang dibuat oleh ortu untuk anaknya.

 

Manfaat Peraturan

Bagaimana Cara Mendisiplinkan Anak?

Berikut ini penjelasan tentang cara mendisiplinkan anak oleh Tim Myers (kalau ndak salah tulis namanya):

Distract the child
Alihkan perhatian anak, misalnya untuk sesuatu yang membahayakan atau tidak seharusnya dilakukan anak. Cara ini manjur diterapkan untuk anak usia di bawah 3 tahun karena anak belum terlalu fokus. Anak usia tersebut masih bisa di-distract sebenarnya, hanya saja terkadang kita tidak melihat alternatif lain untuk mengalihkan perhatian anak. Misalnya ketika anak sedang pegang kacamata ibunya, kita bisa alihkan dengan hal lain “Lihat, mama punya sesuatu loh…” pasti anak langsung beralih fokus.

Jangan menggunakan kata “JANGAN” atau “TIDAK BOLEH” karena cara penyimpulan seorang anak di usia tersebut belum sempurna. Alih-alih, kita bisa gunakan kalimat positif lainnya. Misalnya: jangan lari! (Jalan saja); Jangan tarik! (Pegang saja). Ignore misbehaviour
Anak berulah selama ulahnya itu tidak membahayakan dirinya dan orang lain, sebaiknya di-ignore saja. Jika setiap ulah anak diberi perhatian (misalnya pelototan dari sang ibu), anak akan mengulanginya karena hal tersebut dirasa menyenangkan. Semakin senewen ibunya, semakin senang hati anak . Lebih baik ortu menahan diri dengan membiarkan anak mengeksplore sesuatu dan jangan diberi larangan (selama tidak membahayakan loh ya). Namun, jika sudah dalam level bahaya, kita boleh ekstrim melarang anak agar anak bisa membedakan mana larangan yang serius dan mana yang masih fleksibel.

Structure environment
Agar anak mau mendengarkan apa yang kita sampaikan, kita perlu mengkondisikan lingkungan sekitar. Jika suami dan istri mempunyai cara berbeda dalam mengasuh anak, sebaiknya diskusikan dulu di belakang layar agar di depan anak tetap terlihat kompak. Jangan sampai salah satu mengatakan hal lain di depan anak. Jika salah satu ada yang tidak tega menerapkan kedisiplinan untuk anak, sebaiknya “balik kanan” saja.

Control the situation, not the child
Di usia 2 tahun, anak tidak mau diatur atau dilarang. Pada masa ini, anak selalu ingin pegang kendali. Jadi, sebagai orang tua, kita mesti bijak berucap. Misalnya, bukan menggunakan kalimat perintah “Ayo Mandi!” tapi diubah menjadi “Kamu mau mandinya sama si bebek atau si ikan?”.

Involve the child
Berikan konsekuensi yang harus diterima oleh anak jika anak tidak patuh, misalnya ketika anak selesai bermain, dia tidak mau merapikan mainannya kembali. “Kamu mau mama atau kamu yang rapihin mainan? Kalau mama yang rapihin, mama akan simpen mainan ini dan kamu tidak bisa bermain lagi”.

Plan time for loving
Sediakan waktu khusus untuk mencurahkan kasih sayang ke anak meskipun ibunya galak sekalipun. Attachment dengan anak itu sangat penting karena bagaimanapun peraturan itu kita buat, jika kita tidak memiliki kedekatan dengan anak akan percuma. Jika kita memiliki lebih dari satu anak, sediakan waktu khusus hanya berdua saja untuk setiap anak. Idealnya memang setiap hari ada time-alone dengan anak, tetapi jika ortu tidak sempat bisa dibuatkan jadwal, misalnya: Senin waktunya ayah dengan kakak; Selasa waktunya ayah dengan si adik; Rabu waktunya ibu dengan si kakak; Kamis waktunya ibu dengan si adik; dsb.

Cukup luangkan waktu sekitar 10-15 menit saja untuk berdua dengan anak agar attachment dapat terjadi. Di waktu berduaan itulah orang tua bisa menerapkan peraturan yang sama. Hal ini bisa berjalan dengan baik jika time-alone-nya terlaksana.
Jangan sesekali membandingkan satu anak dengan anak lainnya. Haram hukumnya, kata Psikolog Vera. Kecuali jika memang tingkah anak sudah keterlaluan ya.

Let go
Hal ini mungkin agak susah dilakukan oleh sang ibu. Psikolog Vera pernah punya pengalaman ketika si anak tidak mau diantar sampai depan sekolahnya dan berucap “Mama sampai sini saja anternya”. Hal itu mesti kita biarkan dan kita terima.

Increase your consistency
Sekali konsisten harus selamanya konsisten itu diterapkan. Andaikan mau ada excuse, kita mesti beri penjelasan. Misalnya setelah bepergian keluarga dan pulang larut malam, anak sudah lelah ingin tidur. Ibu bisa mengatakan “Kali ini boleh nggak sikat gigi, tapi kali ini saja ya” dengan disertai penjelasan yang bisa diterima anak.

Notice positive behaviour
Berikan attention untuk perilaku anak yang baik, jangan hanya terfokus pada perilakunya saat negatif saja.

Excuse the child with a time-out
Hal ini bukan berarti memberikan strap pada anak. Misal ketika anak sedang tantrum, kita berikan penjelasan seperti “Kita ngomong kalau kamu sudah tenang ya”, atau “Kamu tenangin diri dulu,mama kasih waktu 5 menit”.

Time-out effect ini akan berujung trauma pada anak (karena mungkin nadanya seperti sebuah ancaman) hanya jika anak tidak tahu gunanya. Time-out ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 3 tahun.

Anak harus belajar menerima konsekuensi dari perbuatannya sendiri. Misalnya ketika anak kelas 3 SD kelupaan membawa PR-nya ke sekolah, ortu tidak perlu repot tergopoh-gopoh mengantar bukunya ke sekolah anak. Biarkan anak menerima konsekuensi dari gurunya. Time-out ini akan berjalan baik jika sudah diterapkan sedari awal.

Pola Asuh bersama Kakek dan Nenek

Kelas besar dengan topik “Mengasuh Bareng Kakek-Nenek, Siapa Takut?” menghadirkan narasumber: Noella Birowo (istri dari Indra Birowo sekaligus Founder Tiga Generasi); Dra Evita Djaman, M.Psi; dan Psikolog Anna Dauhan, MSc.

Mungkin ada sebagian orang tua (kita sebut Generasi 2/ G2) yang merasa diuntungkan dengan kehadiran kakek nenek (Generasi 1/ G1) dalam pengasuhan anak-anaknya (Generasi 3/ G3). Namun, tidak sedikit juga orang tua yang mengeluh karena pola asuh kakek-nenek tidak sama dengan yang diinginkan oleh orang tua itu sendiri sehingga tak jarang konflik pun terjadi. Dalam kelas ini, dikupas tentang bagaimana agar G1 dan G2 dapat berdampingan dalam mengasuh G3.

Menurut Psikolog Anna, komunikasi antara kita (G2) dengan orang tua kita (G1) haruslah lancar agar bisa menetapkan aturan untuk anak-anak (G3). Dari sisi kakek-nenek, kita harus memahami apa concern mereka terhadap pengasuhan anak-anak kita? Dari sisi kita sebagai orang tua anak, untuk menjadi orang tua yang efektif kita harus mempelajari karakteristik dan kebutuhan orang tua / mertua kita. Selain itu, pemahaman terhadap sudut pandang masing-masing perlu diperhatikan. Misalnya saja sebagai Generasi 2, kita lebih fokus ke karir dan rumah tangga, sedangkan kakek-nenek mungkin memiliki sudut pandang lain.

Ibu Evita juga membenarkan tentang pentingnya komunikasi dan pemahaman karakteristik. G1 dan G2 itu rentan konflik, demikian juga dengan G1 dan G3. Konflik yang biasanya terjadi pada G1 dan G3 misalnya ketika anak-anak itu butuh untuk memanjat dan terjatuh, tetapi kakek-nenek melarang memanjat agar tidak jatuh. Konflik antara G1 dan G2 rentan terjadi. Walau bagaimana pun, dua nahkoda dalam satu rumah tangga itu tidak bagus. Kakek-nenek seharusnya stay away. Namun, jika memang harus tinggal serumah antara ortu dan kakek-nenek, semua kebutuhan well-being masing-masing harus terpenuhi agar masalah dapat teratasi.

Prinsip dalam Pola Asuh bersama Kakek-Nenek:

1)      Komunikasi

2)      Konsisten

3)      Batasan

4)      Kebesaran Hati

Harapan dari kakek-nenek (G1) terhadap pengasuhan anak (G3) antara lain:

1)      terlibat dalam pengasuhan,

2)      menyaksikan pertumbuhan,

3)      mengajarkan nilai-nilai,

4)      terlibat dalam keseharian

5)      menjalin kedekatan emosi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melibatkan kakek-nenek dalam pengasuhan anak:

1)      Aturan dan batasan di awal

2)      Tanya kesediaan

3)      Sepakati tujuan

4)      Satukan kubu

5)      Ingatkan anak agar patuh

6)      Belajar bersama

7)      Ajak diskusi

8)      Bicarakan hal positif

9)      Penghargaan

10)   Berikan bantuan

Psikolog Anna melanjutkan bahwa konflik yang sering terjadi antara orang tua dan kakek nenek adalah terkait pendisiplinan anak. Terkadang ortu lebih strict atau justru lebih longgar. Misalnya saja ketika di rumah, anak mau mandi sendiri tapi ketika pulang dari rumah neneknya, anak tidak mau mandi sendiri. Contoh lain misalnya saat anak makan, nenek mengharuskan anak makan di meja makan dan menggunakan sendok dan garpu, sedangkan ortu berpendapat bahwa anak-anak baru belajar makan sehingga biarkan saja mau makan di mana asal tidak ribet.

Ibu Evita mengatakan bahwa akhir-akhir ini kita sering berbicara tentang neuro-psikologi. Ketika menginjak usia makin lanjut, ada pemahaman baru bahwa otak berkembang sesuai usia, tetapi tetap ada penurunan di area-area tertentu yang berhubungan dengan karakter. Ketika terjadi perubahan-perubahan ini, orang dengan usia lanjut lebih mudah tersinggung dan merasa demotivasi. Oleh sebab itu, sebagai orang tua yang ada di generasi kedua harus bisa menerima keadaan tersebut untuk menghindari konflik. Berikan pujian pada kakek-nenek agar didapatkan hubungan emosional yang seimbang. Tangkap momen ketika kakek-nenek sedang berlaku baik, jangan hanya menyudutkan ketika mereka melakukan kesalahan.

Tips Bagi Orang Tua

1)      Berpikiran positif dan terbuka

2)      Pahami karakteristik dan kebutuhan kakek-nenek

3)      Terima masukan

4)      Siapkan strategi dan fleksibel

5)      Self-care

6)      It’s ok to feel not ok

7)      Hindari kritik, sampaikan pujian

8)      Beri masukan secara postitif

9)      Hindari rasa bersalah/ ingin menebus

Tips Bagi Kakek-Nenek

1)      Cucu bukan anak Anda

2)      Kenali batasan diri dan hondari over-commit

3)      Hargai aturan dan batasan

4)      Nasihat yang tidak diminta?

5)      Tetap aktif

Referensi:

Memahami Arti Tangisan Bayi dengan Metode E.A.S.Y
http://www.babywhispererforums.com/index.php?topic=65942.0

Keluhan Terjawab dengan 6 Fitur Terbaru di Aplikasi #NewMyBlueBird

Sejak tahun 2012, tepatnya sejak saya mulai bekerja, saya adalah loyal customer Blue Bird. Tak terhitung berapa mil perjalanan yang saya tempuh bersama si ‘Burung Biru’ ini. Meskipun harga buka pintu dan tarif argometernya bisa dibilang tertinggi di antara armada taksi lainnya, tetapi soal kualitas boleh lah diadu. “Ada harga, ada rupa“. Walaupun demikian, masih banyak hal yang perlu dibenahi dari armada yang sudah beroperasi sejak tahun 1972 ini.

sumber: FanPage Blue Bird Group

Di jaman perkembangan teknologi begitu pesat seperti saat ini, kebutuhan masyarakat akan sesuatu yang praktis dan serba digital semakin haus untuk dipenuhi. Demikian pula dengan saya. Saya sempat merasa ribet dalam hal order taksi Blue Bird di saat saya harus buru-buru mobile dari satu tempat ke tempat lainnya. Jujur saja, saya mulai tertarik dengan taksi berbasis aplikasi online karena begitu banyak kemudahan dan efisiensi waktu yang saya peroleh. Hingga pada akhirnya saya tahu kalau Blue Bird juga memiliki aplikasi berbasis online yang baru dibenahinya. Hal ini cukup melegakan bagi saya karena saya dapat menikmati fitur-fitur terbaru dari aplikasi Blue Bird.

6 Fitur Baru #MyNewBlueBird

Aplikasi #NewMyBlueBird app bisa di-download di mybb.bluebirdgroup.com. Apa saja keluhan yang bisa teratasi dan kemudahan yang didapatkan dari aplikasi ini? Berikut ini kisah pengalaman pribadi saya dengan Blue Bird.

1. Ribetnya order taksi via Call Center

Ketika mobilitas saya tinggi, kecepatan dalam mengorder taksi menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan. Nah, selama ini saya selalu order taksi melalui Call Center. Respon operator cukup cepat jika memang bukan saat peak hour ya. Namun, yang kadang bikin kesal adalah ketika saya harus menunggu nada sambung yang begitu lama dan telepon saya tidak diangkat-angkat oleh operator. Jika pun operator mengangkatnya, jawabannya adalah ‘kami carikan taksinya dulu ya Bu‘. Penantian itu sangat membuat hati ini galau! Padahal saya sedang buru-buru harus move on dari satu tempat ke lokasi tujuan. Satu hal lagi, pulsa jadi tidak irit kalau harus menelepon Call Center kan? 😛

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Advance & Multiple Booking” di #NewMyBlueBird, sekarang kita bisa memesan taksi sesuai waktu yang diinginkan. Bahkan, kita bisa membuat rencana dari hari sebelumnya sehingga kita tidak perlu lagi khawatir. Selain itu, fitur ini memudahkan kita untuk bisa memesan lebih dari satu taksi di saat yang bersamaan. Ini berguna sekali kalau kita sedang pergi berombongan dan perlu order lebih dari satu taksi dalam sekali waktu. Rasanya, inovasi ini baru dimiliki oleh Blue Bird saja ya.

Fitur “Advance & Multiple Booking” di #NewMyBlueBird

 

2. Apakah di sekitar lokasi saya ada taksi Blue Bird?

Pernah suatu siang saya sedang berada di Kota Semarang, saat peak hour. Saya mau mencegat Blue Bird di pinggir jalan tapi hasilnya nihil. Saya telepon operator untuk reservasi. Akhirnya, sudah hampir empat puluh menit berlalu, tapi si ‘Burung Biru’ tak juga terlihat batang hidungnya. Wasting time! “Kalau tau akan buang waktu kaya gini kan mending saya naik taksi lainnya, atau ngojek aja biar cepet,” omel saya dalam hati.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Melalui fitur “Nearby Taxi”, sekarang kita bisa melihat berapa banyak taksi yang tersedia di titik penjemputan. Jadi, kita bisa semakin yakin untuk klik “Book Blue Bird Now” dan langsung order taksi (jika memang banyak taksi available di sekitar kita) atau kita pun bisa memutuskan untuk menggunakan moda transportasi lainnya jika memang tidak ada taksi yang available di sekitar kita saat kita sedang terburu-buru. Ini sangat memudahkan kita untuk mengambil keputusan, bukan?

Fitur “Nearby Taxi”

 

3. Attitude driver yang berbeda

Dari hasil chit-chat saya dengan beberapa driver Blue Bird yang ramah-ramah itu, saya mendapat banyak informasi tentang Blue Bird Group. Termasuk di antaranya syarat rekruitmen, fasilitas yang didapatkan oleh driver, beasiswa yang diberikan untuk anak-anak driver Blue Bird, training ketat yang diberlakukan kepada semua driver, apresiasi perusahaan dengan memberangkatkan umroh para driver, dsb. Dari percakapan-percakapan tersebut, saya menyimpulkan bahwa pelayanan dari para driver itu mostly memiliki standar yang sama, terutama dalam hal kesantunan dan keramahannya. Namun sayangnya, saya pernah menemukan satu di antara banyak driver itu yang impolite dan berujung pada komplain saya ke Call Center karena menurut saya tingkah si driver tersebut sangat menjengkelkan.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Di Blue Bird, kualitas pelayanan yang baik selalu menjadi perhatian utama sehingga melalui  fitur “Driver Rating”, kini customer bisa memberikan penilaian kepada pengemudi. Hal ini akan menjadi masukan yang sangat berarti untuk memastikan perjalanan kita selanjutnya dengan Blue Bird agar selalu nyaman dan menyenangkan.

Fitur “Driver Rating”

 

4. Waspada dengan catat nomor pintu taksi dan nama driver

Sudah menjadi kebiasaan saya, setiap kali melakukan perjalanan dini hari atau pagi-pagi buta pasti perasaan saya was-was. Maklum ya karena di pemberitaan terkadang banyak mengabarkan info kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi transportasi umum. Oleh sebab itu, saya selalu mencatat nomor pintu taksi. Tak lupa saya juga mencermati identitas driver yang terpampang di atas dashboard mobil. Info nomor pintu taksi dan nama driver tersebut selalu saya share ke keluarga dan teman-teman terdekat saya. Dengan demikian, jika ada sesuatu yang terjadi pada saya, harapannya si pelaku kejahatan bisa segera terlacak.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Share My Journey” sekarang kita bisa share lokasi ke orang-orang terdekat dengan mudah dan praktis. Jadi, keluarga dan teman-teman kita bisa mengetahui posisi kita dengan tepat dan pasti di setiap perjalanan kita menuju destinasi.

Fitur “Share My Journey”

 

5. Galau karena taksi tak kunjung datang

Jika saya sudah berhasil reservasi taksi melalui Call Center, biasanya langkah selanjutnya adalah menanti si driver datang ke lokasi penjemputan. Masalahnya adalah, saat saya berpindah rumah, lokasi rumah saya berada di gang yang agak sulit terjangkau oleh taksi. Biasanya, operator akan menanyakan ancer-ancer lokasi penjemputan, tapi tetap saja kadang ancer-ancer itu membingungkan bagi driver yang tidak terbiasa melalui wilayah saya. Pada akhirnya, saya harus terpaksa menerima kenyataan si driver yang berputar-putar mencari jalan menuju ke lokasi rumah dan taksi tiba di lokasi tidak sesuai waktu yang diperkirakan.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Tracking System & Call Driver”, kini kita bisa monitor keberadaan pengemudi atau meneleponnya langsung untuk memastikan. Jadi, ketika si driver ternyata berjalan menuju ke arah yang salah, kita bisa langsung menelepon dan memberitahunya agar kembali ke jalan yang benar :). Hal ini menurut saya sangat praktis karena kita tidak perlu melacak keberadaan driver melalui operator. Jadi, kita tidak perlu berkali-kali menghubungi operator karena sekarang kita bisa langsung berkomunikasi dengan si driver yang akan menjemput. Proses lebih cepat, dan tetap aman tentunya, karena nomor kita tidak akan muncul di sistem pengemudi. Lebih nyaman, kan?

Fitur “Tracking System & Call Driver”

 

6. Was-was dengan argometer yang angkanya terus berjalan

Satu hal yang terkadang membuat was-was ketika saya berkendara dengan taksi adalah pertanyaan dalam hati “Macet nggak ya jalanan? Duitnya cukup nggak ya buat bayar taksi?” Kemudian ekor mata ini tak lepas untuk melirik-lirik angka di argometer yang terus meningkat jumlahnya :P. Ah, sungguh membuat perjalanan terasa tidak nyaman gara-gara memikirkan kisaran biaya yang harus dibayarkan pada akhirnya.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Fare Estimation & E-Receipt“, sebelum kita memulai perjalanan, kita bisa mencari tahu estimasi tarif yang harus kita bayarkan. Struknya pun akan langsung dikirimkan melalui email kita. Dengan begitu, perjalanan kita akan semakin nyaman dan kita terbebas dari rasa khawatir kekurangan uang. Praktis, bukan?

Fitur “Fare Estimation & E-Receipt”

 

Saran-saran terkait Optimalisasi Aplikasi

Penjelasan di atas merupakan keluhan-keluhan saya selama ini yang sudah terjawab melalui 6 fitur terbaru di aplikasi #NewMyBlueBird. Berikut ini beberapa masukan dari saya yang mungkin bisa digunakan oleh Blue Bird untuk semakin berbenah agar menjadi lebih baik lagi.

  1. Terkait dengan keluhan saya terhadap salah seorang driver yang sikapnya kurang sopan, di dalam aplikasi sebaiknya ditambahkan fitur “Customer Service” agar customer dapat langsung mengadukan keluhan kepada pihak manajemen. Selain itu, akan lebih baik lagi jika terjadi interaksi dua arah dari pihak manajemen dalam menindaklanjuti keluhan para customernya.
  2. Aplikasi menggunakan default bahasa inggris. Saya bisa mengerti bahwa customer Blue Bird di Indonesia tidak hanya didominasi oleh masyarakat lokal, tetapi juga foreigner. Menurut saya, akan lebih baik lagi jika di dalam aplikasi diberikan dua opsi bahasa yaitu inggris dan indonesia, mengingat masyarakat kita belum terlalu familiar dengan bahasa inggris.
  3. Untuk customer yang sering mengadakan perjalanan dengan Blue Bird taksi, mungkin bisa diberikan reward. Misalnya customer yang telah menempuh perjalanan dengan jarak tertentu dalam seminggu atau bisa juga dari jumlah frekuensi reservasi taksi yang dilakukan. Reward bisa berupa perjalanan gratis, point yang bisa di-reedem dengan voucher belanja 🙂 atau diskon-diskon saat melakukan perjalanan.
  4. Opsi pembayaran yang diberikan bisa ditambahkan dengan opsi “kartu kredit”. Hal ini untuk mengantisipasi customer yang tidak membawa uang cash dan tidak memiliki cadangan e-voucher. Menurut saya ini sangat bermanfaat karena terkadang saya sendiri merasa sangat dimudahkan dengan metode payment ini.

Overall, saya sangat senang dengan aplikasi online yang ditawarkan oleh Blue Bird beserta fitur-fitur barunya. Mudah-mudahan ke depannya Blue Bird semakin menunjukkan improvisasinya dan tetap mengutamakan profesionalitas dalam melayani konsumennya. Sebagai armada taksi terbaik di Indonesia, sudah selayaknya Blue Bird menjadi teladan bagi perusahan-perusahaan transportasi lainnya dalam memberikan kualitas pelayanan yang unggul dan bersahabat dengan masyarakat.

 

Persembahan Pampers untuk Momen Pertama bersama Buah Hati

Momen Pertama

Hari ini, usia kehamilan saya 24 minggu. Babak dua-per-tiga masa kehamilan sudah hampir genap terlewati. Momen pertama menjalani kehamilan bukan hal yang cukup mudah bagi saya. Sesuatu hal baru dan pertama bukankah biasanya tidak terasa nyaman? Tapi saya tetap berusaha menikmati semua ini dengan baik koq 🙂

Akhir dari kehamilan, saya akan memasuki babak baru yaitu momen pertama dalam hidup saya menjadi seorang ibu, memiliki bayi, mengasuhnya dengan segala kerempongan –seperti yang sering saya dengar dari pengalaman ibu-ibu lainnya-. Artinya, saya harus lebih banyak belajar, mencari ilmu, dan berguru pada yang sudah lebih berpengalaman.

Pada tanggal 4 Juni 2016 lalu, saya berkesempatan menghadiri gathering yang diadakan oleh Pampers. Pampers yang tengah merayakan perjalanan #MomenPertama Ibu dan Bayi tersebut menghadirkan kampanye barunya, “Firsts”, yaitu program tentang bagaimana pengalaman orang tua merayakan banyak momen pertama bersama buah hati dalam perjalanan awal mereka menjadi sebuah keluarga. Sebagai persembahan kepada banyaknya momen pertama yang dialami bersama oleh keluarga, Pampers merilis kumpulan video berjudul “Firsts”, yang memperlihatkan banyak momen berharga yang tumbuh di antara orang tua dan bayi mereka. Berikut adalah Video “Firsts” yang menampilkan momen-momen menyentuh dalam perjalanan awal seorang bayi yang membuat sebuah keluarga menjadi lengkap atas kehadirannya.

Saat baru menjadi orang tua bagi buah hati, tidak ada yang lebih berharga dari merasakan semua momen pertama yang indah dari bayi Anda, baik itu adalah momen pertama saat mendengar detak jantung, momen pertama Anda mendekap bayi Anda, momen pertama bayi Anda tidur dengan lelap, Pampers ingin ada di setiap momen pertama dan mendampingi Ibu,” ujar Febrina Herlambang, Communications Manager P&G.

Acara gathering Pampers yang bertempat di SeaGrain Resto and Bar di Doubletree Hilton Cikini Jakarta mengundang para ibu dan calon ibu yang tengah menantikan buah hatinya. Di acara itu pula, hadir brand ambassador Pampers, artis cantik  Gisella Anastasia dan putrinya, Gempita.

Sebagai first time mom, video “First” buat saya sangat brilian karena menyentuh perasaan banyak orang tua baru yang pasti mengalami hal serupa. Saya merasa melihat diri saya dan suami ketika menantikan Gempi lahir. Betapa kami ingin segera melihat dan berbagi semua momen pertama bersamanya. Banyak sekali kejutan luar biasa pada momen-momen pertama saya memiliki bayi.  Sekarang dengan hadirnya Pampers Premium Care New Baby yang dibuat khusus untuk melindungi bayi baru lahir pastinya akan sangat membantu banyak ibu dan menjadi produk yang tepat dalam memberikan proteksi untuk bayi baru lahir mereka,” ujar Gisella.

 

dokumen pribadi

Apakah pospak (misal produk Pampers) baik digunakan pada Newborns?

Perawatan bayi sebenarnya mudah, tapi satu hal yang perlu diingat adalah kulit bayi sangat sensitif dan gampang kering sehingga jika perawatannya tidak tepat bisa mengakibatkan iritasi. Masalah-masalah yang sering terjadi pada kulit bayi antara lain kulit terlihat mengelupas (biasanya pada bayi post-mature) dan timbul jerawat kemerahan pada bayi. Jerawat pada bayi ini sebenarnya bukan diakibatkan oleh makanan ibunya –seperti apa kata orang jaman dulu- tapi lebih karena kondisi kulit bayi yang sensitif.

Untuk mengatasi kulit bayi agar tidak mudah iritasi, beberapa hal perlu kita lakukan, misalnya:

  1. Kita harus mempelajari teknik perawatan kulit bayi secara tepat
  2. Perawatan bayi dari ujung rambut sampai ujung kaki
  3. Perhatikan diaper-nya. Jumlah pipis bayi berbeda-beda sehingga kita perlu mengeceknya sewaktu-waktu.

Dalam sehari minimal bayi pipis sebanyak 6 kali dan pup minimal 4 kali. Bisa dibayangkan ya, berapa banyak popok yang mesti disiapkan untuk ganti?

“Struktur kulit bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat sensitif. Sesuatu yang sebenarnya tidak mempunyai efek yang berarti pada kulit sensitif orang dewasa, sementara pada kulit bayi bisa mempunyai efek yang besar dan rentan terhadap iritasi. Faktor lingkungan tempat bayi berada merupakan salah satu faktor penting dalam perawatan dan kenyamanan kulit bayi. Terutama dalam pemilihan popok sekali pakai, dengan mendapatkan popok yang tepat yang memang dibuat khusus bagi bayi baru lahir, memiliki daya serap baik, tidak menimbulkan iritasi, dan tidak menghambat gerakan dan perkembangan bayi sehingga bayi dapat tidur lebih nyenyak sepanjang malam,” kata Dr. Margareta Komalasari, Sp.A(K) yang menjadi salah satu pembicara dalam acara gathering.

Jadi para mommies, jika mommies ingin lebih praktis dan efisien dalam hal penggantian popok bayi, mommies bisa saja memakai pospak (popok sekali pakai) dengan bahan yang baik, lembut dan halus, memiliki daya serap tinggi, tidak menimbulkan iritasi, dan tidak menghambat gerakan dan perkembangan bayi. Bayi tidak harus memakai pospak sepanjang hari karena bisa kita rasakan sendiri ya kalau kita memakai pembalut sepanjang hari juga rasanya tidak nyaman, kan? Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik jadi pemakaian pospak perlu disesuaikan dengan kebutuhan si bayi.

dokumen pribadi

Pampers Premium Care New Baby

Sementara kulit bayi yang baru lahir masih beradaptasi, kita bisa memberikan perlindungan dan kasih sayang yang terbaik bagi mereka dengan Pampers Premium Care New Baby. Untuk perlindungan kulit terbaik, Pampers memiliki 5 keunggulan:

  1. Super Gel, yaitu gel dengan daya serap hingga 12 jam
  2. Sirkulasi udara agar kulit tetap kering
  3. Lembut di segala bagian, menjaga kulit tetap nyaman
  4. Bagian pinggang 2x lebih lentur – super pas dan nyaman
  5. Lotion perlindungan kulit

Pampers New Baby memberikan perlindungan bagi kulit bayi yang baru lahir. Teknologi Unique Absorb-Away Layer cepat menyerap basah dan pup yang berair dari kulit bayi yang. Selain itu, keunikan dari Pampers New Baby ini adalah adanya Wetness Indicator yang akan berubah warna menjadi biru saat bayi buang air kecil sehingga para ibu tahu kapan harus mengganti popok. Desain yang melengkung dan pas di daerah perut juga membuat bayi semakin nyaman.

Pampers Premium Care New Baby tersedia di seluruh toko di Indonesia dengan harga Rp. 27.500 untuk Pampers isi 13 dan Rp. 59.900 untuk Pampers isi 28, ukuran yang tersedia mulai dari usia Newborn hingga XL.

Pampers Premium Care New Baby dengan Perlindungan Kulit Bintang 5

 

Khusus 1 April hingga 30 Juni 2016, Pampers memiliki promo diskon 40% di toko-toko tertentu, bisa dicek di sini.