4 Merk Stroller Bayi Yang Bagus di Bawah Rp 2 Juta

Mencari merk stroller bayi yang bagus  itu sebanding banget sama effort dalam memilihnya. Setuju nggak, Moms? Apalagi harga stroller kan cukup mahal dan gear ini akan dipakai oleh bayi, jadi pasti dalam memilih akan banyak banget pertimbangan. Faktor safety, comfort, awet, kuat, dan lainnya, pokoknya emak banyak maunya deh. Nah, sayangnya faktor banyak mau ini justru nggak berbanding lurus dengan lembaran uang dalam dompet, he he he.

Continue reading “4 Merk Stroller Bayi Yang Bagus di Bawah Rp 2 Juta”

Please follow and like me:

Review MOOIMOM: Stretch Mark Cream, Hands Free Pumping Bra

Review MOOIMOM: Stretch Mark Cream, Hands Free Pumping

Assalamualaykum, Moms. Setelah saya review beberapa produk Mooimom yaitu korset, bra menyusui, dan baju pelangsing (review bisa dilihat di sini), kali ini saya mau memberikan review lagi untuk dua produk Mooimom lainnya yaitu krim stretch mark dan hands free pumping bra.

 

MOOIMOM STRETCH MARK CREAM

Siapa di sini yang pas hamil atau setelah melahirkan punya garis-garis cinta alias stretch mark? Katanya sih tak usah kau risaukan itu Mom karena itu adalah bukti cinta dan perjuangan sebagai seorang Ibu. Masa’ sih? Kalau saya sih nggak risau, cuma risih saja. Kalau bisa diatasi dengan menyamarkan stretch mark, kenapa tidak dicoba, ye kan? Continue reading “Review MOOIMOM: Stretch Mark Cream, Hands Free Pumping Bra”

Please follow and like me:
adzkia halwa

Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu

Saya bekerja di salah satu pusat riset di kampus. Usai cuti melahirkan dan saya harus kembali ke rutinitas pekerjaan, hari pertama masuk kerja Halwa dititipkan di daycare. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu ninggalin dia di sana ya, campur aduk dan baper banget!

Saat saya masuk kantor dan berjumpa dengan Bapak-Ibu Profesor dan teman-teman, mereka menanyakan di mana anak saya. Saya jawab  “daycare”. Tahu apa respon mereka? Mereka kompak menasehati saya agar jangan titip Halwa di daycare, kalau memang saya belum punya asisten, bawa saja Halwa ke kantor. WOW! Saya bener-bener terharu diizinkan membawa bayi saya ke kantor. Ah rasanya bahagia dan bersyukur banget bekerja di lingkungan seperti ini, tempat yang sangat ramah dan bernuansa kekeluargaan.

Sejak saat itu, dimulailah hari-hari saya membawa Halwa ke kantor setiap hari hingga dia berusia 10 bulan. Saya cukup bahagia karena di saat working mom di Indonesia pada umumnya hanya punya waktu intens bersama anak selama 3 bulan saat cuti, saya punya waktu yang lebih panjang lagi. Tapi jangan salah ya, beban pikiran saya juga semakin bertambah. Continue reading “Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu”

Please follow and like me:

Review MOOIMOM: Corset, Nursing Bra, Slimming Suit

Dilema sebagian ibu-ibu setelah melahirkan adalah perut yang menggelambir hihihi. Mau bagaimana lagi, 9-10 bulan “mengantongi” jabang bayi, setelah bayi keluar longgarlah perut para emak. Sebelum melahirkan, saya berikrar (pada diri sendiri sih) bahwa saya akan rajin pakai korset. Alamaaaak, kenyataannya rajin sih rajin tapi nggak nyamannya itu loh yang membuat saya tersiksa memakai korset.

Dua hari pertama setelah melahirkan, saya memakai gurita khusus ibu. Lalu, hari ketiga dan selanjutnya saya memakai korset 3-band (korset dengan 3 perekat). Tapi malangnya, kulit saya yang sensitif menjadi kemerah-merahan dan gatal-gatal setiap kali memakai korset 3-band. Selain itu, timbul ketidaknyamanan juga saat memakai karena korsetnya suka menggulung sendiri sehingga harus sering dibetulkan posisi rekatannya.

Ternyata hunting korset yang nyaman dan ramah kantong itu nggak gampang buat saya. Sampai akhirnya saya menemukan korset MOOIMOM yang bahannya nyaman, cara memakainya nggak ribet, dan harganya cukup affordable.

Saya punya tiga macam korset MOOIMOM. Karena reviewnya menurut saya positif dan saya puas memakainya, saya pun mencoba produk MOOIMOM lainnya yaitu bra dan baju pelangsing. Berikut reviewnya.

Continue reading “Review MOOIMOM: Corset, Nursing Bra, Slimming Suit”

Please follow and like me:

Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi

Nggak terasa usia baby Halwa menjelang satu tahun. Dikaruniai anak yang sehat, pintar, lincah, pertumbuhan dan perkembangan sesuai tahap usia adalah hal yang patut disyukuri.

Flashback setahun lalu saat saya dan mas Ry hanya berduaan saja (tanpa keluarga) menghadapi persalinan, saat menegangkan di ruang bersalin, hingga masa setelah Halwa lahir. Namanya juga perantau, kudu mandiri donk Mak! Pengasuhan Halwa pun mostly ditangani saya dan Mas Ry.

Jauh-jauh hari sebelum Halwa lahir, saya melakukan beberapa persiapan “ilmu” untuk menghadapi situasi tidak-ada-yang-membantu-merawat Halwa, antara lain dengan membaca buku-buku pengasuhan dan perawatan bayi. Mengikuti Whatsapp grup support ASI Eksklusif, mengikuti seminar pre-natal, dll. Untuk apa? Biar nggak panik-panik amat pas punya bayi nantinya, Mak.

Seminggu setelah Halwa lahir, semua berjalan baik-baik saja tanpa hambatan berarti. Alhamdulillah ya. Nah, saat Halwa berusia 2-3 minggu, mulailah kepanikan terjadi. Saat itu saya mendengar napas halwa bunyi “grok grok” kasar seperti ada yang menyumbat jalan napasnya. Meskipun tadi saya bilang sudah “persiapan ilmu” sebelum punya bayi, tapi tetap saja menghadapi realita itu lumayan bikin emak panik, he he he. Apalagi waktu itu Mas Ry sudah pergi ke kantor, saya hanya berdua saja dengan baby Halwa dan napas grok-grok-nya. Maju mundur mau periksa ke dokter anak sambil mikir: “Ini wajar nggak ya? Perlu ke dokter nggak ya?” (Ngaku deh, sebagian ibu yang baru punya satu anak pasti pernah begitu juga kan, panikan, bertanya-tanya anak saya begini wajar nggak, anak saya nggak poop berhari-hari wajar nggak, anak saya nggak mau nyusu maunya bobo mulu wajar nggak? Hehehe, begitulah ya emak baru).

Akhirnya saya cari tahu tentang napas grok-grok pada bayi. Saya tanya ke teman yang berprofesi dokter dan dia sudah lebih berpengalaman mengasuh 3 orang anak. Menurutnya, napas yang berbunyi tersebut disebabkan karena terdapat lendir di saluran napasnya dan ini umum terjadi pada newbon. Dia sarankan olesi transpulmin yang bisa dibeli di apotek dan sering-sering jemur Halwa pagi hari. Hari itu juga saya minta Mas Ry mampir apotek sepulang dari kantor. Beli si transpulmin yang dimaksud. Oh ya ternyata transpulmin ada dua macam, untuk anak di bawah 2 tahun dan di atas 2 tahun. Jadi, untuk Halwa saya beli Transpulmin BB (Balsam Bayi).

Untuk selanjutnya, Transpulmin BB ini selalu saya gunakan jika Halwa terindikasi batuk pilek (selesma / commom cold).

Continue reading “Mengatasi Napas Grok-grok pada Bayi”

Please follow and like me:

Tips Memilih Popok Sekali Pakai yang Tepat untuk Bayi Baru Lahir

Hallo mommies, akhirnya saya bisa memposting artikel yang berkaitan dengan bayi. Setelah melahirkan dan penuh dengan keriweuhan mengurus baby Halwa, saya memplokamirkan diri menjadi mom blogger (prok, prok, prokkk). Saya baru punya satu anak, mohon maklum ya kalau masih proses belajar urus bayi, mohon maklum kalau nanti akan banyak mengeluh rempong, mohon maklum kalau nggak rajin posting blog #eeh.

Di postingan kali ini, saya pengen sharing tentang pemilihan popok untuk si kecil, terutama newborn ya. Awalnya banyak kegalauan untuk memilih popok bayi. Ada yang menyarankan agar beberapa bulan pertama pakai popok kain saja, jangan pakai popok sekali pakai (pospak) karena risiko ruam. Tapi, kondisi saya saat itu tidak memungkinkan untuk konsisten memakaikan popok kain. Lelahnya itu subhanallah… Bayi sehari pipis berkali-kali, kalau pakai popok kain bukan hanya popoknya saja yang basah tapi juga alas ompol dan bedongnya. Untuk mencuci setumpukan cucian bayi itu loh penuh perjuangan sekali. Mamak lelah dan angkat tangan deh pokoknya.

Akhirnya saja berubah haluan, saya mix penggunaan antara popok kain dan pospak. Sebelum memilih pospak, saya baca review ibu-ibu tentang pospak. Saya juga banyak bertanya ke ibu-ibu senior tentang rekomendasi pospak pilihan ibu-ibu. Setelah mendapat cukup informasi, saya mengambil beberapa kesimpulan tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat memilih popok bayi sekali pakai:

  1. Gampang dicari

Maksud ‘gampang dicari’ adalah popoknya banyak dijual di pasaran. Mulai dari warung kelontongan, mini market, sampe mall besar sekalipun. Jadi, misalnya  kita kehabisan popok sewaktu-waktu, kita bisa beli popok itu kapan aja dan nggak perlu jauh-jauh ke mall, beli di warung atau mini market juga nggak masalah.

  1. Bahannya lembut

Bahan yang lembut ini penting banget karena akan mempengaruhi kenyamanan si baby saat beraktivitas. Popok yang berbahan lembut akan meminimalisir kulit baby terkena iritasi/ ruam popok. Selain itu, baby juga akan jarang rewel hanya karena popoknya bikin nggak betah gerak.

  1. Daya serap tinggi

Mom, tau donk ya kalau bayi baru lahir itu bisa pipis sampe 20x sehari. Kalau popok yang dipakai nggak punya daya serap yang cepat dan tinggi, pasti sulit menjaga kelembabannya. Daya serap tinggi juga dapat mencegah kebocoran karena lapisannya bisa menyerap pipis berkali-kali sehingga popok bisa dipakai dalam waktu lama.

  1. Lapisan yang punya sirkulasi udara yang bagus

Popok yang bagus menurut saya salah satunya adalah popok yang punya aerasi atau perputaran udara yang bagus, so baby bisa tetap nyaman meskipun sudah pipis beberapa kali dalam satu popok.

  1. Ban pinggang yang nyaman

Satu lagi nih yang menurut saya penting untuk diperhatikan saat mau memilih popok. Bayi yang baru lahir pusarnya kan masih sensitif ya, jadi kita mesti pakaikan dia popok yang ban pinggangnya nyaman dan berlekuk. Hal ini berfungsi untuk melindungi pusar bayi yang belum sembuh.

  1. Meminta saran dari orang terdekat

Menurut saya, testimoni juga penting karena dari situ kita bisa tahu produk yang kita pilih apakah sudah terbukti bagus atau enggak. Testimoni dari orang-orang adalah salah satu faktor penting untuk menentukan apakah kita harus coba pakai produk tersebut atau nggak.

 

Nah, 6 hal di atas menurut saya sangat penting untuk diperhatikan saat memilih popok bayi sekali pakai, apalagi untuk newborn baby yang kulitnya masih sensitif sekali. Saya sendiri sempat beberapa kali berganti merk pospak karena nggak langsung cocok ketika dicoba di kulit bayi. Pas kebetulan Ibu Prof di kantor menghadiahi MamyPoko Extra Dry Newborn banyak banget buat Halwa, saat dipakai ternyata cocok banget buat kulit Halwa. Akhirnya sampai sekarang saya memakai Mamypoko, itu juga karena dapat saran dari teman-teman dan review ibu-ibu di grup WA banyak memakai produknya Mamypoko. Jadi bisa dibilang Mamypoko ini memang sudah dipercaya dari generasi ke generasi hehehe.

Baby Halwa nyaman memakai MamyPoko Extra Dry Newborn, bobonya pules dan jarang rewel kebangun (kebangun kalau pas mau minta nenen aja). MamyPoko Extra Dry punya lapisan bergelombang yang bisa menyerap banyak cairan dan mengunci pipis di dalamnya, jadi lapisan keringnya tetep terjaga. Sirkulasi udaranya bagus karena lapisannya berpori sehingga panas dan lembab bisa terlepas dan kulit bayi bebas iritasi/ruam.

Saya jadi lega kalau bawa baby Halwa jalan-jalan keluar rumah dalam waktu lama karena dia bisa betah beraktivitas tanpa nangis kejer gara-gara popoknya bikin iritasi atau gerah. Btw, saya baru tahu kalau Mamypoko juga punya popok yang khusus untuk bayi prematur loh. Ukurannya menyesuaikan ukuran tubuh baby yang lahirnya prematur. Jadi, nggak perlu bingung lagi buat mommies yang punya bayi premature karena si Mamypoko ini menurut saya sangat menolong.

Selain MamyPoko Extra Dry dan Extra Soft, Halwa cocok juga pake produk Pampers (yang premium dominasi warna pink-gold), Sweety Premium, Nepia Genki (ini produk paling oke dan mahal yang pernah dipake), terus sekarang nemu lagi popok andalan dengan harga terjangkau dan kualitas juga oke yaitu Merries (warna ijo). Itu semua merk yang Mommy rekomendasikan untuk dicoba ya Moms, silakan.

Oh iya, Mom. Selain hal-hal di atas, waktu milih popok biasakan juga untuk mencari testimony dari teman atau keluarga yang pernah pakai produk tersebut. Kalau memang testimoninya bagus, ya nggak ada salahnya buat dicoba. Seperti saya kemarin-kemarin banyak bertanya dan minta rekomendasi keluarga dan teman-teman, hehehe.

Sekian tips per-popok-bayi-an dari saya, nantikan cerita-cerita lainnya ya Mom.

Please follow and like me: