5 Cara Berterima Kasih kepada si Mbak ART

Drama Emak-emak

 

“ART ku nggak balik lagi setelah lebaran”

“Kalau ada info ART kasihtau aku donk, mbakku pulang kampung tapi nggak balik lagi”

 

Habis lebaran, terbitlah duka emak-emak  yang ditinggal pergi ART (Asisten Rumah Tangga).

Fenomena ini hampir selalu menghiasi kehidupan sebagian emak yang demanding banget sama ART.

ART itu kalau memang jodoh pastilah akan bertemu. Tapi terkadang juga ART mirip jaelangkung yang datang tak diundang, pulang tak diantar (kemudian kabur tak kembali selamanya). Begitulah balada emak-emak. Continue reading “5 Cara Berterima Kasih kepada si Mbak ART”

Please follow and like me:
setelah resign

Mau Ngapain Setelah RESIGN? Do What You Love!

Officially, sebulan lalu saya resmi resign. Ini adalah keputusan berat yang penuh pertimbangan. Sebenarnya keinginan resign ini sudah mencuat sejak dua tahun lalu saat Halwa baru lahir. Tapi berhubung saya memiliki support system yang bagus, saya urung berhenti kerja saat itu.

 

Saya mengawali pekerjaan saya sebagai asisten profesor di salah satu kampus terkemuka, dengan title terakhir saya adalah ‘peneliti’. Pekerjaan yang asyik dan menantang. Asyik karena in line dengan background saya, yaitu kesehatan. Menantang because there’s so many things yang saya peroleh selama hampir 7 tahun bekerja.

 

Continue reading “Mau Ngapain Setelah RESIGN? Do What You Love!”

Please follow and like me:

Ini 4 Cara Memilih Kosmetik Halal

Kenapa harus memilih kosmetik halal?

Ternyata bukan hanya makanan saja yang perlu disertifikasi kehalalannya loh, kosmetik pun  perlu mendapat sertifikasi sebagai kosmetik halal. Sertifikat kosmetik halal ini penting untuk memastikan tubuh tidak terkontaminasi bahan-bahan yang diharamkan menurut agama Islam. Walaupun kosmetik halal bukan sesuatu yang dimakan dan masuk ke dalam tubuh, kita tetap harus cermat memperhatikan jangan sampai kita menggunakan produk kosmetik yang berbahan najis karena ketentuan hukum Islam sendiri sudah jelas bahwa ada aspek halal, haram, dan najis. Kalau ada najis yang menempel di tubuh kita, otomatis itu akan berdampak pada keabsahan ibadah seorang Muslim. Persyaratan dalam  solat, misalnya, menyebutkan bahwa seorang Muslim harus suci badan, pakaian, dan tempat dari najis. Continue reading “Ini 4 Cara Memilih Kosmetik Halal”

Please follow and like me:

Mau Sekolah ke Luar Negeri? Baca Kisah Inspiratif Neng Koala

“Kenapa harus di luar negeri, sih? Di Indonesia banyak koq perguruan tinggi yang bagus

“Emang kamu mau ngapain, ngoyo banget mau sekolah ke luar negeri?”

“Udah lah kamu cewek, ngga perlu sekolah tinggi-tinggi, nanti cowok pada minder deketin kamu, susah dapet jodoh loh”

Saya hanya bisa menghela napas panjang sambil terus meyakinkan diri “Memangnya nggak boleh ya kalau saya punya cita-cita sekolah di luar negeri?” Kalau pertanyaan semacam itu datang dari orang tak dikenal, I don’t care very much. Payahnya, pertanyaan “demotivasi” itu justru dilontarkan orang-orang terdekat saya. Alih-alih didukung, ternyata masih banyak mindset orang yang mengganggap bahwa wanita tidak perlu memiliki status dan pendidikan tinggi. Ah, memang orang terdekat kita justru yang paling berpotensi menyakiti ya (baper deh!)

Mengutip secuplik kalimat Butet Manurung di Kata Pengantar Buku Neng Koala, “Cita-cita itu personal sifatnya, jadi cita-cita seorang perempuan adalah tentang ia dan dirinya. Kalaupun ada kompetisi, itu adalah pertarungannya dengan diri sendiri, bagaimana agar dirinya lebih baik dari kemarin”. Just be my self, ini adalah tentang saya dan diri sendiri. Masa-masa baper sudah berlalu. Saya sudah berdamai dengan diri sendiri. Sedikit kisah kecut yang saya alami bertubi-tubi demi memperjuangkan cita-cita akan saya tuturkan lewat tulisan ini. Tentunya kisah ini belum menemui akhir ceritanya karena perjalanan hidup saya saat ini masih dalam rangka mencari jawaban tentang akhir cerita itu.

Continue reading “Mau Sekolah ke Luar Negeri? Baca Kisah Inspiratif Neng Koala”

Please follow and like me:

Bermain di Taman Pemuda Pratama, Taman Ramah Anak di Kota Depok

Taman Pemuda Pratama, Taman Ramah Anak di Kota Depok

Yang mengaku warga Depok, ada yang belum pernah dengar Taman Pemuda Pratama? Saya tahu sekilas tempat ini dari postingan seorang teman di beranda Facebook. Karena lokasinya di Tanah Baru, cukup dekat dengan rumah saya, minggu lalu saya ajak suami dan anak bermain ke taman ini. Nggak akan menyesal pergi kesini karena selain tamannya bersih, rapi, taman ini juga menyediakan beberapa wahana ramah anak.

Tujuan dibangun Taman Pemuda Pratama ini adalah sebagai dukungan kepada pemerintah kota Depok yaitu program Kota Layak Anak (KLA), dengan demikian akan menjadi bentuk sinergritas antara warga dengan pemerintah yang menjadikan Taman Pemuda Pratama sebagai sarana bermain yang ramah anak (dikutip dari website tamanpratama.id)

Taman Pemuda Pratama berlokasi di JL. Sairin RT.01/011 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji – Kota Depok. Kalau dari arah Tugu Tanah Baru, sekitar 1 km dari arah tugu kita belok kiri di Gang Saidan, lurus mentok sampai di perempatan jalan nanti posisi tamannya ada di seberang lapangan, cukup eye catching koq!

FYI, Taman Pemuda Pratama buka setiap hari Selasa – Minggu, mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Pertama kali ke sana, saya tiba pukul 17.45 WIB loh, dan petugas masih mengizinkan kami melihat-lihat area taman sebelum pukul 18.00 WIB. Hari Senin taman ini tutup untuk maintenance dan kebersihan.

Continue reading “Bermain di Taman Pemuda Pratama, Taman Ramah Anak di Kota Depok”

Please follow and like me:
adzkia halwa

Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu

Saya bekerja di salah satu pusat riset di kampus. Usai cuti melahirkan dan saya harus kembali ke rutinitas pekerjaan, hari pertama masuk kerja Halwa dititipkan di daycare. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu ninggalin dia di sana ya, campur aduk dan baper banget!

Saat saya masuk kantor dan berjumpa dengan Bapak-Ibu Profesor dan teman-teman, mereka menanyakan di mana anak saya. Saya jawab  “daycare”. Tahu apa respon mereka? Mereka kompak menasehati saya agar jangan titip Halwa di daycare, kalau memang saya belum punya asisten, bawa saja Halwa ke kantor. WOW! Saya bener-bener terharu diizinkan membawa bayi saya ke kantor. Ah rasanya bahagia dan bersyukur banget bekerja di lingkungan seperti ini, tempat yang sangat ramah dan bernuansa kekeluargaan.

Sejak saat itu, dimulailah hari-hari saya membawa Halwa ke kantor setiap hari hingga dia berusia 10 bulan. Saya cukup bahagia karena di saat working mom di Indonesia pada umumnya hanya punya waktu intens bersama anak selama 3 bulan saat cuti, saya punya waktu yang lebih panjang lagi. Tapi jangan salah ya, beban pikiran saya juga semakin bertambah. Continue reading “Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu”

Please follow and like me:

Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa

Akhir November kemarin saya mendapati satu email dari nama yang nggak asing buat saya, Ms. Willems. Saat saya baca emailnya, ternyata beliau “mengundang” saya untuk datang ke Program Short Course di Negeri Kincir Angin. Memang sudah menjadi impian saya untuk bisa menjejakkan kaki di Benua Eropa, khususnya untuk bersekolah di sana. Bahkan hal itu sudah menjadi resolusi saya dari tahun 2016 hingga sekarang. Namun, impian untuk mengambil studi master harus tertunda sementara waktu karena dalam perjalanan menuju impian saya itu, saya mendapat rejeki lain yaitu suami dan anak. Karena saat ini waktunya belum memungkinkan untuk saya studi overseas dua tahun, saya putuskan untuk mendaftar short course yang waktunya lebih singkat.

Bagi siapapun yang mengaku sebagai Scholarship Hunter, pasti ngerti banget hal-hal apa saja yang harus diperjuangkan untuk bisa bersekolah di luar negeri dan mendapat beasiswa. Tentunya ada dua hal penting yang jadi kunci utama: LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan dan beasiswa. Untuk mendapat satu dari kedua hal itu juga bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan baik dari segi waktu, biaya, energi, dan pikiran. Sebelum ke arah sana pun kita harus mengumpulkan banyak informasi tentang cara pendaftaran, deadline, persyaratan, pilihan program studi, funding, dll. Mungkin lain kali akan saya bahas mengenai hal ini ya. Continue reading “Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa”

Please follow and like me:

Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan

Memasuki bulan Desember kali ini, saya excited menjelang liburan panjang di akhir tahun. Tiket kereta sudah ada di tangan. Kami sekeluarga berencana pulang kampung ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Kebumen. Sudah hampir setengah tahun saya tidak pulang ke kota kelahiran. Rencananya kami –saya, suami, dan baby Halwa– akan berlibur dari sebelum Natal hingga selesai Tahun Baru.

Jumat pagi, saya dan suami (Mas Ry) berjalan-jalan pagi bersama Halwa. Sudah menjadi kebiasaan kami saat libur untuk menyempatkan jalan-jalan di sekitar rumah. Apalagi, suasana pagi di kawasan Kampus UI Depok sangat cocok untuk berolahraga atau hanya sekadar menikmati udara segarnya. Pagi itu, saya bercerita kepada Mas Ry soal mimpi saya semalam tentang meninggalnya simbah kakung (kakek). Konon katanya, mimpi buruk pantang diceritakan. Mimpi buruk juga tidak boleh ditafsirkan karena tidak semua mimpi itu benar dan mimpi mungkin hanya bawaan perasaan atau bisikan hati. Namun, kali itu saya merasa perlu menceritakan perihal mimpi saya pada suami dengan tujuan untuk antisipasi seandainya hal itu sungguh terjadi.

Halwa (saat usia 1 bulan) bersama simbah buyut

Sejak sebulan terakhir ini simbah kakung memang kerap sakit-sakitan: mulai dari terjatuh di dekat sumur hingga kepalanya sakit, katarak yang hendak dioperasi, hingga kabar terakhir mengatakan simbah stroke karena terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga beliau harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari terakhir. Siang hari itu, terlepas dari firasat mimpi buruk saya semalam, saya mendapat kabar bahwa kondisi simbah kritis dan harus dirawat di ICU. Pikiran saya tidak tenang, doa selalu saya lantunkan memohon yang terbaik untuk simbah.

Continue reading “Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan”

Please follow and like me:

Rekreasi ke Waterbom PIK dengan Kupon Diskon BambiDeal

Menjelang weekend minggu lalu, saya ingin mengajak Halwa berenang. Biasanya kami berenang di waterpark dekat rumah yang HTM-nya 35.000 saat weekend. Kali itu saya ingin sekalian ajak Halwa jalan-jalan yang agak jauhan tapi tetap dengan harga murah. Hehe. Passss banget buka BambiDeal, ada diskon tiket masuk ke Waterbom Pondok Indah Kapuk (PIK) dari harga Rp 270.000 menjadi Rp 85.000. Wow banget kan? Kapan lagi dapat diskonan 69%. Setelah diskusi dengan Mas Ry, akhirnya kami putuskan untuk rekreasi ke Waterbom PIK. Continue reading “Rekreasi ke Waterbom PIK dengan Kupon Diskon BambiDeal”

Please follow and like me:

Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi

Nggak terasa usia baby Halwa menjelang satu tahun. Dikaruniai anak yang sehat, pintar, lincah, pertumbuhan dan perkembangan sesuai tahap usia adalah hal yang patut disyukuri.

Flashback setahun lalu saat saya dan mas Ry hanya berduaan saja (tanpa keluarga) menghadapi persalinan, saat menegangkan di ruang bersalin, hingga masa setelah Halwa lahir. Namanya juga perantau, kudu mandiri donk Mak! Pengasuhan Halwa pun mostly ditangani saya dan Mas Ry.

Jauh-jauh hari sebelum Halwa lahir, saya melakukan beberapa persiapan “ilmu” untuk menghadapi situasi tidak-ada-yang-membantu-merawat Halwa, antara lain dengan membaca buku-buku pengasuhan dan perawatan bayi. Mengikuti Whatsapp grup support ASI Eksklusif, mengikuti seminar pre-natal, dll. Untuk apa? Biar nggak panik-panik amat pas punya bayi nantinya, Mak.

Seminggu setelah Halwa lahir, semua berjalan baik-baik saja tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah ya. Nah, saat Halwa berusia 2-3 minggu, mulailah kepanikan terjadi. Saat itu saya mendengar napas halwa bunyi “grok grok” kasar seperti ada yang menyumbat jalan napasnya. Meskipun tadi saya bilang sudah “persiapan ilmu” sebelum punya bayi, tapi tetap saja menghadapi realita itu lumayan bikin emak panik, he he he. Apalagi waktu itu Mas Ry sudah pergi ke kantor, saya hanya berdua saja dengan baby Halwa dan napas grok-grok-nya. Maju mundur mau periksa ke dokter anak sambil mikir: “Ini wajar nggak ya? Perlu ke dokter nggak ya?” (Ngaku deh, sebagian ibu yang baru punya satu anak pasti pernah begitu juga kan, panikan, bertanya-tanya anak saya begini wajar nggak, anak saya nggak poop berhari-hari wajar nggak, anak saya nggak mau nyusu maunya bobo mulu wajar nggak? Hehehe, begitulah ya emak baru).

Akhirnya saya cari tahu tentang napas grok-grok pada bayi. Saya tanya ke teman yang berprofesi dokter dan dia sudah lebih berpengalaman mengasuh 3 orang anak. Menurutnya, napas yang berbunyi tersebut disebabkan karena terdapat lendir di saluran napasnya dan ini umum terjadi pada newbon. Dia sarankan olesi transpulmin yang bisa dibeli di apotek dan sering-sering jemur Halwa pagi hari. Hari itu juga saya minta Mas Ry mampir apotek sepulang dari kantor. Beli si transpulmin yang dimaksud. Oh ya ternyata transpulmin ada dua macam, untuk anak di bawah 2 tahun dan di atas 2 tahun. Jadi, untuk Halwa saya beli Transpulmin BB (Balsam Bayi).

Untuk selanjutnya, Transpulmin BB ini selalu saya gunakan jika Halwa terindikasi batuk pilek (selesma / commom cold).

Continue reading “Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi”

Please follow and like me: