Share Your Power: Wanita, Luka, & Daya

 

Suatu siang di akhir bulan Maret, pelataran parkir Carrefour Lebak Bulus bertabur warna pink sedari pagi. Sabtu siang (30 Maret 2019) itu benar-benar menyengat, tapi saya tetap berjalan menuju ke area yang sudah ditentukan. Berkumpul bersama para Blogger Perempuan dalam balutan dresscode pink.

 

Terik semakin menjadi. Deretan bean berwarna pink di depan panggung sudah dipenuhi pasukan Blogger Perempuan. Entah kekuatan apa yang membuat kami bisa tetap bertahan di bawah teriknya matahari siang itu.

 

blogger perempuan
Blogger Perempuan

 

Ya begitulah wanita. Sering orang berkata, dan memang kami identik, dengan hati rapuh. Tapi jangan pernah ragukan kekuatan kami. Terkadang, dalam diam dan rapuhnya wanita itu tersimpan kekuatan mahadasyat.

 

 

Share your Power

 

Kami bicara tentang wanita dalam talkshow yang digelar oleh Lactacyd bertema “Share Your Power”.  Acara dibuka oleh Ibu Rohika Kurniadi Sari, Assisten Deputy Pemenuhan Hak Anak, Deputy Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

 

Rohika Kurniadi Sari
Rohika Kurniadi Sari

 

Pembicara pada sesi pertama talkshow siang itu adalah wanita keren, Ibu Misiyah, Pendiri dan Direktur dari Institut Kapal Perempuan.

 

Kapal Perempuan adalah sebuah organisasi sosial yang memberikan perhatian khusus pada kelompok-kelompok terpinggirkan terutama perempuan dan minoritas di berbagai wilayah terpencil di Indonesia.

 

Ibu Misiyah banyak membagikan pengalamannya tentang perjalanan pemberdayaan perempuan yang telah ia lalui bersama timnya. Adalah Sekolah Perempuan, salah satu bagian dari program Kapal Perempuan yang sudah dilaksanakan di berbagai daerah.

 

kapal perempuan
Ibu Misiyah (tengah)

 

Namanya unik, “Sekolah Perempuan”. Kenapa? Menurut Ibu Misiyah, inilah wadah belajar bagi perempuan yang kurang terakses dengan pendidikan kritis. Lanjutnya, “Wanita berpendidikan saja nggak cukup tapi harus bisa berpikir kritis”. Untuk itulah Sekolah Perempuan digalakkan.

 

Mengalirlah cerita demi cerita di tanah timur Indonesia, salah satunya tentang seorang wanita bernama Ibu Saraiyah. Apa yang spesial dengan wanita ini? Konon, Ibu Saraiyah adalah wanita pertama yang menjadi kepala adat di Lombok. Kedudukan itu dia peroleh setelah tiga tahun berjuang untuk bisa setara dengan para pengambil kebijakan lain di desanya.

 

 

Ibu Misiyah menegaskan bahwa ada dua aspek dalam kehidupan wanita yaitu luka yang dibuat oleh lingkungannya dan, aspek lainnya adalah, daya untuk mengubah luka itu. Namun, daya ini tidak serta merta hadir, melainkan harus ditumbuhkan dengan mengenali sebab luka itu dan bangkit dari keterpurukan.

 

Menyelidik ke masa lalu, Ibu Misiyah sendiri memiliki pengalaman pribadi yang pada akhirnya mendorong dia untuk memperjuangkan dan menyuarakan hak kaum wanita. Di keluarganya, dia adalah anak bungsu yang sebagian besar kakaknya laki-laki. Dia melihat betapa laki-laki itu begitu dilayani, sedangkan anak perempuan harus begitu bersusah payah untuk meminta sesuatu. Dia hidup di lingkungan tetangga yang anak-anak seumurannya kala itu (kelas 4 SD) sudah tidak sekolah lagi. Teman-temannya diperjualbelikan oleh orangtuanya sendiri untuk menjadi budak seks.

 

“Di dunia ini, mungkin ada banyak wanita yang punya masalah sama dan kekuatan yang sama pula. Untuk para wanita, mulailah berani mendialogkan apa yang menjadi masalah kita, mulailah berani melihat kanan kiri kita, dan beranilah melangkah untuk melakukan perubahan. Share your power! Power ini ada di dalam pikiran kita sendiri,” pesan Ibu Misiyah.

 

Kami disuguhi pertunjukkan dari Ibu Panci, yaitu bagian dari 5200 leader perempuan yang sudah berhasil di desanya hingga mampu mendorong kebijakan pemerintah di kabupaten dan provinsi.

 

ibu panci
Pertunjukkan Ibu Panci

 

 

Talkshow Kesehatan Area Kewanitaan

 

Masih berbicara tentang wanita, sesi kedua dalam talkshow diisi oleh Dr. Riana Nirmala Wijaya (Medical Manager Sanofi) dan Jehezkiel Martua (Product Marketing Consultant – Sanofi). Kali ini diskusi ke arah kesehatan area kewanitaan.

 

Dokter Riana banyak memberi informasi tentang kebersihan area kewanitaan yang harus selalu dijaga. Sejak kapan? Ya sejak dini, terutama saat perempuan masuk usia pubertas karena saat itu sudah terjadi perubahan hormonal dalam diri wanita.

 

talkshow lactacyd
Talkshow tentang kebersihan area kewanitaan

 

FYI, 2 dari 5 wanita punya masalah kewanitaan. Jadi, misalnya kalian para wanita punya masalah seperti keputihan yang tidak normal (berwarna kuning/ hijau) harus diwaspadai karena bisa terjadi infeksi bakteri.

 

Di bawah ini ada beberapa tips merawat area kewanitaan:

  1. Area kewanitaan perlu dibersihkan tiap hari.
  2. Kalau mau membersihkan dengan sabun, pilih sabun khusus area kewanitaan yang formulanya khusus (PH 3,5 – 4,5) sesuai PH area kewanitaan yang asam. Penggunaan sabun yang direkomendasikan maksimal 2x sehari (jangan terlalu sering nanti malah justru bisa menyebabkan iritasi).
  3. Jangan membersihkan area kewanitaan dengan sabun mandi biasa karena PH sabun mandi biasa berbeda dari PH area kewanitaan, hal ini bisa menyebabkan iritasi.
  4. Bersihkan dengan sabun khusus area kewanitaan yang hipoalergenik, formula lembut atau ringan, mengandung bahan ringan/ tidak iritatif,  harus melembabkan/ tidak kering, dan bisa menjaga bakteri baik yang ada di sekitar area kewanitaan.
  5. Rajin mengganti celana dalam jika sudah berkeringat/ lembap. Kalau memakai pantiliner juga harus sering diganti.
  6. Arah basuh area kewanitaan depan ke belakang. Jangan kebalik karena bisa mendorong bakteri yang ada di anus masuk ke area kewanitaan.

Di akhir acara, PT Sanofi memberikan donasi kepada Kapal Perempuan sebagai bentuk dukungan bagi upaya memajukan para wanita di Indonesia.

 

 

-SKA-

Please follow and like me:
error

6 thoughts on “Share Your Power: Wanita, Luka, & Daya

  1. Sebagai seorang wanita,seringnya kita abai dlm merawat kebersihan daerah kewanitaan. Pdhal kebersihan daerah kewanitaan penting utk kesehatan seorang wanita. Klo bersih dan sehat,wanita bs produktif dan energik

  2. Aku masih terngiang-ngiang sama organisasi kapal perempuan ini. Kok keren banget gitu loh.

    Terutama para pejuang wanita di daerah pedalaman sana. Semoga Allah memberi kekuatan dan kemudahan untuk mereka ya

  3. Entah aku seksis atau apa, tapi saya lebih senang jika pembicaraan tentang pembersihan organ intim dibicarakan di lokasi yang lebih tertutup, misalnya ballroom atau meeting hall, bukan di panggung terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.