cara membuat es kepal skippy

Kreasi Es Kepal Skippy

Saya suka bikin camilan MPASI (Makanan Pendukung ASI) homemade untuk Halwa. Karena Halwa sudah berusia 19 bulan, menu makannya sudah bisa mengikuti menu keluarga. Tapi tetap saja saya seleksi dulu apa saja makanan yang boleh dia makan. Halwa suka banget makan cokelat, es krim, yogurt, biskuit cokelat, cake, brownies (ini sih mirip mommy-nya). Tapi, dia nggak suka makanan yang terlalu manis. Jadi, kalau bikin camilan, sering kali saya modifikasi bahan-bahannya yang sekiranya mengandung sedikit gula. Supaya praktis, saya biasanya bikin camilan yang bisa dinikmati semua anggota keluarga, termasuk Halwa.

Beberapa hari lalu, Mas Ry mengirimi saya link video cara membuat es kepal yang lagi nge-hits itu loh. Karena rasa penasaran ingin mencicipi dan membuatnya, jadilah saya berkreasi membuat “si es kepal” dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah. Tapi, saya ganti bahan dasarnya dengan cokelat batang dan selai Skippy Peanut Butter. Saya nggak pakai bubuk susu, cokelat bubuk, dan krimer kental manis cokelat karena keluarga saya nggak suka makanan yang terlalu manis, tapi kami suka yang rasanya nyoklaaat gitu. Kebetulan banget masih ada stok cokelat batang sisa membuat brownies kemarin. Selai Skippy juga ternyata masih cukup untuk digunakan (selainya tinggal sedikit sebenarnya karena Halwa nih hampir tiap hari makan roti tawar + selai cokelat kacang + taburan ceres). Continue reading “Kreasi Es Kepal Skippy”

Please follow and like me:

Mau Sekolah ke Luar Negeri? Baca Kisah Inspiratif Neng Koala

“Kenapa harus di luar negeri, sih? Di Indonesia banyak koq perguruan tinggi yang bagus

“Emang kamu mau ngapain, ngoyo banget mau sekolah ke luar negeri?”

“Udah lah kamu cewek, ngga perlu sekolah tinggi-tinggi, nanti cowok pada minder deketin kamu, susah dapet jodoh loh”

Saya hanya bisa menghela napas panjang sambil terus meyakinkan diri “Memangnya nggak boleh ya kalau saya punya cita-cita sekolah di luar negeri?” Kalau pertanyaan semacam itu datang dari orang tak dikenal, I don’t care very much. Payahnya, pertanyaan “demotivasi” itu justru dilontarkan orang-orang terdekat saya. Alih-alih didukung, ternyata masih banyak mindset orang yang mengganggap bahwa wanita tidak perlu memiliki status dan pendidikan tinggi. Ah, memang orang terdekat kita justru yang paling berpotensi menyakiti ya (baper deh!)

Mengutip secuplik kalimat Butet Manurung di Kata Pengantar Buku Neng Koala, “Cita-cita itu personal sifatnya, jadi cita-cita seorang perempuan adalah tentang ia dan dirinya. Kalaupun ada kompetisi, itu adalah pertarungannya dengan diri sendiri, bagaimana agar dirinya lebih baik dari kemarin”. Just be my self, ini adalah tentang saya dan diri sendiri. Masa-masa baper sudah berlalu. Saya sudah berdamai dengan diri sendiri. Sedikit kisah kecut yang saya alami bertubi-tubi demi memperjuangkan cita-cita akan saya tuturkan lewat tulisan ini. Tentunya kisah ini belum menemui akhir ceritanya karena perjalanan hidup saya saat ini masih dalam rangka mencari jawaban tentang akhir cerita itu.

Continue reading “Mau Sekolah ke Luar Negeri? Baca Kisah Inspiratif Neng Koala”

Please follow and like me:

Demi “Empat Jengkal”, Ini 4 Cara Mencegah Obesitas

Kemarin saya ukur lingkar pinggang, hasilnya… Jreng… Jreeeng…. Lebih dari empat jengkal! Apa artinya tuh?

Lingkar pinggang merupakan indikator risiko kesehatan yang kaitannya dengan kelebihan lemak di sekitar pinggang. Lingkar pinggang ideal wanita Asia nggak lebih dari 80 cm, sedangkan pria nggak lebih dari 90 cm. Kalau nggak punya meteran, gunakan saja pengukuran dengan “empat jengkal” tangan. Asumsinya satu jengkal panjangnya sekitar 20-25 cm. Jadi, lingkar pinggang idealnya nggak boleh lebih dari empat jengkal ya. Kalau lebih dari empat jengkal gimana? Nah harus waspadai nih.

ukuran lingkar pinggang ideal dan berisiko obesitas
Ukuran Lingkar Pinggang Ideal. Source: www.adelaide.edu.au

Continue reading “Demi “Empat Jengkal”, Ini 4 Cara Mencegah Obesitas”

Please follow and like me:

Belajar Fotografi dengan Modal Smartphone

Hasil foto bagus hanya dengan modal smartphone, emang bisa ya?

Bisaaaa banget! Asal tau caranya sih. Walaupun nggak punya kamera DSLR, kita tetap bisa mengoptimalkan hasil jepretan kita dengan smarphone yang kita punya. Jadi nggak perlu minder karena nggak punya kamera DSLR yang lensanya mahal-mahal itu, pakai smartphone bisa kok.

Minggu lalu, saya mendapat kesempatan mengikuti acara workshop fotografi yang diselenggarakan oleh Kompakers Depok. Kompakers Depok adalah komunitas wanita pecinta fotografi yang based-nya di wilayah Depok. Acara dengan tema “Foto Keren dengan Modal Smartphone” di Gedung Felfest IFC UI pada Hari Sabtu, 10 Maret 2018. Para pembicara, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil gambar foto yang bagus:

Continue reading “Belajar Fotografi dengan Modal Smartphone”

Please follow and like me:

Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu

Saya bekerja di salah satu pusat riset di kampus. Usai cuti melahirkan dan saya harus kembali ke rutinitas pekerjaan, hari pertama masuk kerja Halwa dititipkan di daycare. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu ninggalin dia di sana ya, campur aduk dan baper banget!

Saat saya masuk kantor dan berjumpa dengan Bapak-Ibu Profesor dan teman-teman, mereka menanyakan di mana anak saya. Saya jawab  “daycare”. Tahu apa respon mereka? Mereka kompak menasehati saya agar jangan titip Halwa di daycare, kalau memang saya belum punya asisten, bawa saja Halwa ke kantor. WOW! Saya bener-bener terharu diizinkan membawa bayi saya ke kantor. Ah rasanya bahagia dan bersyukur banget bekerja di lingkungan seperti ini, tempat yang sangat ramah dan bernuansa kekeluargaan.

Sejak saat itu, dimulailah hari-hari saya membawa Halwa ke kantor setiap hari hingga dia berusia 10 bulan. Saya cukup bahagia karena di saat working mom di Indonesia pada umumnya hanya punya waktu intens bersama anak selama 3 bulan saat cuti, saya punya waktu yang lebih panjang lagi. Tapi jangan salah ya, beban pikiran saya juga semakin bertambah. Continue reading “Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu”

Please follow and like me:

Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa

Akhir November kemarin saya mendapati satu email dari nama yang nggak asing buat saya, Ms. Willems. Saat saya baca emailnya, ternyata beliau “mengundang” saya untuk datang ke Program Short Course di Negeri Kincir Angin. Memang sudah menjadi impian saya untuk bisa menjejakkan kaki di Benua Eropa, khususnya untuk bersekolah di sana. Bahkan hal itu sudah menjadi resolusi saya dari tahun 2016 hingga sekarang. Namun, impian untuk mengambil studi master harus tertunda sementara waktu karena dalam perjalanan menuju impian saya itu, saya mendapat rejeki lain yaitu suami dan anak. Karena saat ini waktunya belum memungkinkan untuk saya studi overseas dua tahun, saya putuskan untuk mendaftar short course yang waktunya lebih singkat.

Bagi siapapun yang mengaku sebagai Scholarship Hunter, pasti ngerti banget hal-hal apa saja yang harus diperjuangkan untuk bisa bersekolah di luar negeri dan mendapat beasiswa. Tentunya ada dua hal penting yang jadi kunci utama: LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan dan beasiswa. Untuk mendapat satu dari kedua hal itu juga bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan baik dari segi waktu, biaya, energi, dan pikiran. Sebelum ke arah sana pun kita harus mengumpulkan banyak informasi tentang cara pendaftaran, deadline, persyaratan, pilihan program studi, funding, dll. Mungkin lain kali akan saya bahas mengenai hal ini ya. Continue reading “Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa”

Please follow and like me:

Film Chrisye: Mengupas Kisah Cinta, Cita, dan Religi

Hari ini H-1 penayangan perdana Film Chrisye di bioskop. Mungkin ada di antara kalian yang masih menimbang-nimbang, mau nonton nggak ya? Atau mungkin ada yang sudah apatis duluan dengan film Indonesia (duuh, jangan donk). Saya bukan fans Chrisye, yang saya tahu hanyalah Chrisye sang musisi legendaris dengan suaranya yang khas, lagu-lagunya yang tak lekang oleh zaman, dan gaya panggungnya yang kaku. Kalau saya pribadi, saat tahu film Chrisye akan ditayangkan, terbersit pertanyaan: “Kira-kira kisah apa yang mau diangkat di film ini ya? Apa kira-kira menarik atau justru membosankan? Jadi, perlu nggak saya nonton?”.

Yaah kalau hanya memprediksi saja sih nggak bakal nemu jawaban, tonton dulu donk baru bisa komentar. Beruntungnya saya berkesempatan untuk menghadiri undangan exclusive Gala Premier Film Chrisye di Epicentrum XXI Jakarta pada hari Jumat, 1 Desember 2017 lalu yang digelar oleh MNC Pictures bersama Vito Global Visi. Gala Premier yang dilanjutkan dengan Press Conference ini menghadirkan sang sutradara Rizal Mantovani, Ibu Damayanti Noor (istri almarhum Chrisye), jajaran aktor dan aktris pemeran: Vino G. Bastian, Velove Vexia, Ray Sahetapy, Andi Arsyil, Dwi Sasono, dan pemain pendukung lainnya. Tak hanya itu, di acara Gala Premiere ini turut hadir juga sejumlah pejabat, film maker, dan deretan musisi Indonesia.

Saya mau membagikan sinopsis yang saya dapat setelah menonton Gala Premiere, tenang saja, no spoiler kok.

Sinopsis Continue reading “Film Chrisye: Mengupas Kisah Cinta, Cita, dan Religi”

Please follow and like me:

Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan

Memasuki bulan Desember kali ini, saya excited menjelang liburan panjang di akhir tahun. Tiket kereta sudah ada di tangan. Kami sekeluarga berencana pulang kampung ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah, Kebumen. Sudah hampir setengah tahun saya tidak pulang ke kota kelahiran. Rencananya kami –saya, suami, dan baby Halwa– akan berlibur dari sebelum Natal hingga selesai Tahun Baru.

Jumat pagi, saya dan suami (Mas Ry) berjalan-jalan pagi bersama Halwa. Sudah menjadi kebiasaan kami saat libur untuk menyempatkan jalan-jalan di sekitar rumah. Apalagi, suasana pagi di kawasan Kampus UI Depok sangat cocok untuk berolahraga atau hanya sekadar menikmati udara segarnya. Pagi itu, saya bercerita kepada Mas Ry soal mimpi saya semalam tentang meninggalnya simbah kakung (kakek). Konon katanya, mimpi buruk pantang diceritakan. Mimpi buruk juga tidak boleh ditafsirkan karena tidak semua mimpi itu benar dan mimpi mungkin hanya bawaan perasaan atau bisikan hati. Namun, kali itu saya merasa perlu menceritakan perihal mimpi saya pada suami dengan tujuan untuk antisipasi seandainya hal itu sungguh terjadi.

Halwa (saat usia 1 bulan) bersama simbah buyut

Sejak sebulan terakhir ini simbah kakung memang kerap sakit-sakitan: mulai dari terjatuh di dekat sumur hingga kepalanya sakit, katarak yang hendak dioperasi, hingga kabar terakhir mengatakan simbah stroke karena terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak sehingga beliau harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari terakhir. Siang hari itu, terlepas dari firasat mimpi buruk saya semalam, saya mendapat kabar bahwa kondisi simbah kritis dan harus dirawat di ICU. Pikiran saya tidak tenang, doa selalu saya lantunkan memohon yang terbaik untuk simbah.

Continue reading “Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan”

Please follow and like me:

Yuk Konsumsi Telur dan Daging Ayam, si Protein Hewani Padat Gizi

Yuk Konsumsi Telur, si Protein Hewani Padat Gizi

Setiap Ibu pasti pasti pernah menghadapi anaknya yang susah makan (GTM = Gerakan Tutup Mulut), tidak terkecuali saya, hehe. Badai GTM Halwa itu hilang timbul. Kadang dia lahap makan, tapi kadang ya gitu deh bisa masuk 5 suap aja alhamdulillah. Grafik pertumbuhan berat badannya selalu saya pantau, asalkan masih masuk range berat badan sesuai tahapan usianya sih saya tenang saja meskipun garisnya ada di batas bawah. Melihat fenomena nggak doyan makan seperti itu, saya jadi berpikir untuk memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang padat gizi. Susu? Ah dia nggak doyan susu formula atau UHT. Baru saya berikan akhir-akhir ini sih tapi reaksinya nggak terlalu happy.

Mencari bahan MPASI yang padat gizi, murah, dan gampang dijumpai sehari-hari sebenarnya tidak sulit, misalnya saja telur ayam. Beruntungnya di dekat rumah saya ada warungnya si Bang Udin yang superrr lengkap menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari. Warung yang hanya berjarak 10 langkah dari rumah saya ini menjual telur dengan kisaran harga 20-22 ribu per kilo. Nah di depan warung Bang Udin, ada yang jual ayam potong. Pokoknya bersyukur deh saya bisa mendapat bahan protein hewani dengan mudah untuk konsumsi keluarga.

Continue reading “Yuk Konsumsi Telur dan Daging Ayam, si Protein Hewani Padat Gizi”

Please follow and like me:

Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi

Nggak terasa usia baby Halwa menjelang satu tahun. Dikaruniai anak yang sehat, pintar, lincah, pertumbuhan dan perkembangan sesuai tahap usia adalah hal yang patut disyukuri.

Flashback setahun lalu saat saya dan mas Ry hanya berduaan saja (tanpa keluarga) menghadapi persalinan, saat menegangkan di ruang bersalin, hingga masa setelah Halwa lahir. Namanya juga perantau, kudu mandiri donk Mak! Pengasuhan Halwa pun mostly ditangani saya dan Mas Ry.

Jauh-jauh hari sebelum Halwa lahir, saya melakukan beberapa persiapan “ilmu” untuk menghadapi situasi tidak-ada-yang-membantu-merawat Halwa, antara lain dengan membaca buku-buku pengasuhan dan perawatan bayi. Mengikuti Whatsapp grup support ASI Eksklusif, mengikuti seminar pre-natal, dll. Untuk apa? Biar nggak panik-panik amat pas punya bayi nantinya, Mak.

Seminggu setelah Halwa lahir, semua berjalan baik-baik saja tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah ya. Nah, saat Halwa berusia 2-3 minggu, mulailah kepanikan terjadi. Saat itu saya mendengar napas halwa bunyi “grok grok” kasar seperti ada yang menyumbat jalan napasnya. Meskipun tadi saya bilang sudah “persiapan ilmu” sebelum punya bayi, tapi tetap saja menghadapi realita itu lumayan bikin emak panik, he he he. Apalagi waktu itu Mas Ry sudah pergi ke kantor, saya hanya berdua saja dengan baby Halwa dan napas grok-grok-nya. Maju mundur mau periksa ke dokter anak sambil mikir: “Ini wajar nggak ya? Perlu ke dokter nggak ya?” (Ngaku deh, sebagian ibu yang baru punya satu anak pasti pernah begitu juga kan, panikan, bertanya-tanya anak saya begini wajar nggak, anak saya nggak poop berhari-hari wajar nggak, anak saya nggak mau nyusu maunya bobo mulu wajar nggak? Hehehe, begitulah ya emak baru).

Akhirnya saya cari tahu tentang napas grok-grok pada bayi. Saya tanya ke teman yang berprofesi dokter dan dia sudah lebih berpengalaman mengasuh 3 orang anak. Menurutnya, napas yang berbunyi tersebut disebabkan karena terdapat lendir di saluran napasnya dan ini umum terjadi pada newbon. Dia sarankan olesi transpulmin yang bisa dibeli di apotek dan sering-sering jemur Halwa pagi hari. Hari itu juga saya minta Mas Ry mampir apotek sepulang dari kantor. Beli si transpulmin yang dimaksud. Oh ya ternyata transpulmin ada dua macam, untuk anak di bawah 2 tahun dan di atas 2 tahun. Jadi, untuk Halwa saya beli Transpulmin BB (Balsam Bayi).

Untuk selanjutnya, Transpulmin BB ini selalu saya gunakan jika Halwa terindikasi batuk pilek (selesma / commom cold).

Continue reading “Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi”

Please follow and like me: