Secangkir Teh dalam Pernikahan

Menikmati suguhan teh manis hangat sudah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia. Fenomena ini pun akhirnya mendarah-daging di keluarga saya. Entah apakah ini suatu tradisi, tetapi membuatkan secangkir teh untuk suami di pagi hari laiknya suatu kewajiban.

Pernikahan saya baru genap setahun. Saya bukan tipe yang rajin menyuguhkan teh di pagi hari, tidak seperti ibu saya atau ibu-ibu kebanyakan di daerah saya, Jawa Tengah. Gimana mau menyuguhkan teh kalau saya saja sering bangun lebih siang daripada suami, bahkan seringkali saya masih terlelap saat suami berpamitan pergi ke kantor. Oops! Untungnya, Mas Ry nggak pernah protes. Walaupun jarang membuat teh pagi-pagi, tetapi wajib banget bikin teh panas menjelang petang untuk menyambut suami pulang. Stok teh memang nggak boleh kosong di rumah saya. Continue reading “Secangkir Teh dalam Pernikahan”

Please follow and like me: