tips mencegah stunting

Tips Mencegah Stunting? Millennials WAJIB Tahu Ini Sebelum Menikah!

Pendek vs Kurus, Lebih Bahaya Mana?

 

“Anakku BB-nya nggak naik nih…”

“Anakku naik BB-nya sedikit banget, diberi booster apa ya biar mau makan?”

“Duh, anakku lagi GTM (Gerakan Tutup Mulut_red) susah banget makannya”

 

Familiar dengan keluhan-keluhan semacam itu?

Continue reading “Tips Mencegah Stunting? Millennials WAJIB Tahu Ini Sebelum Menikah!”

Please follow and like me:
data-kanker-indonesia

Tes Pap Smear Tidak Menakutkan, Bisa GRATIS pula! Ini Pengalaman Saya

Assalamualaykum

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman pertama melakukan pemeriksaan Pap Smear. Meskipun usia pernikahan saya sudah menginjak tahun ketiga atau bisa dibilang aktif secara seksual selama 3 tahun, tapi baru kali ini saya melakukan pemeriksaan penting ini. Tes ini GRATIS terselenggara atas kerjasama antara Prodia dengan BPJS.

 

Jadi bagi kamu yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS aktif dan sudah menikah, coba deh manfaatin kesempatan ini. Biaya tes Pap Smear di Prodia cabang Pesona Khayangan Depok sebenarnya Rp 452.000. Lumayan banget kan kalau bisa dapet GRATIS seperti saya kemarin, jadi bisa hemat sekian ratus ribu rupiah. He he he. Continue reading “Tes Pap Smear Tidak Menakutkan, Bisa GRATIS pula! Ini Pengalaman Saya”

Please follow and like me:

STUNTING TIDAK BISA DIOBATI TAPI BISA DICEGAH

Apakah kamu akhir-akhir ini familiar dengan kata “STUNTING”? Ya gaungnya memang terasa terdengar belakangan ini. Stunting ini bukanlah masalah yang baru terjadi, melainkan ini masalah yang sudah ada sejak lama di Indonesia tapi isunya baru muncul ke permukaan.

Agaknya para pegiat isu stunting dan praktisi kesehatan harus benar-benar bersyukur atas pidato presiden dua tahun belakangan ini yang menyelipkan isu pencegahan stunting ini di pidato kenegaraan dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, di tahun 2017 dan 2018. Berikut cuplikan pidato yang saya maksud:

Continue reading “STUNTING TIDAK BISA DIOBATI TAPI BISA DICEGAH”

Please follow and like me:
interlac-probiotik

Mengatasi Gangguan Pencernaan Bayi dengan Probiotik

Bismillah,

Moms, adakah yang anaknya pernah mengalami gangguan pencernaan? Yang diare lah, yang sulit BAB lah, atau mungkin kolik. Kalau seusia bayi yang kena gangguan pencernaan kasihan ya? Mana belum bisa ngomong kan ya semisal dia sakit perut atau kembung begitu. Nah berarti kita nih sebagai orang tua yang semestinya tanggap dan waspada agar anak kita terhindar dari gangguan saluran cerna.

Pas di acara Mommy and Me di JCC awal Juni lalu, ada talkshow yang membahas “Kesehatan Saluran Cerna” dengan narasumber dr. Maria Magdalena. Beruntung banget deh saya berkesempatan hadir di sana karena banyak banget ilmu baru yang saya dapetin, terutama tentang cara mencegah dan mengatasi masalah gangguan pencernaan pada bayi. Saya share infonya ya barangkali ada yang membutuhkan.

Kesehatan Saluran Pencernaan

Pernah dengar nggak, kalau perut adalah sumber penyakit? Kalau di Islam ada hadis yang menjelaskan perihal ini, yang intinya berkaitan dengan pola makan kita. Nah, ternyata ahli medis juga telah sepakat bahwa saluran pencernaaan berperan sangat penting bagi kesehatan manusia karena 80% dari sistem imun kita terletak di saluran pencernaaan. Pantas saja ya kalau saluran pencernaan kita terganggu, berbagai gangguan kesehatan lainnya bisa terjadi misalnya diare, konstipasi (sembelit), sakit perut, kembung, kolik pada bayi (tangisan berlebih), dan gumoh pada bayi. Continue reading “Mengatasi Gangguan Pencernaan Bayi dengan Probiotik”

Please follow and like me:

Berkenalan dengan Kuman di Acara Mitu Baby Blogger Gathering

Bismillaah,

“Ambil Mitu, ambil lagi, ambil lagi….”
“Ambil Mitu, ambil lagi, ambil lagi…”

Siapa yang tidak asing dengan kalimat di atas? Atau malah kamu bacanya sambil nyanyi dalam hati ya? Memang tagline itu rasanya tidak asing di telinga kita, iya itu kata-kata di iklan tissue basah MITU Baby. Continue reading “Berkenalan dengan Kuman di Acara Mitu Baby Blogger Gathering”

Please follow and like me:

Ladies, Yuk Kenalan dengan Infeksi Saluran Kemih!

Fakta mengatakan bahwa angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) sebesar 50-60% kasus terjadi pada wanita dan 25% wanita mengalami ISK berulang

Fakta tersebut disampaikan oleh dr. Boy Abidin, SpOG(K) dalam acara Blogger Gathering dan Talkshow tentang “Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Kemih pada Wanita” yang diselenggarakan oleh Combiphar pada hari Sabtu, 26 Mei 2018 di Hotel Harris Kelapa Gading.

Sebagai wanita, informasi ini membuat saya tercenung cukup lama. Saya ingat-ingat lagi apakah mungkin saya sendiri pernah mengalami infeksi saluran kemih ya? Talkshow interaktif dengan dr. Boy (panggilan akrab dr. Boy Abidin), dokter yang menjadi host acara dr. Oz Indonesia, banyak memberikan saya insight pengetahuan dan ilmu baru terkait kesehatan area kewanitaan. Continue reading “Ladies, Yuk Kenalan dengan Infeksi Saluran Kemih!”

Please follow and like me:

Demi “Empat Jengkal”, Ini 4 Cara Mencegah Obesitas

Kemarin saya ukur lingkar pinggang, hasilnya… Jreng… Jreeeng…. Lebih dari empat jengkal! Apa artinya tuh?

Lingkar pinggang merupakan indikator risiko kesehatan yang kaitannya dengan kelebihan lemak di sekitar pinggang. Lingkar pinggang ideal wanita Asia nggak lebih dari 80 cm, sedangkan pria nggak lebih dari 90 cm. Kalau nggak punya meteran, gunakan saja pengukuran dengan “empat jengkal” tangan. Asumsinya satu jengkal panjangnya sekitar 20-25 cm. Jadi, lingkar pinggang idealnya nggak boleh lebih dari empat jengkal ya. Kalau lebih dari empat jengkal gimana? Nah harus waspadai nih.

ukuran lingkar pinggang ideal dan berisiko obesitas
Ukuran Lingkar Pinggang Ideal. Source: www.adelaide.edu.au

Continue reading “Demi “Empat Jengkal”, Ini 4 Cara Mencegah Obesitas”

Please follow and like me:

Sebaiknya Imunisasi di Puskesmas atau Rumah Sakit?

Sebaiknya Imunisasi di Puskesmas atau Rumah Sakit?

Bagi yang membaca postingan ini saya anggap kalian pembaca yang sadar untuk memvaksin anaknya ya, jadi di sini saya nggak menerima perdebatan antara provaks vs antivaks.

Menjadi ibu baru membuat saya banyak belajar. Urusan per-bayi-an itu buanyaaak sekali, termasuk salah satunya (yang nggak boleh terlupakan) adalah urusan vaksinasi atau imunisasi. Kalau kita adalah ibu yang memilih untuk vaksinasi anak di rumah sakit (swasta) atau klinik dokter, agaknya kita nggak terlalu dibuat pusing dengan jadwal imunisasi karena di setiap kali konsultasi, pasti dokter akan mengingatkan jadwal imunisasi selanjutnya. Nah, kalau kita memilih untuk membawa anak kita vaksin di posyandu atau puskesmas (seperti saya nih misalnya), kita sendiri lah yang harus rajin memantau jadwal imunisasi dan mengingatkan diri sendiri kapan harus membawa anak untuk imunisasi.

source image: http://www.thechildrensclinic.com

Continue reading “Sebaiknya Imunisasi di Puskesmas atau Rumah Sakit?”

Please follow and like me:
adzkia halwa

Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu

Saya bekerja di salah satu pusat riset di kampus. Usai cuti melahirkan dan saya harus kembali ke rutinitas pekerjaan, hari pertama masuk kerja Halwa dititipkan di daycare. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu ninggalin dia di sana ya, campur aduk dan baper banget!

Saat saya masuk kantor dan berjumpa dengan Bapak-Ibu Profesor dan teman-teman, mereka menanyakan di mana anak saya. Saya jawab  “daycare”. Tahu apa respon mereka? Mereka kompak menasehati saya agar jangan titip Halwa di daycare, kalau memang saya belum punya asisten, bawa saja Halwa ke kantor. WOW! Saya bener-bener terharu diizinkan membawa bayi saya ke kantor. Ah rasanya bahagia dan bersyukur banget bekerja di lingkungan seperti ini, tempat yang sangat ramah dan bernuansa kekeluargaan.

Sejak saat itu, dimulailah hari-hari saya membawa Halwa ke kantor setiap hari hingga dia berusia 10 bulan. Saya cukup bahagia karena di saat working mom di Indonesia pada umumnya hanya punya waktu intens bersama anak selama 3 bulan saat cuti, saya punya waktu yang lebih panjang lagi. Tapi jangan salah ya, beban pikiran saya juga semakin bertambah. Continue reading “Nak, Selalu Ada Cinta dalam Untaian Doa Untukmu”

Please follow and like me:

Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa

Akhir November kemarin saya mendapati satu email dari nama yang nggak asing buat saya, Ms. Willems. Saat saya baca emailnya, ternyata beliau “mengundang” saya untuk datang ke Program Short Course di Negeri Kincir Angin. Memang sudah menjadi impian saya untuk bisa menjejakkan kaki di Benua Eropa, khususnya untuk bersekolah di sana. Bahkan hal itu sudah menjadi resolusi saya dari tahun 2016 hingga sekarang. Namun, impian untuk mengambil studi master harus tertunda sementara waktu karena dalam perjalanan menuju impian saya itu, saya mendapat rejeki lain yaitu suami dan anak. Karena saat ini waktunya belum memungkinkan untuk saya studi overseas dua tahun, saya putuskan untuk mendaftar short course yang waktunya lebih singkat.

Bagi siapapun yang mengaku sebagai Scholarship Hunter, pasti ngerti banget hal-hal apa saja yang harus diperjuangkan untuk bisa bersekolah di luar negeri dan mendapat beasiswa. Tentunya ada dua hal penting yang jadi kunci utama: LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan dan beasiswa. Untuk mendapat satu dari kedua hal itu juga bukan perkara mudah. Ada banyak hal yang harus dikorbankan baik dari segi waktu, biaya, energi, dan pikiran. Sebelum ke arah sana pun kita harus mengumpulkan banyak informasi tentang cara pendaftaran, deadline, persyaratan, pilihan program studi, funding, dll. Mungkin lain kali akan saya bahas mengenai hal ini ya. Continue reading “Resolusi 2018: Ingin Menjejakkan Kaki ke Benua Eropa”

Please follow and like me: