Mau Pesan Tiket Bus? Ini Pengalaman Saya Naik Bus

Ada nggak guys yang suka bepergian naik bus? Misalnya bepergian antar-kota antar-provinsi gitu? Jujur saja saya, dengan kondisi sudah berkeluarga dan punya satu balita seperti saat ini, amat sangat menghindari perjalanan dengan bus untuk rute jarak jauh. Kecuali bepergian sendirian, it’s OK lah naik bus (tapi itu juga mesti pilih-pilih bus yang fasilitasnya bagus, bukan bus tua yang jalannya kebut-kebutan kencang).

 

Dulu ketika saya masih kuliah, bus jadi sarana transportasi favorit saya buat pulang kampung. Saat itu saya nge-kost di Depok dan kampung halaman saya nun jauh di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Kebumen. Saya nggak prefer naik kereta karena, kondisi saat itu, kereta sangat tidak kondusif. Mungkin ada yang masih mengalami zaman “tiket kereta berdiri” (iya artinya nggak dapet tempat duduk, perjalanan sekitar 10 jam itu loh dari Jakarta-Kebumen).

 

Namanya juga anak kuliahan yang serba irit ya, jadi pilihan kelas kereta pastilah ekonomi. Hehehe. Kalau mau naik ke kelas bisnis atau eksekutif, duh, bikin kantong kering mendadak. Udah begitu, untuk mencapai stasiun pemberangkatan kereta, dari Depok kudu naik commuterline dulu disambung naik ojek atau angkot ke stasiun Pasar Senen. Capek di jalan.

 

Pic: Freepic

ENAKNYA NAIK BUS

Makanya dulu saya lebih suka naik bus. Kenapa? Karena pool bus ada beberapa tersebar di wilayah Depok. Yang paling dekat dengan wilayah saya ya pool bus PO Sinar Jaya di Jalan Margonda Raya. Itu favorit banget. Harga tiketnya murah, bus ber-AC, pemberangkatan sore. Pokoknya kalau abis kuliah sore, langsung capcusss ke pool buat pulang kampung. Bobok nyenyak di jalan sepanjang malam. Hehehe.

Read also:   Berkenalan dengan Kuman di Acara Mitu Baby Blogger Gathering

 

Ada satu lagi pool pemberangkatan yang biasanya saya tuju yaitu di PAL Depok, Cimanggis. Di sana pilihan agen busnya lebih banyak. Tapiiii, musti prepare waktu banget karena jalan ke arah Kelapa Dua – Cimanggis kalau sore macetnya nggak nahan banget. Apalagi saat itu belum ada ojek online. Kalau naik ojek pangkalan costnya mahal. Yang ekonomis ya naik angkot, tapi you know lah ya naik angkot itu mesti punya stok sabarrrr yang banyak. Kadang ugal-ugalan supirnya, kadang berhenti sembarangan di tengah jalan, kadang maksa banget penumpang harus muat formasi 4 dan 6. Fyuh. Capek hati kalau naik angkot.

Anyway, tetep saja bus jadi pilihan saya saat masa-masa jadi anak kuliahan tahun sekitar 10 tahun lalu.

 

Read Also: Tips Berpakaian Saat Naik Bus

 

NGGAK ENAKNYA NAIK BUS

Nah yang saya bahas ini sebenernya lebih ke bus ekonomi yang emang kalau dipikir-pikir banyak nggak enaknya ya, haha.

  1. Nggak bisa berhenti sesuka hati.
    Yaiyalah emang dikira kendaraan pribadi, yang kalau penumpang kebelet pipis bisa langsung melipir ke pom bensin terdekat. Hehe. Sopir bus mah kadang nggak mau tahu hal itu. Bus hanya akan berhenti di tempat-tempat yang sudah ditentukan saja.
  2. Sopir ugal-ugalan.
    Nah kalau dapat sopir yang mannernya kurang bagus tuh bikin kesal. Misalnya udah jelas bus ber-AC, tapi si sopir seenak hati ngerokok. Kemudian asapnya terbang membelai-belai wajah kita. Huuuf, kesel kan. Udah gitu, sopir bus kadang suka ugal-ugalan kalau nyetir dan itu bikin penumpang sport jantung karena kebut-kebutan di jalanan. Tapi nggak semua sopir begitu koq.
  3. AC dingin.
    Buat yang nggak tahan dengan AC atau udara dingin, kamu wajib banget bawa jaket tebal atau selimut. Di bus nggak ada penyewaan selimut macem di kereta. Terus, AC-nya biasanya suhunya dingiiiin banget apalagi kalau malem hari.
  4. Ribet pesan tiket bus.
    Kalau pesan tiket bus, biasanya kita harus datang langsung untuk melakukan pemesanan tiket di loket. Nah ini kan effort banget ya. Kaya misalnya saja saya mau berangkat dari pool bus di PAL DEPOK. Kaya yang saya bilang di atas, perjalanan ke sana tuh macet. Tapi mau nggak mau demi mendapatkan si tiket, saya harus merelakan waktu bolak-balik ke pool.
Read also:   Demi "Empat Jengkal", Ini 4 Cara Mencegah Obesitas

 

Eh tapi itu zaman dulu sih masih sistem begitu. Mungkin hanya di beberapa lokasi dan kondisi yang masih menerapkan beli tiket bus langsung di loket. Zaman sekarang semuanya udah serba online dan memudahkan, bahkan untuk pesan tiket bus saja sekarang sudah bisa melalui online kan.

 

 

 

-SKA-

 

Please follow and like me:

2 thoughts on “Mau Pesan Tiket Bus? Ini Pengalaman Saya Naik Bus