Review Pompa ASI Spectra 9 Plus

 

Kali ini saya mau menulis review pribadi setelah menggunakan pompa ASI merk SPECTRA 9 Plus selama 13 bulan. Loh kenapa cuma 13 bulan? Meskipun saya full menyusui Halwa hingga usianya 2 tahun, tapi kegiatan pumping berakhir di usia Halwa yang ke-13 bulan karena anaknya nggak mau lagi minum ASI perah. Dia lebih memilih direct breastfeeding alias menyusu langsung.

 

Pertama kali beli pompa ASI ini saat Halwa berusia 4 hari. Ya, kala itu, produksi ASI saya lagi banjir-banjirnya sehingga saya kelelahan memompa dengan pompa manual. Jadi, sesuai rekomendasi seorang teman baik dan juga baca review ibu-ibu masa kini tentang pompa ASI yang bagus, tanpa pikir panjang saya langsung membeli si Spectra 9 Plus ini.

Saya bismillah saja pas beli karena memang saya belum pernah mencoba pompa ASI Spectra 9 Plus sebelumnya. Kata orang-orang sih, pompa ASI itu cocok-cocokan dengan si ibu. Tapi so far, saya sendiri merasa cocok saja dengan pompa merk ini. Bahkan karena alat inilah saya terbantu banget saat memompa ASI dalam keadaan puting lecet.

 

 

Part Pompa ASI Spectra 9 Plus

Begitu unboxing kardus Spectra 9 Plus, jujur saja saya bingung karena saking banyaknya printilan yang harus dirakit. Tapi tenang saja, nanti lama-lama juga terbiasa karena memang sparepart yang akan dipakai sehari-hari ya cuma itu-itu saja koq.

Ini bagian-bagiannya ya:

 

1.      Corong + bantalan silikon (masing-masing 2 buah)

Saya jarang pakai bantalan silikonnya karena saya merasa lebih nyaman memerah ASI tanpa silikon. Tapi, ada sebagian orang yang merasa sakit kalau bantalan silikon ini nggak dipakai.

 

pompa asi spectra
Corong dan Silikon Pompa ASI Spectra 9 Plus

 

2.      Valve (4 buah)

Valve ini bagian penting dalam pompa ASI. Hati-hati untuk mencucinya ya, jangan disikat. Bisa dibersihkan dengan ibu jari atau cotton bud. Valve saya ada yang robek mengakibatkan tarikan pompa tidak kencang. Jadi, kalau kamu merasa isapan pompa mulai melemah, nggak kencang seperti biasa, ASI yang dipompa cenderung menurun, mungkin saja masalahnya ada di valve.

valve
Valve (source: spectrababyusa.com)

 

 

Read also: 4 Merk Stroller Bayi Yang Bagus di Bawah Rp 2 Juta

 

3.      Selang (2 buah)

Seingat saya, saya belum pernah mencuci selang ini sama sekali. Ya karena selang ini nggak bersentuhan langsung dengan ASI. Selang gunanya untuk menyambung dari adaptor/ mesin pompa ke backflow preventer. Oh ya, bahkan saya selama ini hanya memakai 1 selang loh, jadi selang lainnya masih tersimpan lagi di dus.

selang spectra 9+
Selang Spectra 9+

 

 

4.   Backflow preventer

Ini adalah bagian pemisah antara aliran udara pada motor dan aliran udara sekitar payudara. Sebelum digunakan, backflow preventer ini harus dikeringkan.

backflow preventer
Backflow Preventer Spare Part

 

backflow preventer
Backflow Preventer setelah dirakit

 

5.      Mesin pompa/ adaptor (1 buah)

Ini mesinnya ringan banget dan nggak terlalu besar jadi fleksibel dan portable sekali deh.

adaptor spectra
Mesin pompa / adaptor Spectra 9+

6.      Charger (1 buah)

charger spectra
Kabel charger Spectra 9 Plus

7.      Pompa manual (1 buah)

Kebetulan manualnya lagi dipinjam teman jadi nggak ada fotonya ya Moms. Hehe

 

 

8.      Dudukan botol (2 buah)

dudukan botol
Dudukan botol Spectra 9+

 

9.      Leher dot dan kepingan penutup botol (2 buah)

tutup botol spectra
Tutup Botol Spectra

 

tutup botol spectra
Tutup Botol Spectra

 

10.   Botol wideneck

Botol berkapasitas 160 ml ini dilengkapi dengan 2 pcs nipple dot yang langsung bisa dipakai sebagai botol dot bayi. Tapi, saya nggak bilang ini cocok untuk semua orang ya. Saya sendiri nggak pakai botol dot untuk anak saya.

nipple dot spectra
Nipple Dot Spectra 9+

 

botol spectra 9 plus
Botol tempat perahan ASI

Note:

Nggak semua sparepart saya cuci dan steril. Hanya alat yang bersentuhan langsung dengan ASI saja yang saya cuci dan steril, seperti: corong, bantalan silicon, botol, valve.

 

Oh ya, ada lagi sparepart lainnya yang belum pernah saya pakai sama sekali karena saya nggak tau fungsinya. Berkali-kali baca di buku petunjuk tapi saya nggak nemu juga apa nama dan guna dari alat-alat ini. Barangkali ada yang tahu?

sparepart spectra
Saya belum pernah pakai spare part ini

 

Read also: Perpustakaan Kota Depok: Tempat Belajar dan Bermain Anak

 

Keunggulan Pompa ASI Spectra 9 Plus

 

1.      Rechargeable

Mesin pompa/ adaptornya rechargeable. Tanpa baterai. Jadi kamu gak melulu harus cari stop kontak setiap kali mau memompa ASI. Kamu hanya perlu mencari tempat yang nyaman untuk memerah ASI, di mana saja, asalkan adaptor nggak lupa diisi daya sebelumnya ya. Berat mesin pompa ini hanya 200 gram dengan dimensi 12 cm x 7 cm x 4,5 cm)

 

2.      Double Phase

Ada 2 fase pemompaan: Fase stimulasi (massage) dan fase isapan (expression). Saran saya setiap kali akan memerah ASI, gunakanlah mode massage untuk memancing LDR (Let Down Reflex). Mode massage ini ada 5 level yang bisa kamu atur sesuai dengan tingkat kenyamanan yang ingin kamu peroleh.

Kalau saya biasanya 3-5 menit pertama untuk fase massage, lalu lanjut ke fase expression. Fase expression ini tarikannya lebih kencang dan bisa diatur sesuai keinginan

 

3.      Isapan kencang

Seperti yang sudah saya tulis di atas, fase isapan (expression) tarikannya lebih kencang daripada fase stimulasi (massage). Ada 10 level yang bisa kamu sesuaikan dengan tingkat kenyamanan.

 

4.      Suara mesin halus

Saya nggak harus menghindar dari bayi yang sedang tidur untuk sekadar memompa. Suara mesinnya cukup halus jadi nggak mengganggu waktu tidur bayi.

 

5.      Dual Pump

Asyiknya pake pompa ASI Spectra 9 Plus nih meskipun harganya lumayan mahal tapi kita dapat 2 pompa yang bisa dipakai sekaligus untuk memerah sehingga bisa lebih hemat waktu. Worth it menurut saya. Pada kenyataannya, saya lebih sering hanya memakai satu pompa saja untuk kedua payudara. Jadi, satu pompa lainnya tetap bersih dan bisa untuk cadangan kalau saya belum sempat mencuci pompa yang baru dipakai.

 

6.      Closed System

Karena sistem ini, ASI perahan nggak akan masuk ke selang dan mesin pompa. Aman deh.

 

7.      LCD dan lampu

Di mesin pompanya ada LCD dengan lampu yang cukup terang. Jadi, ketika mau memompa malam hari, nggak perlu lagi menyalakan lampu yang terang benderang ya Mom. Di LCD itu terdapat informasi tentang level isapan, mode (massage/expression), timer sehingga kita tahu berapa lama sudah memompa, dan level baterai.

 

8.      Auto off

Setelah mesin pompa dipakai selama 30 menit, mesin otomatis akan mati. Kalau saya sih jarang memompa selama itu. Biasanya, untuk satu payudara berkisar antara 10-20 menit, lalu ganti ke payudara lainnya.

 

 

9.      Sparepart dijual terpisah

Nah, ini juga yang menjadi pertimbangan saya waktu mau membeli si pompa ASI merk Spectra 9 Plus. Kebetulan toko di mana saya membeli Spectra 9+ ini lengkap menjual sparepart-nya, jadi ketika ada kerusakan di salah satu sparepart, kita nggak perlu pusing mencari penggantinya.

Selama setahun pemakaian, alhamdulillah belum ada sparepart yang rusak. Hanya 1 valve saja yang robek dan itu pun saya belum perlu membeli valve lagi karena masih ada cadangan di dalam kardusnya.

 

10.   Portable

Untuk saya yang waktu itu berstatus working mom dan sering bepergian ke luar kota, pompa ASI Spectra 9+ praktis untuk dibawa traveling karena bentuknya compact dan ringan .

 

11.   Bergaransi

Pastinya bergaransi tapi saya lupa berapa tahun, hehe.

 

Yang saya kurang suka terhadap pompa ASI Spectra 9+ ini adalah pompa manualnya saya rasa nggak terlalu kencang uliran dan handle-nya. Bukan isapannya ya. Jadi, kalau saya lagi mompa, biasanya handle-nya sering lepas sendiri, atau tiba-tiba botolnya mengulir sendiri. Entah saya yang kurang lihai memakai / merakit, atau memang begitulah adanya. To be honest, saya malah lebih senang pakai manualnya Avent dibandingkan manualnya Spectra 9+ ini.

 

Read also: Moller’s Tran Bisa Menambah Nafsu Makan Anak?

 

 

spectra 9 plus
Spectra 9 Plus

TIPS dari saya untuk menggunakan SPECTRA 9 Plus

1.      Setiap kali mau mulai memompa, setting dulu fase dan level (perhatikan di LCD nya). Usahakan ada di fase massage atau fase expression dengan level paling rendah. Kenapa? Supaya nggak kaget dengan tarikan yang kencang di awal memompa. Pernah (sering kali sebetulnya sih) saya lupa men-setting, jadi saya pakai mesinnya dengan settingan sebelumnya saat terakhir memompa, beuhhh itu ada di fase expression level 9. Huhu. Kagetlah saya karena kencang sekali isapan mesinnya. Hehehe.

2.      Beberapa kali saya mengalami ketika akan mulai memompa (mesin sudah ON) tapi ternyata corong nggak mengisap. What’s wrong? Owalah ternyata corong nggak menutup sempurna ke payudara karena terganjal baju/ bra yang saya pakai hahhaha. Jadi don’t be panic kalau itu terjadi di kamu ya, cek dulu deh apakah corong sudah melekat sempurna ke payudara tanpa hambatan?

3.      Ketika memerah ASI (manual atau elektrik), wajib banget buat saya harus ada tissue atau handuk lembut untuk antisipasi ASI perah menetes melalui pinggiran corong.

4.      Setelah selesai memerah menggunakan pompa, saya tidak 100% percaya bahwa payudara benar-benar sudah kosong. Jadi, kalau dirasa sudah selesai memompa selalu saya lanjutkan memerah manual menggunakan tangan. Lumayan sih ada yang menetes beberapa tetes ASI perahannya.

5.      Selalu gunakan peralatan pompa dalam kondisi bersih dan steril ya. Kalau nggak punya alat steril, cukup rendam aja di air panas setelah dicuci. Jangan dilap pakai tissue untuk membersihkan sisa air, cukup kibas-kibaskan saja botolnya agar sisa air keluar sendiri.

 

Nah, sekian review dan pengalaman saya menggunakan pompa ASI merk Spectra 9+, semoga membantu ya.

 

 

-SKA-

 

 

Please follow and like me:
error

25 thoughts on “Review Pompa ASI Spectra 9 Plus

  1. Waw….. isapan mesinnya super kencang ya mb Eska hihihi mantap bener. Spectra 9 plus ini lengkap sekali peralatannya, ada charger dll. 13 bulan pakai alat pompa ya ga apa2 toh bayinya akhirnya kepengen nyusu langsung dari puting mamahnya

  2. Apa aku aja yg mompa ASI pake manual beneran alias tangan sendiri? Kepengennya doang beli breastpump, tapi ujung-ujungnya pake tangan lagi. Merk ini memang banyak yang rekomendasiin sih. Berarti bagus ya.

  3. banyak kayaknya yg pake spectra, temen juga dulu pake. Pompa asi emang penting bgt, alhamdulillah ya ada kemajuan teknologi ky breast pump gini, jd ga galau kalau mau ninggalin bayi

  4. Pas aku ngASI Boo n Mika belum ada nih merk ini.. Keliatannya bagus ya.. Aku pun pas beli pompa ASI dulu juga cek apa sparepart-nya gampang dicari atau nggak. Bener deh kejadian waktu itu valve-nya rusak untung gampang cari sparepart-nya.. Dual pump juga ngebantu banget itu, apalagi pas kejar tayang.. 🙂

  5. Salah satu merek alat pompa ASI yang High Recommended nih saat pertama kali aku cari buat pumping ASInya Alfath dulu. Suka banget karena ada LCD-nya, di layar itu ada petunjuk yang bisa memudahkan kita mengatur level isapan, dan itu penting untuk terjadinya LDR yang baik menurutku.

    Aku masih pumping sampai sekarang untuk Bil, tapi anaknya lupa minum pakai dot jadinya sekarang minum ASIP kembali disendokin dan udah coba pakai gelas Anak, haha.

  6. Banyak juga ya mbak keunggulannya, pantesan banyak temen2 yg rekomendasiin ini mbak. Mesti dishare nih ke saudara yg punya baby. BTw, alat ini bisa dipakai hingga berapa tahunan baiknya mbak

  7. Jadi ingat jaman dulu aku ngandelin pompa yg pake tangan, huhu pegelnyaa, eh pas dipinjemin pompa elektrik di RS, waah ASI lebih banyak yg keluar, andai dulu udah ketemu Spectra, bahagia deh, keliatannya ringkas dan ringan ya

  8. Enak ya bu ibu zaman sekarang pake pompa ASI yang canggih gini. Aku tuh dulu pas punya bayi ya masih susah ekonomi. Jadi beli pompa ASI yang manual dan murah harganya. Dipakenya juga sakit wkek

  9. Wah komplit sekali peralatan pompa asi spectra 9 plus ini. Aku dulu mompa asi nya manual, pake tangan. Cepet capek dan keluarnya juga dikit hiks. Pakai spectra ini tentunya lebih memudahkan memompa asi nya.

  10. Lebih nyaman direct ya Halwa 😀
    Langsung dari dispensernya. Aku blm pernah nyoba yg pompa bukan manual gini.. nggak terlalu pegel yaa mbaa

  11. Wah dulu aku pakainya pompa manual jadi tangan pegal dan hasilnya kurang memuaskan, lebih enak yang mesin ya..jadi kangen punya bayi deh

  12. Review-nya lengkap nih. Saya suka sama alat ini karena mesin pompanya kecil dan ringan. Printilannya banyak juga ya. Tapi enak lah kalau bida dibongkar pasang gini. Memudahkan banget packing kalau pas pergi jauh.

  13. Ini udah yang tertutupya jadi ga ada drama asi masuk selang hehehe. cuma ini belum yang ada USB nya ya mba yang bisa nge cash di mesin pumpingnya ? Oh ya garansinya 1 tahun

  14. Yang buletan putih nutupin corong
    Yang kecil itu buat masukin dot ngubungin/connector

    Aku pakai ini juga cuma kok silikonnya suka copot ya jadi rembes enaknya beli lagi apa ya silikonnya

  15. Kayaknya pompanya kok mungil, lucu, nggemesin gtu hehe 😀
    Suaranya juga alus ya mbak 😀
    Iya tu bagian valve kudu ati2 nyucinya tapi jg kudu dipastikan bersih ya mbk, soalnya lubangnya agak susah dibersihkan jg. Wah sampai dikasi 4 gtu ya?

  16. wah memang keren2 ya peralatan ibu2 zaman now. sangat membantu ibu2 yang butuh pumping. kalau manual itu kan mmg lama ya mom. dan pegel pastinya hehehe

  17. Kebetulan kemarin ada teman yang tanya soal pompa ASI, dan saya bingung jawabnya. Walau anak sudah 3, saya belum pernah pakai pompa ASI.

    Baca review ini jadi bisa punya bahan buat kasih jawaban buat teman saya itu

  18. Akutu yaaaa belum pernah pakai pompa ASI wkwkwk waktu abis mbrojol Mada, dapet hadiah dari customer bengkel pompa elektrik gini. Gak kepake karena udah punya pompa ASI manual pun gak kepake juga.

    Karena Mada lebih suka mimik dari pabriknya langsung. Rajin banget akutu meresin pabriknya manual dan ASIP-nya buat campuran MPASI sih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.