Mau Nulis Artikel Kreatif ala HIPWEE? Ini Beberapa Tipsnya

Bismillah

 

Intro sebentar ya,

 

Kenal Dompet Dhuafa, ‘kan? Pasti kamu pernah dengar tentang lembaga zakat tersebut. Kamis, 25 Oktober 2018 Dompet Dhuafa mengadakan workshop keren buat para blogger dengan judul Workshop Level UP-1 “How to Make Creative Writing and Smartphone Photography” yang berlokasi di Kampus Bisnis Umar Usman, Jakarta Selatan. Dari sinilah saya baru tahu kalau Kampus Umar Usman ini rintisan Dompet Dhuafa bersama Bapak Ippho Santosa.

Btw, workshop ini adalah bagian dari Program Digital Communication Dompet Dhuafa, sebagai langkah dalam mengajak blogger untuk menjadi bagian yang turut memberikan pengaruh atau sebagai influencer kebaikan di masyarakat. Nah, kita doakan ke depannya program ini akan terus berkesinambungan ya sehingga lebih banyak lagi blogger yang bisa mendapat manfaatnya. Aamiin.

Saya termasuk satu di antara pendaftar yang beruntung karena terpilih untuk hadir di workshop yang isinya daging semua. Kuota peserta sedikit, sedangkan pendaftarnya banyak banget. Barangkali lain kali kamu mau ikutan workshop dari Dompet Dhuafa, saran saya: ISILAH FORM PENDAFTARAN DENGAN SERIUS YA.

 

Oh ya lebih beruntungnya lagi, pas kami ditantangin oleh Mas Soni untuk membuat artikel ala Hipwee dalam waktu 30 menit, alhamdulillah artikel saya termasuk yang “Hipwee Bangettt”. Hadiahnya ada donk, berupa voucher belanja di De Fresh (minimarket binaan Dompet Dhuafa). Merupakan kebahagian tersendiri bagi emak-emak macem saya ini bisa dapetin voucher belanja. He he he …

 

Saya tertarik buat ikutan workshop ini karena temanya unik dan cocok banget buat saya. Sebagai blogger, content is the king dan jepretan foto yang keren sangat mendukung tampilan konten blog kita. Setuju ‘kan? Makanya workshop ini buat saya paket komplit. Pertama, saya belajar menulis kreatif, selanjutnya saya diajari tentang fotografi dengan modal smartphone.

 

Yuk langsung saja saya mau berbagi ilmu yang saya dapet kemarin.

 

TIPS MENULIS ARTIKEL HIPWEE, KAMU WAJIB TAHU INI KALAU MAU JADI KONTRIBUTOR HIPWEE

 

Nah, saya tanya ya, apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata “HIPWEE”?

 

Kalau saya sih langsung kepikiran: itu media galau, media remaja yang kebanyakan isinya cinta dan asmara, media yang suka ngasih tips kehidupan sehari-hari.

 

Di workshop ini, Mas Soni Triantoro selaku Editor in Chief Hipwee mengatakan kalau dia lebih suka menyebut Hipwee itu media lifestyle karena memang hampir semua tema ada di Hipwee, mulai dari tema tentang hubungan asmara, pekerjaan, diet, pernikahan, traveling, mama muda, dan hiburan lainnya.

 

Hipwee yang berdiri sejak 2014 itu mengklaim kalau platformnya memang bukan media jurnalisme, tapi bersifat merespon kondisi dan memahami permasalahan anak muda. Hipwee juga bukan media gosip loh ya. Kalau kamu googling tentang tips apapun, biasanya artikel Hipwee akan muncul di halaman pertama laman google.

 

profil-hipwee
Overview Profile

 

ADA 4 ANATOMI UTAMA ARTIKEL HIPWEE:

1.      Topik dan Angle Artikel Hipwee

2.      Judul Artikel Hipwee

3.      Gambar

4.      Isi Artikel Hipwee

 

Yuk kita kupas satu per satu.

 

1.      Topik dan Angle Artikel Hipwee

Artikel Hipwee ini dikenal dengan artikel-artikelnya yang inspiratif, bermanfaat, dan mewakili perasaan pembaca. Jadi, penulis Hipwee dituntut banget untuk peka dan cakap menemukan ide-ide konten yang berpotensi disukai pembaca. Ini menantang banget ya! Apalagi ide-ide ini akan dipilih yang sekiranya berpotensi untuk menjadi artikel viral. Wow!

Kamu harus rajin baca artikel-artikelnya Hipwee supaya familiar dengan pemilihan ide dan gaya penulisannya. Buka Hipwee, klik kolom Terpopuler, dan lihat artikel apa saja yang berhasil tayang di Hipwee.

 

artikel-hipwee-populer
Menu Bar Hipwee

 

Viralitas sebenarnya bisa didapatkan dari berbagai ide artikel. Kamu bisa mulai dari segala hal yang pernah kamu alami atau yang dekat dengan keseharianmu. Pikirkan deh apa yang sekiranya dibutuhkan oleh anak muda, entah itu suatu hal yang memotivasi, tips dan trik yang aplikatif, atau sesuatu yang mewakili perasaan dan emosi pembaca. Hal sederhana yang lucu dan ringan pun bisa berpotensi jadi viral loh.

Selain tema dan topik, potensi viralitas bisa ditentukan dari sudut pandang/angle penulisan. Ya, kata Mas Soni, sebenarnya kuncinya itu ada di angle. Yang namanya ide boleh saja sama dengan penulis lain, tapi tulislah dari angle berbeda dan unik. Jadi, pintar-pintarlah mengelaborasikan ide dengan angle yang unik.

Yang pasti, jam terbangmu sangat menentukan! Semakin sering menulis artikel Hipwee, sense dan logika pengolahan ide akan semakin berkembang.

 

2.      Pembuatan Judul Artikel Hipwee

Hal yang menggelitik buat saya pribadi adalah kalau melihat judul artikel Hipwee yang menurut saya antimainstream banget. Judulnya panjang, seperti sedang bercerita, dan bikin penasaran. Susah loh buat saya mau bikin judul artikel ala Hipwee.

Mas Soni pun mengiyakan bahwa kebingungan menentukan judul yang Hipwee bangettt, mungkin akan kamu rasakan ketika awal-awal menulis. Ini hal yang wajar koq, artinya kamu mulai punya sensitivitas menulis di Hipwee yang memang berbeda dengan media lainnya.

Bisa dibilang judul adalah elemen yang paling menentukan keberhasilan sebuah artikel. Kalau judulnya bagus pasti bisa mengundang pembaca untuk merelakan waktunya membuka dan membaca artikel, ‘kan?

 

contoh-judul-artikel
Contoh judul artikel Hipwee

 

Kapan sebaiknya membuat judul? Sebelum menulis atau sesudah menulis?

Nah, judul ini boleh dibuat di awal untuk menjaga alur menulismu, bisa juga di akhir untuk memastikan judulmu memang sudah sesuai dengan isi artikel.

FYI, judul artikel menjadi kekuatan utama di Hipwee. Makanya kamu dilarang membuat judul yang asal-asalan. Pikirkan kata-kata yang efektif untuk judul, tidak terlalu panjang, dan tidak menyimpang dari isi artikel.

 

Judul yang HARUS DIHINDARI:

  1. Judul yang klise seperti media pada umumnya. Misal: 5 Pertanyaan Seputar Sex, Ini Manfaat Buah Apel untuk Kecantikan, 7 Derita yang Dialami Pasangan LDR.
  2. Judul yang mengandung unsur bombastis. Misal: Parah Banget, Kamu Harus Hindari 3 Hal ini, Kamu Pasti Terkejut setelah Membaca Surat Pembaca ini.
  3. Judul yang mengandung unsur menipu/mempermainkan ekspektasi pembaca (judul klik bait)

 

Judul yang DIANJURKAN adalah judul yang punya efek PSIKOLOGIS bagi pembaca:

  1. Judul membuat pembaca penasaran. Misal: Semua Cowok Pasti Menyesal Karena Tumbuh Dewasa setelah Melihat 8 Foto ini.
  2. Judul yang mewakili perasaan pembaca. Misal: Rasanya Jadi Cewek Clumsy (Nggak Dandan, Nggak Pinter Masak, dan Khawatir kalau Nggak Bisa Urus Suami).
  3. Judul provokatif atau menantang asumsi umum. Misal: Jangan Menikah Hanya karena Sudah Masuk Umurnya, karena Nikah Tak Selalu Mudah.
  4. Judul yang membuat baper. Misal: Sekarang Yang Penting Ibu Bahagia. Kebahagiaan Saya, Nanti Pasti Ada Waktunya
  5. Judul yang lucu dan menggelitik. Misal: 15 Foto ini Bikin Kamu Takut Meremehkan Mama Muda Pakai Daster, Hidupmu Kelar kalau Mereka Udah Dandan.

 

contoh-judul-hipwee
Contoh judul artikel Hipwee

Tips Mudah Membuat Judul

Tentunya keahlian ini nggak diperoleh secara instan, kamu harus rajin latihan.

  1. Buatlah alternatif judul supaya memudahkan kerja editor. Jadi setiap artikel Hipwee buatlah minimal 2 judul.
  2. Amati judul artikel yang ada di Hipwee supaya kamu menemukan sense serupa dalam membuat judul.
  3. Belajarlah dari hasil editan editor supaya kamu tahu bagaimana editor mengubah judulmu. Rajinlah konsultasi ke editor dan tanyakan alasan perubahan judul tersebut.
  4. Rajinlah membuat analisis tentang performamu sendiri, misalnya apakah judulmu berhasil dan minim editing?

 

3.      Gambar

Untuk memilih gambar yang baik, kamu perlu meluangkan waktu khusus. Apalagi untuk gambar utama atau featured image, ibaratnya itu adalah wajah sebuah artikel. Artikel yang ide dan judulnya cetar sekalipun, bisa jadi gagal viral hanya karena kamu salah memilih gambar utama.

Gambar merupakan unsur yang teramat penting untuk sebuah artikel. Pastikan kamu mengambil gambar dari sumber yang tepat, kredibel, dan gratis (free to use). Beberapa sumber gambar yang bisa kamu pakai: Tumblr, Favim, Pinterest, 500px, Flickr, Freepixels.

Hindari banget mengambil gambar yang menampilkan watermark ya. Ukuran gambar idealnya tidak kurang dari 750px400px dan berorientasi landscape.

 

contoh-gambar-artikel
Contoh gambar Hipwee

 

Tips Memilih Gambar

Pilihlah gambar terbaik, natural, dan mampu membangkitkan emosi dan rasa penasaran pembaca, misalnya:

1.      Controversial: Seriusan nih? Yang bener aja? Oh ya?

2.      Heart warming: Ah so sweet, bener juga ya …

3.      Surprising : Wow! Masa sih?

4.      Funny: Lucu nih, mau lihat ah …

 

Gambar yang Dihindari sebagai Gambar Utama

1.      Warna hitam putih

2.      Mengandung nilai promosi komersial. Misalnya kentara menampilkan merk suatu produk atau media lain

3.      Menampilkan aktivitas berciuman secara gamblang, terlebih yang mengarah ke pornografi

4.      Gambar yang terlalu flat dan kurang berkesan

 

gambar-dihindari-hipwee
Gambar yang dihindari Hipwee

 

Nah, itu tadi poin-poin penting yang wajib kamu tahu kalau kamu mau jadi kontributor di platform Hipwee. Jangan lupa juga PRINSIP KUALITAS HIPWEE adalah IDE, IDE, dan IDE. Hipwee itu digemari dan bertahan karena Hipwee punya karakter yang kalau dipersonifikasikan ibarat Kakak Perempuan.

 

 

Fotografi dengan Smartphone

 

Selanjutnya setelah mendengar penjelasan dari Mas Soni Triantoro tentang Hipwee, para peserta disuguhi materi tentang fotografi dengan smartphone yang dibawakan oleh Mas Taufan Yusuf Nugroho . Mas Taufan ini sebagai Head of Newsroom Dompet Dhuafa.

 

Tips dari Mas Taufan yang bener-bener saya inget banget nih ya… Pahamilah spesifikasi smartphone kita barulah kita bisa ngutak atik dan take a picture dengan optimal. Kalau kitanya sendiri nggak paham dengan smartphone kita sendiri, bagaimana kita bisa ngoprek? Padahal smartphone (apalagi yang sudah kekinian dilengkapi dengan fitur kamera kece) berpotensi menghasilkan gambar yang se-keren kamera DSLR sekalipun loh, asalkan kita ngerti gimana cara mengoptimalkan setting-nya.

 

Satu tips lagi, minimalisasi penggunaan digital zoom. Kalau memang butuh nge-zoom mending manual aja, pakai kaki kita sendiri (maksudnya jalan melangkah mendekati objek begitu, hehehe). Kalau di-zoom, gambar yang kita ambil berpotensi untuk pecah. Hasil gambar yang di-zoom tidak akan pernah sama dengan hasil gambar optical zoom yang menggunakan lensa kamera.

 

Yups, semoga bermanfaat ya guys!

 

 

 

-SKA-

Please follow and like me:

8 thoughts on “Mau Nulis Artikel Kreatif ala HIPWEE? Ini Beberapa Tipsnya

  • Wawww… tq mb Eska, aku manggut2 nih bacanya 😀 Oooh.. oooh ternyata begitu ya bikin judul yang bikin orang tertarik jadi mau baca tulisan kita. Kadang bingung kalau motong judul supaya singkat dan padat hehehe. Sip2 langsung dipraktekkan de.h.

  • artikelnya lengkap nih, rekomen banget buat teman-teman yang pengen bisa nulis sekeren tulisan-tulisan di Hipwee. Alhamdulillah aku bisa hadir dan ngerasa banget dapet insight dari program ini. Dompet Dhuafa emang keren euy program-programnya. Bikin nagih.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *