Bye-bye Fase Flamingo Era
I’m back!
Setelah sekian lama hibernasi menulis (tapi hosting & domain tetap aku pertahankan karena rasa sayangku pada blog ini, hehe), aku kembali dengan jiwa dan semangat baru. Yuhuuu…..
Salah satu alasan yang membuat hidupku terasa seperti roller coaster beberapa tahun terakhir adalah momen di mana aku menjalani fase hamil & melahirkan selama dua tahun berturut-turut.
Fase yang dikatakan sebagai Flamingo Era…
Masa hamil-melahirkan-menyusui-hamil sambil menyusui, melahirkan, tandem nursing selama 3 tahun berturut-turut sungguh menguras energi, fisik, dan mental.
Alhamdulillah dengan izin Allah, aku bisa melaluinya dengan tertatih-tatih tentunya.

Terjebak di Fase Flamingo Era
Sekarang aku paham kenapa orang menyebut sebuah fase kehidupan wanita sebagai Flamingo Era.
Di fase ini, rasanya memang duniaku hanya berputar di urusan anak-anak dan keluarga kecilku saja. Aku merasa stuck, jalan di tempat, dan tidak bebas terbang kemana-mana.
Aku merasa terjebak dalam rutinitas. Rasanya jenuh dan lelah banget!
Aku selalu menantikan hari libur karena hanya di saat libur itulah ada suamiku yang bisa menemaniku di rumah, membantu mengurus anak, atau menyediakan makanan untukku.
Yes, satu-satunya support system ya hanya dia seorang.
Aku tidak punya banyak waktu untuk sekadar mengurus diri dengan baik. Jangankan melakukan hobi, bisa makan siang tepat waktu adalah sebuah pencapaian.
Apalagi kalau bisa makan dalam suasana tenang, itu adalah hal yang sangat berharga.
Aku pernah sangat ingin makan nasi Padang, aku sudah membelinya melalui online untuk makan siang.
Apa yang terjadi? Akhirnya nasi itu baru bisa kuhabiskan di jam 10 malam karena saat siang baru kumakan beberapa suapan, bayiku sudah menangis. Lanjut ingin kumakan lagi, anakku satu lagi terbangun dan ingin menyusu juga.
Selebihnya, aku lelah dan memilih tidur daripada makan.
Akhirnya aku belajar satu hal saat masa-masa itu kujalani: tidak usah banyak berekspektasi.
Kalau kebanyakan orang bilang: “Turunkan standar ekspektasi kalau punya anak kecil”, tapi bagiku lebih baik tidak usah berekspektasi sama sekali kalau sedang punya bayi, apalagi bayinya ada 2, hehehe.
Percayalah, bisa makan tepat waktu & tidur nyenyak adalah sebuah pencapaian.
It’s okay, I’m still alive…
Empat tahun pun berlalu. Rasanya aku lebih bisa bernafas dengan lega berada di titik ini sekarang.
Setelah dua toddlerku lepas menyusu, lulus toilet training, dan bahkan salah satunya ada yang sebentar lagi mau jadi murid TK, hmm, kenapa rasanya waktu berjalan cepat sekali ya?

Kini aku pun merasa “lebih hidup”.
Aku bisa bersosialisasi kembali setelah beberapa tahun terakhir aku menarik diri dan hanya ingin berdiam saja di rumah.
Beberapa kegiatan sudah mulai aku ikuti meskipun pace-nya harus tetap aku sesuaikan.
Aku memang tidak sebebas dulu.
Aku menyadari secara utuh kalau identitasku bukan hanya diriku sendiri tapi aku juga seorang ibu dari tiga putri yang masih kecil-kecil.
Aku punya impian dan rencana untukku sendiri dan untuk mereka, tapi semua itu harus dilakukan selaras, seimbang, dan mindful. Semua ini adalah proses adaptasi.
Untuk para ibu yang sedang ada di fase Flamingo Era, peluk hangat dan peluk jauh untuk kalian semua.
Ingatlah, menjalani ini memang tidak mudah, tapi coba terus bertahan ya.
Fase ini nggak akan berlangsung selamanya, bahkan ada kalanya kita akan merindukan fase tersebut.
Kamu boleh banget punya mimpi.
Kamu boleh melanjutkan cita-citamu yang tertunda. Semua ini hanya perlu adaptasi, dan kamu sedang menjalani proses adaptasi besar-besaran.
Suatu saat nanti, kamu bisa terbang bebas lagi, berlari kencang lagi untuk mencapai garis finish-mu.
-SKA-