sustainable fashion

“Sustainable Fashion” Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan

Moms, ada yang hobinya shopping baju tiap bulan nggak? Coba hitung, ada berapa baju di lemari kamu saat ini?

Untuk kalian yang konsumtif dalam hal membeli baju sehingga banyak baju menumpuk di lemari, kira-kira ke manakah baju-bajumu akan bermuara Moms?

Akan lebih baik kalau disumbangkan ya Moms, jangan malah menjadi sampah.

 

Kalau bicara soal sampah, menurut data dari Ellen MacArthur Foundation (badan yang fokus mempelajari polusi industri mode), limbah bisnis busana di dunia bisa mencapai US$500 miliar per tahun loh. Mau diapakan itu limbah ya kira-kira? Ternyata usulan kebijakan ramah lingkungan pun sudah mulai digalakkan, misalnya dengan mengolah kembali kain perca menjadi komponen yang lebih bermanfaat.

 

Kain perca biasanya cuma dianggap sebagai bahan sisa yang nggak bermanfaat lagi. Ujung-ujungnya ya dibuang dan jadi limbah. Padahal, di industri kerajinan kreatif ternyata kain perca ini cocok banget untuk direproduksi menjadi berbagai produk kreatif yang punya nilai ekonomis tinggi loh. Saya jadi ingat beberapa waktu lalu ikut workshop merajut clutch yang bahannya diambil dari sisa-sisa kain perca.

 

Sustainable Fashion

Di Indonesia, sudah banyak desainer yang menerapkan konsep sustainable fashion dengan prinsip zero waste pattern untuk mengurangi pembuangan kain sisa. Sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan sustainable fashion?

 

Di acara talkshow “Be Sustainable, Be Fashionable by So Klin” pada tanggal 16 Agustus 2019 yang digelar di Mall Kelapa Gading 3, banyak insight menarik yang saya dapatkan dari para narasumber. So Klin, deterjen terkemuka andalan Wings menggandeng sekolah mode ESMOD Jakarta dan Komunitas Sadari Sedari untuk menyerukan kampanye sustainable fashion.

 

Rangkaian kegiatan Jakarta Fashion & Food Festival 2019 itu menghadirkan Patrice Desilles (Academic Program Head ESMOD Jakarta), Joanna Elizabeth Samuel (Marketing Manager Fabric Car PT Sayap Mas Utama/ Wings Group), dan Ade Diandra (Komunitas Sadari Sedari). Jalannya acara terasa seru karena dipandu oleh MC beken sekaligus brand ambassador So Klin yaitu Indy Barends.

 

indy barends
Indy Barends, MC & brand ambassador So Klin

 

Menurut Patrice, seorang desainer asal Paris yang sudah 25 tahun tinggal di Indonesia, sustainable fashion itu bukan fashion yang hanya nge-trend di waktu-waktu tertentu, tapi prinsipnya harus bisa “forever” ditanamkan dalam diri dan jiwa kita. Sustainable fashion ini nggak hanya mengutamakan keren, tapi juga mesti ramah lingkungan.

 

“Sustainability is part of our life”. Patrice membagikan ceritanya bahwa sustainability ini sudah menjadi keseharian orang Perancis. Jadi, ketika dia datang ke Indonesia untuk pertama kalinya, dia pun mengaplikasikan konsep sustainability ini misalnya dengan mengubur sampah organik, me-recycle barang bekas, mengumpulkan kardus untuk diberikan ke pemulung, dll.

 

talkshow
Narasumber dalam Talkshow (Patrice Desilles – Joanna Elizabeth Samuel – Ade Diandra)

 

 

ESMOD Jakarta sebagai pelopor pendidikan fashion di Indonesia menyadari betul bahwa sustainable fashion merupakan bagian dari gaya hidup saat ini. Menurut Patrice, sekarang sudah banyak desainer yang menggunakan bahan ramah lingkungan, teknik pewarnaan alami, dan tentunya menempatkan label tata cara perawatan kain. Di ESMOD penggunaan serat kain tencel yang berasal dari kayu saat ini menjadi pilihan. Jadi, ketika pakaian sudah nggak terpakai lagi, bahannya akan mudah terurai ke alam.

 

Wah, ternyata bukan cuma plastik saja yang biodegradable ya tapi pakaian pun sekarang bisa terurai dan ramah lingkungan.

 

Di acara talkshow, kami disuguhi fashion show dari para alumni ESMOD yang menampilkan upcycling atau ‘daur ulang’ pakaian lama menjadi produk baru. Jujur saya ini menarik banget hasil karyanya karena ada baju yang terbuat dari kertas, ada pula baju yang disusun dari 34 buah jaket yang nggak terpakai. Kreatif banget kan?

 

 

Peran So Klin White and Bright dalam Sustainable Fashion

 

Selain mendaur ulang atau mengemas kembali kain lama menjadi barang baru bernilai ekonomis, keawetan warna kain agar tetap cemerlang juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, So Klin White and Bright dengan teknologi OPTICAL BRIGHTENER yang menggabungkan deterjen dengan formula khusus diciptakan untuk menghilangkan noda berat sekaligus mempertahankan keaslian warna agar nggak cepat pudar.

 

Menurut Ibu Joanna Elizabeth, melalui kegiatan kampanye ini, So Klin ingin mengajak masyarakat Indonesia agar lebih peduli terhadap lingkungannya dengan cara menerapkan gaya hidup berkelanjutan (sustainable) termasuk dalam hal berpakaian. Pakaian-pakaian kamu akan tetap bersih dan selalu tampak seperti baru dengan So Klin White and Bright. Jadi, kamu nggak perlu sering-sering beli baju baru lagi. Efisiensi waktu mencuci juga akan meningkat karena kamu nggak perlu repot memilah warna baju ketika akan mencuci.

 

so klin white and bright
So Klin White and Bright

 

Oh iya, So Klin White and Bright ini produk baru yang tidak merusak serat kain saat pencucian dan bisa membuat warna baju akan lebih tahan lama. Nggak perlu khawatir dengan seringnya pencucian.

Ibu Joanna membagikan tips perawatan baju agar nggak cepat rusak:

1.     Baca cara perawatan di tag label misal: cuci dengan air dingin, cuci dengan cara dry clean, balik baju ketika menyetrika, dll.

2.     Pilih deterjen yang tepat.

3.     Jangan menyepelekan cara menyimpan dan melipat, baca sesuai petunjuk perawatan.

 

 

Komunitas Sadari Sedari

 

Komunitas Sadari Sedari ini mendukung sustainable fashion, Moms. Buat kamu yang bingung mau menyumbangkan baju-baju lama kamu, coba deh kontak ke komunitas ini. Mereka menerima pakaian layak pakai untuk dijual kembali. Uang hasil penjualan akan didonasikan untuk pendidikan anak Indonesia.

 

Sejauh ini, mereka sudah mengumpulkan baju bekas dari artis dan masyarakat. Mereka juga mengadakan kegiatan offline dan online, misalnya bazar.

 

Buat kamu yang tertarik jadi volunteer juga bisa banget kontak ke IG @sadarisedari.

 

workshop upcycling
Membuat baju lama menjadi produk baru

 

Well, acara talkshow ditutup dengan workshop mengemas ulang pakaian lama menjadi produk baru. Kami para blogger dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok diberikan peralatan menjahit dan aksesorisnya. Intinya sih kami dituntut kreatif dalam mendesain ulang pakaian itu.

 

 

-SKA-

Please follow and like me:
error

16 thoughts on ““Sustainable Fashion” Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan

  1. Aku termasuk orang yang lagi mencoba buat zerowaste ni mba, udah berjalan tiga tahun. Bagus juga ini so klin punya inovasi kaya gini jadi meminimlisir kerusakan di pakaian so gak perlu sering2 buang pakaian ke TPA ..

  2. waaaw konsep sustainability sekarang mewabah ke semua sektor yaaa
    kita semakin diingatkan untuk bijak bersikap pada lingkungan bahkan di dunia fashion juga ada ya sitilah sustainable fashion 🙂

  3. Kalau bisa jahir bakalan aku permak deh baju2ku haha, sayang ndak bisa. Paling banter baju bekas aku jadiin kain lap huhuhu.
    Tapi emang ya kalau mau baju awet sebaiknya pakai detergen yang bikin warna kain jd awet, kyk Soklin yg baru ini. Jd kita gk bakal sering2 beli baju 😀

  4. Saya baru ngeh loh soal limbah pakaian ini. Selama ini pakaian kayak pakai masih bisa disumbangkan sih. Tapi Setelah itu gak kepikiran. Makasih tulisannya membuka wawasan

  5. Iya nih, penting banget buat recycle baju/barang bekas di rumah, karena kalau dilihat-lihat sampahnya bakalan menggunung. Duh, mumet harus dibuang ke mana. Sementara ini aku baru potong-potong aja buat lap, atau enggak buat keset, hehe.

  6. Kalau kondisi pakaiannya bagus bagus dan layak pakai biasanya baju-baju yang sudah tidak terpakai lagi bermuara ke saudara atau disumbangin. Tapi kalau kondisinya sudah pucat pasi dan belel, saya jadikan kain lap.

  7. Penasaran dengan bahan serat kain tencel, berapa ya biayanya untuk baju ramah lingkungan?
    Kalau aku, sebisa mungkin baju yang udah ga terpakai diberikan ke orang lain supaya enggak jadi limbah.

  8. Sustainable fashion. Istilah yang benar bener Baru kudengar mba tapi jadi jawaban atas banyaknya limbang pakaian yaa. Ternyata Masih bisa bermanfaat asalkan kreatif dan So Klin sudah membuktikannya bersama Esmod.

  9. Kampanye sustainable fashion saat ini tengah ramai digalakan tujuannya pun sangat baik yakni mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan dan secara nyata. Jadi menuntut kita untuk lebih bijak terhadap penggunaan pakaian

  10. Kereeeen
    Makin kesini kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan kayaknya makin besar ya
    Bukan hanya mengurango sampah plastik, bahkan pakaianpun bisa diajak untuk ramah lingkungan
    Semoga bumi kita makin sehat dan lestari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.