Keluhan Terjawab dengan 6 Fitur Terbaru di Aplikasi #NewMyBlueBird

Sejak tahun 2012, tepatnya sejak saya mulai bekerja, saya adalah loyal customer Blue Bird. Tak terhitung berapa mil perjalanan yang saya tempuh bersama si ‘Burung Biru’ ini. Meskipun harga buka pintu dan tarif argometernya bisa dibilang tertinggi di antara armada taksi lainnya, tetapi soal kualitas boleh lah diadu. “Ada harga, ada rupa“. Walaupun demikian, masih banyak hal yang perlu dibenahi dari armada yang sudah beroperasi sejak tahun 1972 ini.

sumber: FanPage Blue Bird Group

Di jaman perkembangan teknologi begitu pesat seperti saat ini, kebutuhan masyarakat akan sesuatu yang praktis dan serba digital semakin haus untuk dipenuhi. Demikian pula dengan saya. Saya sempat merasa ribet dalam hal order taksi Blue Bird di saat saya harus buru-buru mobile dari satu tempat ke tempat lainnya. Jujur saja, saya mulai tertarik dengan taksi berbasis aplikasi online karena begitu banyak kemudahan dan efisiensi waktu yang saya peroleh. Hingga pada akhirnya saya tahu kalau Blue Bird juga memiliki aplikasi berbasis online yang baru dibenahinya. Hal ini cukup melegakan bagi saya karena saya dapat menikmati fitur-fitur terbaru dari aplikasi Blue Bird.

6 Fitur Baru #MyNewBlueBird

Aplikasi #NewMyBlueBird app bisa di-download di mybb.bluebirdgroup.com. Apa saja keluhan yang bisa teratasi dan kemudahan yang didapatkan dari aplikasi ini? Berikut ini kisah pengalaman pribadi saya dengan Blue Bird.

1. Ribetnya order taksi via Call Center

Ketika mobilitas saya tinggi, kecepatan dalam mengorder taksi menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan. Nah, selama ini saya selalu order taksi melalui Call Center. Respon operator cukup cepat jika memang bukan saat peak hour ya. Namun, yang kadang bikin kesal adalah ketika saya harus menunggu nada sambung yang begitu lama dan telepon saya tidak diangkat-angkat oleh operator. Jika pun operator mengangkatnya, jawabannya adalah ‘kami carikan taksinya dulu ya Bu‘. Penantian itu sangat membuat hati ini galau! Padahal saya sedang buru-buru harus move on dari satu tempat ke lokasi tujuan. Satu hal lagi, pulsa jadi tidak irit kalau harus menelepon Call Center kan? 😛

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Advance & Multiple Booking” di #NewMyBlueBird, sekarang kita bisa memesan taksi sesuai waktu yang diinginkan. Bahkan, kita bisa membuat rencana dari hari sebelumnya sehingga kita tidak perlu lagi khawatir. Selain itu, fitur ini memudahkan kita untuk bisa memesan lebih dari satu taksi di saat yang bersamaan. Ini berguna sekali kalau kita sedang pergi berombongan dan perlu order lebih dari satu taksi dalam sekali waktu. Rasanya, inovasi ini baru dimiliki oleh Blue Bird saja ya.

Fitur “Advance & Multiple Booking” di #NewMyBlueBird

 

2. Apakah di sekitar lokasi saya ada taksi Blue Bird?

Pernah suatu siang saya sedang berada di Kota Semarang, saat peak hour. Saya mau mencegat Blue Bird di pinggir jalan tapi hasilnya nihil. Saya telepon operator untuk reservasi. Akhirnya, sudah hampir empat puluh menit berlalu, tapi si ‘Burung Biru’ tak juga terlihat batang hidungnya. Wasting time! “Kalau tau akan buang waktu kaya gini kan mending saya naik taksi lainnya, atau ngojek aja biar cepet,” omel saya dalam hati.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Melalui fitur “Nearby Taxi”, sekarang kita bisa melihat berapa banyak taksi yang tersedia di titik penjemputan. Jadi, kita bisa semakin yakin untuk klik “Book Blue Bird Now” dan langsung order taksi (jika memang banyak taksi available di sekitar kita) atau kita pun bisa memutuskan untuk menggunakan moda transportasi lainnya jika memang tidak ada taksi yang available di sekitar kita saat kita sedang terburu-buru. Ini sangat memudahkan kita untuk mengambil keputusan, bukan?

Fitur “Nearby Taxi”

 

3. Attitude driver yang berbeda

Dari hasil chit-chat saya dengan beberapa driver Blue Bird yang ramah-ramah itu, saya mendapat banyak informasi tentang Blue Bird Group. Termasuk di antaranya syarat rekruitmen, fasilitas yang didapatkan oleh driver, beasiswa yang diberikan untuk anak-anak driver Blue Bird, training ketat yang diberlakukan kepada semua driver, apresiasi perusahaan dengan memberangkatkan umroh para driver, dsb. Dari percakapan-percakapan tersebut, saya menyimpulkan bahwa pelayanan dari para driver itu mostly memiliki standar yang sama, terutama dalam hal kesantunan dan keramahannya. Namun sayangnya, saya pernah menemukan satu di antara banyak driver itu yang impolite dan berujung pada komplain saya ke Call Center karena menurut saya tingkah si driver tersebut sangat menjengkelkan.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Di Blue Bird, kualitas pelayanan yang baik selalu menjadi perhatian utama sehingga melalui  fitur “Driver Rating”, kini customer bisa memberikan penilaian kepada pengemudi. Hal ini akan menjadi masukan yang sangat berarti untuk memastikan perjalanan kita selanjutnya dengan Blue Bird agar selalu nyaman dan menyenangkan.

Fitur “Driver Rating”

 

4. Waspada dengan catat nomor pintu taksi dan nama driver

Sudah menjadi kebiasaan saya, setiap kali melakukan perjalanan dini hari atau pagi-pagi buta pasti perasaan saya was-was. Maklum ya karena di pemberitaan terkadang banyak mengabarkan info kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi transportasi umum. Oleh sebab itu, saya selalu mencatat nomor pintu taksi. Tak lupa saya juga mencermati identitas driver yang terpampang di atas dashboard mobil. Info nomor pintu taksi dan nama driver tersebut selalu saya share ke keluarga dan teman-teman terdekat saya. Dengan demikian, jika ada sesuatu yang terjadi pada saya, harapannya si pelaku kejahatan bisa segera terlacak.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Share My Journey” sekarang kita bisa share lokasi ke orang-orang terdekat dengan mudah dan praktis. Jadi, keluarga dan teman-teman kita bisa mengetahui posisi kita dengan tepat dan pasti di setiap perjalanan kita menuju destinasi.

Fitur “Share My Journey”

 

5. Galau karena taksi tak kunjung datang

Jika saya sudah berhasil reservasi taksi melalui Call Center, biasanya langkah selanjutnya adalah menanti si driver datang ke lokasi penjemputan. Masalahnya adalah, saat saya berpindah rumah, lokasi rumah saya berada di gang yang agak sulit terjangkau oleh taksi. Biasanya, operator akan menanyakan ancer-ancer lokasi penjemputan, tapi tetap saja kadang ancer-ancer itu membingungkan bagi driver yang tidak terbiasa melalui wilayah saya. Pada akhirnya, saya harus terpaksa menerima kenyataan si driver yang berputar-putar mencari jalan menuju ke lokasi rumah dan taksi tiba di lokasi tidak sesuai waktu yang diperkirakan.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Tracking System & Call Driver”, kini kita bisa monitor keberadaan pengemudi atau meneleponnya langsung untuk memastikan. Jadi, ketika si driver ternyata berjalan menuju ke arah yang salah, kita bisa langsung menelepon dan memberitahunya agar kembali ke jalan yang benar :). Hal ini menurut saya sangat praktis karena kita tidak perlu melacak keberadaan driver melalui operator. Jadi, kita tidak perlu berkali-kali menghubungi operator karena sekarang kita bisa langsung berkomunikasi dengan si driver yang akan menjemput. Proses lebih cepat, dan tetap aman tentunya, karena nomor kita tidak akan muncul di sistem pengemudi. Lebih nyaman, kan?

Fitur “Tracking System & Call Driver”

 

6. Was-was dengan argometer yang angkanya terus berjalan

Satu hal yang terkadang membuat was-was ketika saya berkendara dengan taksi adalah pertanyaan dalam hati “Macet nggak ya jalanan? Duitnya cukup nggak ya buat bayar taksi?” Kemudian ekor mata ini tak lepas untuk melirik-lirik angka di argometer yang terus meningkat jumlahnya :P. Ah, sungguh membuat perjalanan terasa tidak nyaman gara-gara memikirkan kisaran biaya yang harus dibayarkan pada akhirnya.

Melalui aplikasi barunya, Blue Bird memberikan solusi: Dengan fitur “Fare Estimation & E-Receipt“, sebelum kita memulai perjalanan, kita bisa mencari tahu estimasi tarif yang harus kita bayarkan. Struknya pun akan langsung dikirimkan melalui email kita. Dengan begitu, perjalanan kita akan semakin nyaman dan kita terbebas dari rasa khawatir kekurangan uang. Praktis, bukan?

Fitur “Fare Estimation & E-Receipt”

 

Saran-saran terkait Optimalisasi Aplikasi

Penjelasan di atas merupakan keluhan-keluhan saya selama ini yang sudah terjawab melalui 6 fitur terbaru di aplikasi #NewMyBlueBird. Berikut ini beberapa masukan dari saya yang mungkin bisa digunakan oleh Blue Bird untuk semakin berbenah agar menjadi lebih baik lagi.

  1. Terkait dengan keluhan saya terhadap salah seorang driver yang sikapnya kurang sopan, di dalam aplikasi sebaiknya ditambahkan fitur “Customer Service” agar customer dapat langsung mengadukan keluhan kepada pihak manajemen. Selain itu, akan lebih baik lagi jika terjadi interaksi dua arah dari pihak manajemen dalam menindaklanjuti keluhan para customernya.
  2. Aplikasi menggunakan default bahasa inggris. Saya bisa mengerti bahwa customer Blue Bird di Indonesia tidak hanya didominasi oleh masyarakat lokal, tetapi juga foreigner. Menurut saya, akan lebih baik lagi jika di dalam aplikasi diberikan dua opsi bahasa yaitu inggris dan indonesia, mengingat masyarakat kita belum terlalu familiar dengan bahasa inggris.
  3. Untuk customer yang sering mengadakan perjalanan dengan Blue Bird taksi, mungkin bisa diberikan reward. Misalnya customer yang telah menempuh perjalanan dengan jarak tertentu dalam seminggu atau bisa juga dari jumlah frekuensi reservasi taksi yang dilakukan. Reward bisa berupa perjalanan gratis, point yang bisa di-reedem dengan voucher belanja 🙂 atau diskon-diskon saat melakukan perjalanan.
  4. Opsi pembayaran yang diberikan bisa ditambahkan dengan opsi “kartu kredit”. Hal ini untuk mengantisipasi customer yang tidak membawa uang cash dan tidak memiliki cadangan e-voucher. Menurut saya ini sangat bermanfaat karena terkadang saya sendiri merasa sangat dimudahkan dengan metode payment ini.

Overall, saya sangat senang dengan aplikasi online yang ditawarkan oleh Blue Bird beserta fitur-fitur barunya. Mudah-mudahan ke depannya Blue Bird semakin menunjukkan improvisasinya dan tetap mengutamakan profesionalitas dalam melayani konsumennya. Sebagai armada taksi terbaik di Indonesia, sudah selayaknya Blue Bird menjadi teladan bagi perusahan-perusahaan transportasi lainnya dalam memberikan kualitas pelayanan yang unggul dan bersahabat dengan masyarakat.

 

Please follow and like me: