Tentang Rumah Baru

I’m back…

Ini blog baru saya, bak rumah singgah untuk setiap cerita yang ingin diuraikan. Dua tahun lalu saya menghapus personal blog saya yang sudah lumayan banyak terisi tulisan. Alasan dihapus? Hmm… karena saya merasa sedikit malu ketika saya menyadari ada yang diam-diam –seseorang yang tidak saya sangka– selalu memantau, memerhatikan, atau bahkan begitu mengidolakan saya? Haha… Entahlah…. yang pasti, beberapa hari setelah upacara wisudaan saya di tahun 2011 lalu, seseorang tersebut secara mengejutkan mengirimi saya lembaran-lembaran kertas yang terjilid rapih berisi seluruh tulisan di blog saya saat itu. Wow, saya takjub!

Sekarang saya hanya tersenyum-senyum saja kalau mengingat bagaimana kepanikan saya sesaat setelah menerima bingkisan dari Pak Pos yang ternyata berisi keseluruhan tulisan di blog saya. Semestinya kepanikan yang tak beralasan itu tidak harus terjadi sih karena sedari awal harusnya saya tahu kalau sesuatu yang dipublikasikan di media sosial itu artinya kita siap mengabarkan postingan kita ke seluruh penjuru dunia, tak terkecuali siapa pun.

Namun, ini lain cerita. Seseorang yang terpisah jauh, yang saya anggap tidak akan sebegitunya mencari tahu tentang saya, eeh ternyata “beliau” ini rajin memantau bahkan dengan telatennya mencetak lembar demi lembar tulisan saya (yang menurut saya isinya dominan dengan hal yang tidak terlalu penting, hehehe).

Tidak akan terjadi lagi.

Sekarang ini saya cukup dewasa menanggapi hal-hal serupa (#halah).
“Rumah baru” ini tentu saja masih bercerita seputar kehidupan saya. Lebih tepatnya perjalanan hidup yang sebenarnya hanya numpang singgah sejenak di dunia… Saya berharap blog ini bisa menjadi media komunikasi yang lebih baik dari sekadar ucapan lisan saya. Saya tidak pandai mengungkapkan segala sesuatunya secara verbal maupun lisan, namun melalui tulisan saya merasa lebih bisa mengungkapkan kejujuran isi hati (#eaaaaa).

Untuk seseorang yang telah menjilidkan dengan rapih lembar demi lembar cerita saya… terimakasih Bapak…. agaknya justru belakangan ini saya merasa bangga karena Bapak sudah menjadi pengagum rahasia putri sulungnya ini. Kumpulan tulisan blog yang Bapak kirim dulu masih tersimpan rapih di lemari buku. Saya malu mau membacanya lagi karena tulisan saya jauh-jauh tidak lebih baik dari tulisan Bapak.


Tentang Rumah Baru,
Akan ada beberapa tulisan lama saya yang saya posting di blog ini, dengan sedikit editan seperlunya.Terimakasih sudah berkunjung 🙂




Please follow and like me:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *