Mungkinkah Sumber Energi Hijau di Indonesia dengan BARAN ENERGY?

Kita semua tahu donk ya kalau listrik sudah menjadi kebutuhan primer. Coba deh dalam sehari, misalkan cuma mati listrik beberapa jam saja kita sudah kegerahan hidup tanpa AC atau kipas angin. Belum lagi properti rumah tangga kita, sebagian besar perlu daya listrik bukan? Kebayang deh sehari mati listrik, pekerjaan pasti banyak yang tertunda. Mau laundry nggak bisa, makan nasi nggak anget dari rice cooker, baju kusut-kusut nggak disetrika, eskrim mencair, leptop dan ponsel lowbat nggak bisa di-charge, belum lagi gelap gulita di malam hari!

Sayangnya, harga tarif listrik diam-diam makin mahal cuy! Sama kaya harga BBM. Saya suka kaget sendiri kalau pas lagi isi bahan bakar di pom bensin, yang dulunya 25 ribu udah bisa full tank koq sekarang kudu keluar kocek 35 ribu baru bisa full tank. Fyuh.

Memang begitulah kondisinya di Indonesia, segala kebutuhan energi kita masih didominasi oleh bahan bakar fosil (minyak, gas, batu bara) dan katanya ketergantungan terhadap energi fosil ini akan tetap berlangsung 10 tahun ke depan. Padahal fosil termasuk sumber energi yang nggak bisa diperbarui dalam waktu singkat. Lha terus gimana donk kalau cadangan fosil makin menipis dari waktu ke waktu?

Ya sudah saatnya bangsa ini serius memikirkan sumber energi lain (non fosil) yang bisa terbarukan. Hai jangan pesimis, Indonesia itu kaya loh akan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) alias energi hijau. Pengelolaan energi hijau di Indonesia biayanya memang nggak murah. Tapi itu sudah harus dipikirkan demi masa depan. Tengoklah suksesnya Islandia, negara dengan pemakaian energi non-fosil terbesar (nyaris 100% dari pembangkit listriknya) dan hanya sedikit energi dari minyak bumi. Meskipun dia butuh waktu 100 tahun untuk mencapainya, kita pun pasti bisa insyaAllah. Saya optimis banget karena saat ini segelintir anak bangsa sudah ada yang komit untuk mewujudkan penciptaan energi non-fosil.

 

Read also:   Mau Ngapain Setelah RESIGN? Do What You Love!

 

ALDEBARAN

Anak bangsa mana yang sedang berjuang mewujudkan sumber energi non-fosil agar bisa dinikmati di Indonesia? Nah, karena kemarin saya ikut gathering media, blogger, dan mahasiswa di daerah BSD, saya sedikit banyak dapat informasinya.

Adalah Pak Victor Wirawan (IG @victorwirawan), CEO PT Aldebaran Rekayasa Cipta Bersama dengan Pak Triharsa Adicahya (CTO PT Aldebaran Rakayasa Cipta) dan timnya yang notabene terdiri dari 7 anak muda freshgraduate yang punya kemampuan engineering yang baik bekerja keras untuk memproduksi inovasi sumber energi non-fosil yang disebut Baran Energy.

Wujud nyatanya sebagai berikut ini:

 

Victor Wirawan (kiri) dan Pak Triharsa Adicahya (kanan) memegang Baterai Baran Energy

Iya Baran Energy ini berupa baterai. Tapi baterai ini bukan sekadar baterai biasa. Tim Aldebaran merancang dan memaintain baterai ini agar berumur panjang hingga 10 tahun. Bukan hal yang gampang untuk menciptakan inovasi ini. Bandingin saja, aki mobil yang bisa ganti tiap 2 tahun sekali dengan biaya yang nggak murah. Selain itu, sepeda listrik baterainya juga setiap 2-3 tahun harus diganti.

Nah, breaktrough yang diterapkan oleh PT Aldebaran adalah baterai tersebut direndam di dalam air melalui serangkaian prosedur. Karena Teknik ini tergolong cukup baru, tim Aldebaran belum bisa membeberkannya secara detail.

Baterai canggih ini bisa bertahan 10-15 tahun. Baterainya nggak akan rusak, tapi daya simpannya mungkin akan berkurang tergantung bagaimana cara kita memakainya.

 

Lalu, bagaimana cara menggunakan baterai ini? Nah kita lihat yuk 3 produk Baran Energy yang sedang dikembangkan oleh Aldebaran: Baran PowerWall, Baran PowerCube, dan Baran EV.

 

 

BARAN POWERWALL

Simpelnya, bayangkan saja sebuah powerbank yang mampu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga. Nah, seperti itulah kurang lebihnya fungsi Baran PowerWall sebagai perangkat penyimpanan energi listrik dari berbagai sumber. Dari mana sumber energi listrik Baran PowerWall? Bisa dari panel surya (PVC), turbin angina, turbin air, atau pun listrik yang disediakan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Read also:   Berkenalan dengan Kuman di Acara Mitu Baby Blogger Gathering

Untuk ukuran dan kapasitasnya sendiri, Baran PowerWall dirancang untuk skala kecil seperti rumah tangga, kantor kecil, atau kafe yang konsumsi energinya mencapai 50.000 watt. Enaknya kalau pakai Baran PoweWall ini, kamu nggak perlu lagi membayar tagihan listrik dan tentunya antimati listrik donk ya.

Bentuknya kaya gimana sih, semacam powerbank tapi besar? Lalu nanti diletakkan dimana? Coba lihat gambar di bawah ini ya.

 

baran powerwall
Baran PowerWall

 

Baran PowerWall dirancang dengan gaya minimalis dan bentuknya pun bisa disesuaikan (custom). Dengan begitu, si “powerbank” besar ini bisa sekaligus digunakan untuk dekorasi interior rumah kamu, kan?

 

 

BARAN POWERCUBE

Kalau Baran PowerCube ini, penggunaannya mirip dengan Baran PowerWall di atas, tapi peruntukannya adalah industri skala besar misalnya industri manufaktur, real estate, rumah sakit, pertambangan, dan perkebunan.

Bentuknya kaya gimana? Besar banget donk? Ya tentu saja, bentuk fisiknya standar container 20 kaki dengan kapasitas 100.000 watt-jam untuk setiap kontainernya.

 

baran powercube
Baran PowerCube

 

Baran PowerCube punya kemampuan menyimpan hasil energi yang berlebihan dari pembangkit listrik besar, baik dari sumber terbarukan (seperti surya, angin, panas bumi) maupun sumber pembangkit berbasis fosil seperti diesel dan batubara.

 

 

BARAN EV

Punya mobil listrik yang keren? Itu impian bangsa ini, termasuk impian Pak Victor yang kemudian akan dia wujudkan menjadi kenyataan melalui Baran EV.

 

baran EV
Baran EV

 

Sebagai kendaraan supercar elektrik pertama di Indonesia, Baran EV dirancang dengan desain yang menawan dan elegan. Tentunya juga dengan memanfaatkan teknologi terbaru motor listrik dan baterai canggih. Saya jadi bersemangat menuliskan ini, optimis banget kalau anak bangsa bisa memproduksi mahakarya yang ciamik!

Read also:   Sabtu Kelabu: Tentang Kehilangan

Apakah ketiga produk di atas sudah diaplikasikan? Nah, rencananya, produk-produk dari @baranenergy ini akan diaplikasikan sekaligus saat peluncuran Baran Property di kuartal pertama bulan Januari 2019. Saya jadi nggak sabar nih nunggu undangan dari Aldebaran untuk melihat hasil karyanya itu.

 

 

BARAN PROPERTY?

Mungkin di antara kamu pernah bermimpi punya rumah yang berada di area hijau? Itu impian saya banget sih, hehe. Teduh dan adem banget pasti ya. Nah, katanya Baran Property ini akan menghadirkan konsep perumahan yang ramah energi, letak strategis, dilengkapi dengan properti canggih, desain yang unik dipadukan dengan Baran PowerWall

 

baran property
Baran Property

 

Saya jadi nggak sabar nih nunggu undangan dari Pak Vicktor dan Aldebaran tim untuk launching Baran Property. Penasaran gitu loh dengan konsep dan realisasinya.

 

 

 

-SKA-

Please follow and like me:

13 thoughts on “Mungkinkah Sumber Energi Hijau di Indonesia dengan BARAN ENERGY?

  • Huwaaa, ini nama anakku aldebaran. Emang nama bintang yang 4x lebih besar dari matahari. Kalau kita bisa ciptakan energi terbarukan keren banget. Gak kebayang nanti kalau energi dari fosil habis sementara manusia belum berinovasi. Gelap deh bumi.

  • Akupun ngga sabar nunggu baran ini launching mba.. secara emak-emak kalo bisa menghemat itu super banget, apalagi menghemat tagihan listrik yang selalu naik terus huhu jadi curcol.. aku dukung adanya baran ini, semoga menjadi solusi untuk perekonomian keluarga dan bangsa

  • Wah ada Baran Power Wall nih. Bermacam2 Baran ternyata ya keren banget zaman sekarang soal energi bisa dihemat dayanya sehingga untuk keperluan sehari2 bisa diatas. Apalagi untuk rumah tangga, perkantoran, bisnis unit pasti butuh energi banyak dan kontinyu ya mbak. Semoga makin meningkat perekonomian masyarakat ya.

  • Aku baru Baran Power ini dan smoga saja bisa jadi pilihan ya yang terbaik ya. Dan aku baru tahu ya kalau bisa juga di rikues desainnya jadi bisa disesuaikan juga dnegan konsep rumah yang minimalis. Nice onfo. Aku pun tunggu produk ini banyak di Indonesia dan aku pun bisa gunakan ya 🙂

  • Asli ini inovasi yang keren banget ya Mba. Udah gitu malah bis dijadiin interior rumah, padahal kalau yg gak tahu mungkin ngira itu pajangan. Hehehe. Mba ini bisa dibeli dimana? Trus harganya kumaha, kejangkau gak kalo kapasitas untuk keperluan rumah?

  • Apakah baran yang buat rumah tangga ini hanya akan dipakai di baran property? Ataukah ada rencana dijual bebas juga buat masyarakat yang sampai saat ini masih pakai listrik negara mbak? Aku kepoh beneran nih 😀 Kan mayan kalau bisa hemat listrik 😀

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *