STUNTING TIDAK BISA DIOBATI TAPI BISA DICEGAH

Apakah kamu akhir-akhir ini familiar dengan kata “STUNTING”? Ya gaungnya memang terasa terdengar belakangan ini. Stunting ini bukanlah masalah yang baru terjadi, melainkan ini masalah yang sudah ada sejak lama di Indonesia tapi isunya baru muncul ke permukaan.

Agaknya para pegiat isu stunting dan praktisi kesehatan harus benar-benar bersyukur atas pidato presiden dua tahun belakangan ini yang menyelipkan isu pencegahan stunting ini di pidato kenegaraan dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, di tahun 2017 dan 2018. Berikut cuplikan pidato yang saya maksud:

Continue reading “STUNTING TIDAK BISA DIOBATI TAPI BISA DICEGAH”

Please follow and like me:

Demi “Empat Jengkal”, Ini 4 Cara Mencegah Obesitas

Kemarin saya ukur lingkar pinggang, hasilnya… Jreng… Jreeeng…. Lebih dari empat jengkal! Apa artinya tuh?

Lingkar pinggang merupakan indikator risiko kesehatan yang kaitannya dengan kelebihan lemak di sekitar pinggang. Lingkar pinggang ideal wanita Asia nggak lebih dari 80 cm, sedangkan pria nggak lebih dari 90 cm. Kalau nggak punya meteran, gunakan saja pengukuran dengan “empat jengkal” tangan. Asumsinya satu jengkal panjangnya sekitar 20-25 cm. Jadi, lingkar pinggang idealnya nggak boleh lebih dari empat jengkal ya. Kalau lebih dari empat jengkal gimana? Nah harus waspadai nih.

ukuran lingkar pinggang ideal dan berisiko obesitas
Ukuran Lingkar Pinggang Ideal. Source: www.adelaide.edu.au

Continue reading “Demi “Empat Jengkal”, Ini 4 Cara Mencegah Obesitas”

Please follow and like me:

Yuk Konsumsi Telur dan Daging Ayam, si Protein Hewani Padat Gizi

Yuk Konsumsi Telur, si Protein Hewani Padat Gizi

Setiap Ibu pasti pasti pernah menghadapi anaknya yang susah makan (GTM = Gerakan Tutup Mulut), tidak terkecuali saya, hehe. Badai GTM Halwa itu hilang timbul. Kadang dia lahap makan, tapi kadang ya gitu deh bisa masuk 5 suap aja alhamdulillah. Grafik pertumbuhan berat badannya selalu saya pantau, asalkan masih masuk range berat badan sesuai tahapan usianya sih saya tenang saja meskipun garisnya ada di batas bawah. Melihat fenomena nggak doyan makan seperti itu, saya jadi berpikir untuk memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang padat gizi. Susu? Ah dia nggak doyan susu formula atau UHT. Baru saya berikan akhir-akhir ini sih tapi reaksinya nggak terlalu happy.

Mencari bahan MPASI yang padat gizi, murah, dan gampang dijumpai sehari-hari sebenarnya tidak sulit, misalnya saja telur ayam. Beruntungnya di dekat rumah saya ada warungnya si Bang Udin yang superrr lengkap menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari. Warung yang hanya berjarak 10 langkah dari rumah saya ini menjual telur dengan kisaran harga 20-22 ribu per kilo. Nah di depan warung Bang Udin, ada yang jual ayam potong. Pokoknya bersyukur deh saya bisa mendapat bahan protein hewani dengan mudah untuk konsumsi keluarga.

Continue reading “Yuk Konsumsi Telur dan Daging Ayam, si Protein Hewani Padat Gizi”

Please follow and like me: