Mau Nulis Artikel Kreatif ala HIPWEE? Ini Beberapa Tipsnya

Bismillah

 

Intro sebentar ya,

 

Kenal Dompet Dhuafa, ‘kan? Pasti kamu pernah dengar tentang lembaga zakat tersebut. Kamis, 25 Oktober 2018 Dompet Dhuafa mengadakan workshop keren buat para blogger dengan judul Workshop Level UP-1 “How to Make Creative Writing and Smartphone Photography” yang berlokasi di Kampus Bisnis Umar Usman, Jakarta Selatan. Dari sinilah saya baru tahu kalau Kampus Umar Usman ini rintisan Dompet Dhuafa bersama Bapak Ippho Santosa. Continue reading “Mau Nulis Artikel Kreatif ala HIPWEE? Ini Beberapa Tipsnya”

Please follow and like me:

Ladies, Yuk Kenalan dengan Infeksi Saluran Kemih!

Fakta mengatakan bahwa angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) sebesar 50-60% kasus terjadi pada wanita dan 25% wanita mengalami ISK berulang

Fakta tersebut disampaikan oleh dr. Boy Abidin, SpOG(K) dalam acara Blogger Gathering dan Talkshow tentang “Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Kemih pada Wanita” yang diselenggarakan oleh Combiphar pada hari Sabtu, 26 Mei 2018 di Hotel Harris Kelapa Gading.

Sebagai wanita, informasi ini membuat saya tercenung cukup lama. Saya ingat-ingat lagi apakah mungkin saya sendiri pernah mengalami infeksi saluran kemih ya? Talkshow interaktif dengan dr. Boy (panggilan akrab dr. Boy Abidin), dokter yang menjadi host acara dr. Oz Indonesia, banyak memberikan saya insight pengetahuan dan ilmu baru terkait kesehatan area kewanitaan. Continue reading “Ladies, Yuk Kenalan dengan Infeksi Saluran Kemih!”

Please follow and like me:

Belajar Fotografi dengan Modal Smartphone

Hasil foto bagus hanya dengan modal smartphone, emang bisa ya?

Bisaaaa banget! Asal tau caranya sih. Walaupun nggak punya kamera DSLR, kita tetap bisa mengoptimalkan hasil jepretan kita dengan smarphone yang kita punya. Jadi nggak perlu minder karena nggak punya kamera DSLR yang lensanya mahal-mahal itu, pakai smartphone bisa kok.

Minggu lalu, saya mendapat kesempatan mengikuti acara workshop fotografi yang diselenggarakan oleh Kompakers Depok. Kompakers Depok adalah komunitas wanita pecinta fotografi yang based-nya di wilayah Depok. Acara dengan tema “Foto Keren dengan Modal Smartphone” di Gedung Felfest IFC UI pada Hari Sabtu, 10 Maret 2018. Para pembicara, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil gambar foto yang bagus:

Continue reading “Belajar Fotografi dengan Modal Smartphone”

Please follow and like me:

Tips Menulis Konten Reportase ala Blogger

Pernah nggak kamu merasa galau karena tulisan yang sudah kamu buat dengan sepenuh hati tapi nggak ada yang mampir mengunjungi blog kamu? Apalagi kalau tulisannya tentang reportase acara, boro-boro ye pada ninggalin komentar, dilirik pun enggak. Huhu. Miris.

Atau kamu termasuk mom blogger yang risau karena nggak pernah bisa dateng ke event kaya blogger-blogger kekinian lainnya? Merasa kurang mingled dengan sesama blogger ? Tossss. Sama tuh sama yang selalu merasa riweuh sama urusan anak sehingga nggak sempet posting update blogpost.

Nah kalau kamu punya ciri-ciri seperti yang saya bilang di atas, simak di sini ya saya mau bagiin ilmu dari acara yang saya ikuti kemarin. Saya merasa beruntung banget nih dapet kesempatan ikutan acara The Power of Content yang diadakan oleh IFB. Di sini saya nemu jawaban dari kegalauan saya menghadapi kendala dalam blogging.

“The Power of Content” Event

Acara The Power of Content yang diselenggarakan oleh Indonesian Female Blogger (IFB) bekerja sama dengan Indonesian Social Blogpeneur (ISB). Worth it banget buat saya ikutan acara yang diselenggarakan di Kanawa Coffee & Munch di kawasan Senopati pada Sabtu, 13 Mei 2017. Mungkin setelah lahiran 7 bulan lalu, ini adalah event blogger pertama yang saya datangi, tentunya saya datang dengan para “pengikut” (Mas Ry dan Baby Halwa).

Di event ini saya ketemu lagi dengan blogger kondang yang jadi host acaranya yaitu Mayo (Yonna Kairupan) pakar MUA yang kenalannya para selebritis itu loh, yang suka ngedandanin orang jadi kaya zombie, yang youtubers ngehits, yang juga adalah foundernya IFB. Udah pada tahu donk ya sama emak cakep satu ini. Saya ketemu pertama kali sama Mayo di acara Fun Blogging di Jakarta.

Selain Mayo, saya juga ketemu lagi sama dokter sekaligus beauty blogger kece yang kononnya punya pageviews lebih dari 6000 per hari. Amazing kaaann…. Dia adalah Mba Amanda Anandita, temen arisan backlinks saya. Pertama kali ketemu dia pas acara ID BlogHolic di Dilo Bogor.  Di sini Mba Amanda sharing bagaimana dia meniti karir pencapaian PV setinggi itu. Rahasianya adalah blog yang dia tulis fokus hanya di niche seputar kecantikan sehingga orang-orang yang googling tentang tips seputar make up, kosmetik, kecantikan bisa menemukan banyak ulasan dan info di blognya.

Nah, selain kedua blogger yang sudah saya kenal itu, saya kenalan juga sama blogger lucu yang lebih familiar disebut Nyonya Malas (hello kemana aja masa baru kenal sama newly mom satu ini siiih), dia adalah Emanuella Christianti (Ella). Mba Ella yang baru melahirkan bayi Gayatri 4 bulan lalu bercerita tentang rahasia ngeblogging dan memenangkan lomba blognya. Mau tau apa? Jawabannya: rajin-rajinlah kepo. Kekepoannya itu membuat dia jadi ingin tahu segala hal, mencari referensi dari berbagai sumber sehingga akhirnya membuahkan tulisan yang lengkap. Inspiratif kan mak?

Ini nih narasumber yang ditunggu-tunggu, blogger famous yang humble banget, nggak pelit bagi ilmu, yang sudah melanglangbuana kemana-mana, yang pokoknya mah kebangetan kalau nggak kenal sama teh Ani Berta. Ini kali kedua saya ketemu teh Ani, pertemuan pertama pas di Fun Blogging dia jadi pengisi acara juga. Kiprah teh Ani di dunia blogging diawali dari menjadi volunter content writer di Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Pada akhirnya dari keikhlasan dan keuletannya, teh Ani bisa ngehits dan mendapat banyak berkah dari hobi ngeblognya. Yuk langsung simak ya siraman ilmu dari mastahnya di infografis di bawah ini.

 

Nah, dalam sesi tanya jawab, saya menanyakan kendala yang saya temui dalam membuat blogpost. Klasik sih kendalanya, hehe, yaitu soal waktu, teknis menulis, dan konsistensi menulis. Si NyonyaMalas menginspirasi saya dengan memberikan kuncinya yaitu membuat draft kapan saja, pun saat lagi nyusuin bayinya. Oleh karena itu dia yang abis lahiran sudah bisa aktif lagi nih update isi blognya. Kalau dia bisa, saya juga bisa donk ya harusnyaaa….

Mayo juga memberi ide nih kalau kita ingin break the limits atau selangkah lebih maju, kita harus punya niat kuat untuk berubah. Caranya?

  1. Lakukan hal yang impossible, yang menurut orang lain nggak mungkin ya kita kerjakan aja.
  2. Berikan timeline lalu lakukan evaluasi

Mayo ngasih contoh ketika dia bikin challenges #90daysMakeupChallenges. Ternyata si NyonyaMalas juga kemarin bikin challenges tentang 30 mitos pada bayi. Naah dari sini saya jadi terinspirasi mereka untuk bikin hastag sendiri yang tujuannya buat semangatin diri sendiri nih.

Kalau kalian sendiri, kira-kira kendala dalam blogging apa sih dan solusinya gimana? Boleh donk dishare yaaa…

Please follow and like me:

Heart of Spora: Menjadi “Spora” Kebaikan

Desa Grenggeng telah menjadi pemasok terbesar produk anyaman pandan setengah jadi (complong) di Indonesia sejak ratusan tahun silam. Data menunjukkan bahwa 60% dari 2.046 Kepala Keluarga di Desa Grenggeng bermatapencaharian petani dan penganyam pandan. Namun, potensi tersebut belum mampu menuntaskan kemiskinan di Desa Grenggeng. Hal ini disebabkan karena pengepul oportunis yang berperan menyalurkan hasil complong ke pembeli besar telah melakukan praktik perdagangan yang tidak adil. Pengepul memberikan sejumlah pinjaman kepada pada pengrajin anyaman pandan dan pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam bentuk complong dengan harga di bawah harga pasar. Sistem perdagangan ini sangat merugikan para pengrajin di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Melalui “Heart of Spora” (HoS), putra daerah pun akhirnya tergerak untuk membantu membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat di Desa Grenggeng. Mereka percaya bahwa setiap desa di Indonesia memiliki potensi untuk membuat masyarakatnya mandiri secara finansial hanya dengan sedikit uluran tangan. HoS hadir sebagai social enterprise yang bergerak di bidang kerajinan lokal. Founder dan sekaligus CEO pertama Heart of Spora, Tiara Deysa Rianti, adalah sosok energik yang memiliki passion dalam bidang social enterprise. Beruntung sekali saya bisa mengenal dan melakukan sedikit wawancara dengan Tiara untuk dijadikan bahan reportase.

 

 

Berkenalan dengan Heart of Spora (HoS)

HoS didirikan pada 21 Juli 2015 oleh sekumpulan putra daerah yang peduli terhadap nasib para pengrajin lokal. Nama “Heart of Spora” sendiri terinspirasi dari filosofi spora tanaman yang dapat memberikan harapan baru bagi lingkungan yang tandus. Harapan ini berasal dari ketulusan hati yang dapat menebarkan manfaat bagi para pemuda dan pengrajin lokal agar lebih berdaya.

Umum diketahui, pengrajin lokal yang hidup di bawah garis kemiskinan dan lapangan pekerjaan yang terbatas di desa menjadi sebab terjadinya arus urbanisasi. Banyak pemuda pergi meninggalkan kampung halamannya demi mendapat pekerjaan yang menjanjikan. Hal inilah yang menjadi cikal bakal visi dan misi dibentuknya HoS.

Source: Fan Page Heart of Spora

Visi yang diusung oleh HoS adalah Qualified product for better quality of life, sedangkan misi yang hendak dijalankan antara lain (1) Menggerakkan pemuda, terutama para pemuda daerah untuk turut mengembangkan daerahnya dengan memaksimalkan kearifan lokalnya, (2) Membuat masyarakat mandiri secara finansial serta mudahnya akses pendidikan dan kesehatan, dan (3) Mengkampanyekan 4 people power untuk berkontribusi bagi siapapun, yaitu: Donation, Volunteering, Sharing, dan Shop with us. Misi HoS tersebut nantinya akan dituangkan melalui koperasi dan yayasan.

 

Desa Grenggeng, Salah Satu Mitra Binaan HoS

Seperti sudah disinggung di awal tadi bahwa potensi besar yang dimiliki oleh Desa Grenggeng dengan produksi anyaman pandannya belum mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi warga Desa Grenggeng.

Melalui banyak kunjungan dan studi lapangan dari tim kami, ternyata masalah yang timbul disebabkan oleh ketidakadilan perdagangan oleh para tengkulak dan terbatasnya akses pasar dan permodalan,” kata Tiara, Founder HoS.

Harapan yang ingin dicapai oleh HoS di Desa Grenggeng adalah terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Desa Grenggeng. Langkah yang dilakukan yaitu melalui sistem perdagangan yang adil antara produsen dan konsumen dan menyediakan lapangan pekerjaan/ usaha baru bagi masyarakat.

Produk-produk Anyaman Pandan Desa Grenggeng (Source: Fan Page Heart of Spora)

 

HoS mengawali kegiatannya berkolaborasi karya dengan KUP Margo Rahayu Grenggeng pada Bulan April 2015, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan tim internal dan sosialisasi program pemberdayaan HoS di Desa Grenggeng. HoS juga berkolaborasi dengan komunitas di Kabupaten Kebumen. Selain itu, pelatihan desain produk juga diberikan oleh tim HoS kepada warga Desa Grenggeng.

Tidak berhenti pada pemberdayaan masyarakat saja, berbagai kegiatan semacam expo baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional diikuti oleh HoS sepanjang tahun 2015-2016, seperti Bootcamp SE DBS Foundation & UKM Center UI;  Pesta Kriya 2015 Kebumen Expo; Pameran INACRAFT JCC; dan Pameran Gramedia. Pada Bulan Juli 2016, HoS terpilih sebagai 15 Social Enterprise Terbaik UnLtd Indonesia dan selanjutnya mendapatkan pendampingan dan mentoring bersama UnLtd Indonesia, uji pasar, dan kontrol kualitas.

 

Sosialisasi Kegiatan HoS

Target penerima manfaat dari pembinaan oleh HoS yaitu sebanyak 15.000 pengrajin anyaman pandan di Kabupaten Kebumen dan kaum muda lokal pencari kerja. Target sasaran lainnya yaitu masyarakat Kebumen, Pemda Kebumen, pemerhati sosial budaya, kaum muda yang tertarik dengan kegiatan sosial, budaya, industri kreatif, dan kearifan lokal.

Sosialisasi yang dilakukan kepada kelompok-kelompok binaan dilakukan secara langsung melalui tatap muka. Sementara itu, sosialisasi ke masyarakat umum dikenalkan melalui media online maupun offline, pameran-pameran, kompetisi, dan forum komunitas. Sosialisasi ke pemerintah dilakukan melalui advokasi Pemda dan SKPD terkait.

 

Peran Penting Media Digital dan Internet

Di era modern seperti sekarang ini, internet memiliki peranan penting dalam berbagai aspek. Hampir setiap harinya kebutuhan penggunaan internet tak pernah luput dari kehidupan kita. Begitu pun dengan HoS, untuk mendukung kegiatan-kegiatannya, internet berperan dalam membantu  menyebarluaskan campaign dan mengkomunikasikan ide dan program Hos pada masyarakat luas.

“(Peran media digital) cukup penting untuk membangun branding dan mengkomunikasikan program-program HoS kepada publik, terutama program-program campaign,” tutur Tiara.

Saat ini, dengan kecanggihan teknologi internet 4G LTE, berselancar di dunia maya semakin cepat sehingga lebih memudahkan dan mendukung pekerjaan yang butuh media internet. Melalui teknologi tersebut, kerajinan anyaman pandan Desa Grenggeng dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat, bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya kerajinan anyaman pandan bisa mendunia. Tentu saja ini tak lepas dari peran tim kreatif HoS yang tidak pernah kehabisan ide untuk share segala kegiatan, produk, dan program campaign melalui berbagai media sosial.

Cita-cita HoS

Masih banyak cita-cita yang ingin dicapai oleh HoS. Belum lama ini, HoS membentuk koperasi untuk bahan baku. Ke depannya, HoS ingin memasuki produksi produk jadi yang lebih inovatif dan menyiapkan sistem dan SDM untuk  wisata edukasi anyaman pandan. Namun, yang paling utama, HoS ingin meningkatkan kesejahteraan pemuda dan pengrajin. Langkah yang akan ditempuh yakni melalui yayasan dan koperasi dengan 3 tahapan: 1) Melatih keterampilan dan etika kerja, 2) Membuka akses dan jaringan untuk pemasaran dan distribusi. 3) Memberi akses permodalan untuk menumbuhkan lapangan usaha baru.

 

Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta. Indonesia baru akan bercahaya karena lilin-lilin di desa. –Mohammad Hatta

Belum genap dua tahun usia HoS tetapi kebermanfaatannya sudah dapat dirasakan oleh para mitra binaan pada khususnya. Salut untuk tim Heart of Spora yang selalu bersemangat menebar kebermanfaatan kepada masyarakat luas. Tidak banyak loh, pemuda-pemudi berprestasi dari almamater ternama yang mau “Mbalik Deso, Mbangun Deso” (Pulang Kampung, Membangun Kampung). Tidak banyak, tetapi pasti ada, dan Heart of Spora adalah buktinya.

Bagi yang ingin mengetahui tentang HoS lebih lanjut, bisa langsung kunjungi akun medosnya ya:

Fan Page FB: Heart of SPORA

Website: www.heartofspora.co.id

IG: @heartofspora

Source: Fan Page Heart of Spora

 

Please follow and like me:

Resensi Novel: “Embun di Atas Daun Maple”  

Judul: Embun di Atas Daun Maple.

Penulis: Hadis Mevlana.

Penerbit: Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai, Solo

Tebal: 286

Cetakan Pertama: September 2014. Continue reading “Resensi Novel: “Embun di Atas Daun Maple”  “

Please follow and like me:

“Story on A Plate”: sajian yang sedap dipandang dan menarik konsumen

Pernah melihat foto atau gambar sajian masakan yang begitu menggiurkan dan menggugah selera? Padahal kita hanya melihatnya lewat foto, bukan real makanannya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa di zaman digital seperti sekarang ini, orang berlomba-lomba memotret makanannya dan meng-upload ke media sosialnya sebelum dimakan. Atau kalian termasuk salah satu yang sering melakukan itu? Tahu tidak, kalau ternyata ada loh teknik menyajikan makanan melalui kamera agar tampil menggoda. Tips-tips tentang food photography dan food styling inilah yang dibahas di acara workshop Story on A Plate bersama Fonterra Foodservices. Sebelum masuk ke pembahasannya, disimak dulu uraian berikut yuk.

Fonterra Foodservices, pemasok bahan baku berbasis susu untuk industri kuliner yang merupakan unit bisnis dari Fonterra Brands Indonesia, tanggal 31 Mei 2016 lalu berbagi rahasia bagaimana menciptakan “Story on A Plate” – sajian yang tidak hanya sedap dipandang namun juga menarik bagi konsumen dalam media sosial di era digital ini. Forum kreatif ini merupakan bagian dari inisiatif Fonterra Foodservices untuk berbagi keahlian dan pengetahuan di bidang industri kuliner. Tujuannya untuk membantu para pelanggannya, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM), dalam meningkatkan penjualan juga mencapai kesuksesan seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen akan sajian yang berkualitas tinggi dan lezat. Acara ini juga menghadirkan workshop food photography dan food styling, dimana pelaku UKM memperoleh tips-tips penting dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana berpromosi.

Kiri ke Kanan: Adinda Zuleika, Anindita Ikasari, Ines Yumahana Gulardi, Yus Andriana, dan MC

Acara tersebut menghadirkan para pembicara dan profesional di industri kuliner yang terdiri dari Anindita Ikasari, Channel Development Manager, Fonterra Foodservices Indonesia; Yus Andriana, Advisory Chef, Fonterra Foodservices Indonesia; Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia; Fellexandro Ruby, Food Photographer Profesional; Vania Samperuru, Food Stylist Profesional dan Adinda Zuleika, pemilik bisnis Cake & Pastry D’Patisserie.

Dalam kesempatan tersebut, Anindita Ikasari, Channel Development Manager, Fonterra Foodservices Indonesia, menyampaikan,

“Acara ‘Story on A Plate’ ini merupakan bagian dari komitmen Fonterra Foodservices dalam mendukung mitra usaha kami, terutama mitra UKM, dengan menyediakan bahan baku yang berkualitas dan solusi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, serta membekali mereka dengan keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk membantu agar  bisnis dapat berkembang dan sukses”.

“Bersama dengan para ahli di bidang kuliner, kami berharap dapat memberikan inspirasi bagi para pemain industri kuliner untuk memperluas wawasan dan keahlian guna memenuhi permintaan konsumen yang kian kompleks dan beragam, serta pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan penjualan,” jelas Anindita.

Demo menghias cake by Adinda dan Chef Yus

Yus Andriana, Advisory Chef, Fonterra Foodservices Indonesia, menyampaikan “Fonterra Foodservices senantiasa mencari cara untuk dapat memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis kuliner di Indonesia dengan menyediakan bahan baku yang berkualitas dan mengembangkan produk-produk foodservice yang baru dan inovatif.”

“Hidangan yang lezat dan menarik tidak dapat tercipta tanpa bahan baku yang berkualitas tinggi, yang memegang peranan penting dalam menghasilkan sajian dengan rasa yang lezat sekaligus warna, tekstur dan tampilan yang menarik. Dengan berinvestasi pada bahan baku yang berkualitas, kita dapat menciptakan hidangan yang cantik, photogenic, serta lezat yang tentunya akan disukai pelanggan,” tambah Chef Yus.

Praktik menghias sajian agar tampil menarik bersama Ibu Vania

Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia, mengatakan, Menawarkan tampilan yang menarik dalam mempromosikan sebuah makanan hanyalah salah satu cara dari rangkaian proses. Selain terlihat menarik, sumber makanan juga perlu diperhatikan. Bahan baku makanan yang berkualitas, selain dapat menghasilkan makanan yang lezat dan terlihat menarik, juga merupakan sumber nutrisi penting untuk membangun kekuatan dan kesehatan tubuh. Konsumen Indonesia ingin mengetahui nutrisi yang terkandung dalam sajian mereka dan senantiasa mencari sumber makanan yang terpercaya. Kami ingin membantu masyarakat membuat pilihan yang tepat dan menjadi sumber asupan nutrisi berbasis susu yang terpercaya.”

“Acara pada hari ini merupakan bagian dari inisiatif kami untuk merayakan kebaikan susu yang akan diperingati lewat Hari Susu Nusantara dan Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2016 mendatang. Kami berkomitmen untuk menjadikan nutrisi susu sebagai bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dengan menyediakan produk yang inovatif, bernutrisi dan juga lezat,” tambah Ines.

 

Adinda Zuleika, pemilik bisnis Cake & Pastry D’Patisserie, membagikan kisah sukses D’Patisserie – mengenai bagaimana ia mengatasi berbagai tantangan dalam membangun bisnis kue yang tengah melejit. Adinda juga berbagi pengalaman dalam menggunakan produk Anchor dari Fonterra Foodservices untuk meningkatkan rasa, tekstur serta penampilan produknya. Ia menjelaskan, “Bagi saya, ‘Story on A Plate’ merupakan perjalanan indah setiap sajian dari oven ke meja makan, hingga akhirnya tampil di media sosial. Mengambil gambar dari hidangan yang terlihat lezat dan menarik sangat penting bagi saya untuk mempromosikan bisnis melalui media sosial, dan pada akhirnya mampu meningkatkan performa bisnis saya.”

Memberikan tips di sela-sela sesi workshop Fellexandro Ruby, Food Photographer Profesional, mengatakan “Sangat penting untuk menampilkan gambar yang merepresentasikan makanan yang kita sajikan. Gambar dengan kualitas yang baik dan menarik bisa menjadi daya tarik khusus terhadap konten media sosial yang dirilis.”

Praktik food photography bersama Captain Ruby

Tak ketinggalan Vania Samperuru, Food Stylist Profesional, memaparkan tentang tips-tips dalam Food Styling, yaitu menggunakan seni untuk menyajikan makanan agar tampak menawan ketika difoto.

Mau menyimak pembahasan Ibu Vania Samperuru tentang tips Food Styling-nya agar makanan yang difoto tampil cantik dan menarik?? Nantikan kelanjutannya yaaa…

 

 

Please follow and like me: